Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Dapat Suntikan Sponsor Liqui Moly, Siap Bangkit di Moto3 Jerman Usai Crash di Assen

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 5 Juli 2026 | 15:13 WIB
Feda Ega Pratama mendapat sponsor Liqui Moly jelang Moto3 Jerman 2026 usai tampil impresif di Assen. Saksenring menjadi ajang kebangkitan pembalap Indonesia (Pinterest).
Feda Ega Pratama mendapat sponsor Liqui Moly jelang Moto3 Jerman 2026 usai tampil impresif di Assen. Saksenring menjadi ajang kebangkitan pembalap Indonesia (Pinterest).

TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMFeda Ega Pratama menjadi perhatian publik jelang Moto3 Jerman 2026 setelah mendapatkan dukungan dari raksasa pelumas asal Jerman, Liqui Moly. Sponsor baru tersebut hadir setelah pembalap muda Indonesia itu menunjukkan performa impresif di Moto3 Belanda meski harus mengakhiri balapan lebih cepat akibat kecelakaan high side di Sirkuit Assen.

Masuknya Liqui Moly menjadi sinyal bahwa Feda Ega Pratama mulai mendapat pengakuan dari industri motorsport internasional. Performa agresifnya bersama Honda Team Asia dinilai memperlihatkan potensi besar sebagai salah satu rookie terbaik musim ini, meskipun belum mampu mengamankan poin pada seri sebelumnya.

Kini, Feda Ega Pratama mengalihkan fokus ke Moto3 Jerman yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring pada 12 Juli 2026. Lintasan yang dikenal sangat teknis itu diyakini dapat menjadi arena pembuktian bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, untuk kembali bersaing di barisan depan.

Baca Juga: Modifikasi Honda Brio Racing Thailook 2016 Ini Bikin Melongo, Total Biaya dan Partnya Terungkap

Sachsenring Dinilai Cocok dengan Gaya Balap Feda

Sachsenring memiliki karakter unik dengan panjang lintasan 3,671 kilometer, terdiri atas 10 tikungan kiri dan hanya tiga tikungan kanan. Konfigurasi tersebut menuntut kemampuan menjaga kecepatan saat menikung, pengereman yang presisi, serta ketahanan fisik pembalap.

Karakter lintasan seperti itu disebut sesuai dengan gaya balap Feda yang selama ini dikenal memiliki corner speed tinggi dan kemampuan late braking yang cukup baik. Keunggulan tersebut sempat terlihat saat tampil di Assen sebelum insiden yang membuatnya gagal finis.

Selain itu, Sachsenring bukan sirkuit yang sepenuhnya mengandalkan kecepatan puncak motor. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi keuntungan bagi Honda Team Asia yang musim ini masih berupaya mengejar performa motor KTM di lintasan lurus.

Bangkit Setelah Insiden di Assen

Akhir pekan di Assen menjadi ujian berat bagi Feda. Ia lebih dulu mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas sehingga harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi pertama.

Meski demikian, pembalap bernomor 9 itu berhasil lolos ke Q2 dan mengamankan posisi start ketujuh.

Saat balapan dimulai, Feda sempat kehilangan beberapa posisi. Namun, secara perlahan ia mampu merangsek ke rombongan depan hingga mengambil alih posisi pertama pada lap kelima.

Sayangnya, perjuangan itu terhenti di lap ketujuh ketika ban belakang Honda NSF250RW kehilangan traksi saat duel ketat dengan pembalap lain. Insiden high side membuatnya gagal menyelesaikan balapan.

Usai balapan, Feda memilih bersikap sportif. Ia mengakui kecelakaan tersebut merupakan kesalahannya sendiri karena memaksakan motor melewati batas untuk mengejar rombongan terdepan.

Pernyataan itu sekaligus membantah rumor yang sempat beredar mengenai dugaan investigasi terhadap pembalap lain. Tidak ada sanksi maupun penyelidikan lanjutan dari Race Direction maupun Federasi Sepeda Motor Internasional terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Upgrade Honda Brio Satya Jadi Brio RS Urbanite, Body Kit dan Lampunya Bikin Tampilan Makin Premium

Persaingan Rookie of the Year Semakin Ketat

Kegagalan finis di Assen membuat persaingan klasemen Moto3 2026 semakin menarik.

Feda kini mengoleksi 82 poin dan berada di posisi ketujuh klasemen sementara. Jumlah poin tersebut sama dengan rivalnya dari Malaysia, Hakim Danish, yang unggul dalam perolehan podium sehingga berhak menempati posisi lebih tinggi.

Persaingan keduanya diperkirakan akan semakin sengit dalam perebutan gelar Rookie of the Year musim ini.

Di sisi lain, posisi puncak klasemen masih ditempati pembalap Spanyol, Maximo Quiles, dengan koleksi 211 poin.

Sponsor Baru Jadi Modal Tambahan

Di balik kegagalan meraih poin di Assen, Feda justru memperoleh kabar menggembirakan. Liqui Moly resmi memberikan dukungan hingga akhir musim Moto3 2026.

Perusahaan pelumas asal Jerman tersebut dikenal sebagai salah satu sponsor besar di dunia balap internasional. Bergabungnya Liqui Moly menjadi bukti bahwa performa Feda mendapat perhatian industri otomotif global.

Selain itu, Feda juga masih memperoleh dukungan dari Astra Honda Motor serta beberapa mitra komersial lainnya. Popularitasnya bahkan terus meningkat setelah dipercaya menjadi wajah promosi sejumlah produk nasional.

Dukungan sponsor tersebut diharapkan mampu menambah motivasi Feda menghadapi balapan di Sachsenring.

Meski berbagai prediksi mengenai peluang podium mulai bermunculan, hasil balapan Moto3 Jerman baru akan ditentukan saat para pembalap benar-benar turun lintasan pada 12 Juli mendatang. Bagi Feda Ega Pratama, seri ini menjadi kesempatan penting untuk membayar kegagalan di Assen sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia di ajang balap dunia.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Siap Bangkit di Moto3 Jerman Usai Crash di Assen

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Jerman 2026 #Sachsenring #Liqui Moly