Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Latihan Pakai Motor Putih Jelang Moto3 Jerman, Mental Makin Matang Usai Crash

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 5 Juli 2026 | 15:17 WIB
Feda Ega Pratama menjalani latihan dengan motor putih jelang Moto3 Jerman 2026. Pembalap Honda Team Asia tampil percaya diri usai pulih dari crash (Pinterest).
Feda Ega Pratama menjalani latihan dengan motor putih jelang Moto3 Jerman 2026. Pembalap Honda Team Asia tampil percaya diri usai pulih dari crash (Pinterest).

TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMFeda Ega Pratama terus mematangkan persiapan menghadapi seri Moto3 Jerman 2026 yang akan digelar di Sirkuit Sachsenring. Pembalap muda Indonesia itu menjalani sesi latihan intensif dengan menggunakan motor berwarna putih polos, pemandangan yang berbeda dari biasanya namun tetap menyita perhatian para penggemar.

Latihan tersebut menjadi bukti keseriusan Feda Ega Pratama dalam mempersiapkan diri menghadapi salah satu lintasan paling teknis di kalender Moto3. Meski baru saja mengalami insiden crash pada seri sebelumnya, pembalap Honda Team Asia itu sudah kembali menggeber motor dengan penuh percaya diri.

Persiapan menuju Moto3 Jerman menjadi sangat penting bagi Feda. Selain menjaga kondisi fisik, latihan ini juga bertujuan mengembalikan ritme balap sekaligus meningkatkan kesiapan mental sebelum menghadapi persaingan ketat di Sachsenring.

Baca Juga: Modifikasi Honda Brio Racing Thailook 2016 Ini Bikin Melongo, Total Biaya dan Partnya Terungkap

Motor Putih Jadi Andalan Sesi Latihan

Motor putih polos yang digunakan Feda bukanlah motor Honda NSF250RW yang akan dipakai pada balapan resmi. Kendaraan tersebut merupakan motor latihan berkubikasi sekitar 600 cc yang umum digunakan para pembalap profesional untuk mempertahankan feeling terhadap motor sekaligus meningkatkan kemampuan mengendalikan kecepatan.

Program latihan menggunakan motor berkapasitas lebih besar menjadi bagian penting dalam persiapan banyak pembalap dunia. Selain melatih fisik, metode ini membantu pembalap meningkatkan kontrol saat memasuki tikungan serta menjaga konsistensi selama menjalani musim balap yang padat.

Meski tampil tanpa livery tim maupun warna khas balap, fokus utama tetap tertuju pada keseriusan Feda menjalani setiap program latihan yang telah disusun Honda Team Asia.

Berlatih Tanpa Rekan Setim

Suasana latihan kali ini juga terasa berbeda karena Feda harus mengaspal seorang diri.

Rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami cedera tangan akibat kecelakaan pada balapan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pembalap asal Jepang itu belum bisa kembali mengikuti latihan di lintasan.

Situasi ini membuat Feda harus menjalani seluruh agenda persiapan secara mandiri. Tanpa rekan setim sebagai pembanding, ia dituntut menjaga ritme, fokus, sekaligus motivasi selama menjalani setiap putaran.

Meski demikian, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut tetap menyelesaikan seluruh program latihan sesuai target tim tanpa mengurangi intensitas.

Baca Juga: Upgrade Honda Brio Satya Jadi Brio RS Urbanite, Body Kit dan Lampunya Bikin Tampilan Makin Premium

Bangkit Cepat Setelah Crash

Performa Feda selama latihan menjadi perhatian karena hanya beberapa hari sebelumnya ia sempat mengalami insiden crash.

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan cedera serius. Setelah menjalani pemeriksaan medis, kondisi fisiknya dinyatakan baik sehingga dapat langsung kembali menjalani latihan.

Saat kembali berada di atas motor, Feda tidak memperlihatkan tanda-tanda trauma. Ia tetap agresif saat memasuki tikungan, konsisten menjaga racing line, dan mampu mempertahankan tempo latihan hingga sesi berakhir.

Kemampuan bangkit dengan cepat inilah yang mendapat banyak apresiasi dari para penggemar. Tidak sedikit pembalap yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan rasa percaya diri setelah terjatuh, namun Feda justru mampu menjadikan insiden tersebut sebagai pengalaman berharga untuk tampil lebih baik.

Honda Team Asia Makin Optimistis

Konsistensi yang ditunjukkan Feda selama latihan turut meningkatkan optimisme di lingkungan Honda Team Asia.

Seluruh kru melihat perkembangan positif dari sisi kecepatan, kebugaran fisik, hingga kematangan mental pembalap berusia muda tersebut. Program latihan pun berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Performa Feda juga dikabarkan mendapat perhatian dari manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama. Mantan pembalap Grand Prix itu diyakini menilai kemampuan Feda bangkit setelah mengalami crash sebagai sinyal positif menjelang seri Jerman.

Di dalam paddock Honda, perkembangan Feda disebut terus menjadi bahan pembicaraan. Setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk menyempurnakan detail kecil, mulai dari posisi tubuh, teknik pengereman, hingga cara membuka gas saat keluar tikungan.

Persiapan tersebut diharapkan menjadi bekal penting saat menghadapi balapan di Sachsenring yang terkenal menuntut konsentrasi tinggi dan presisi.

Dengan kondisi fisik yang prima, mental yang semakin matang, serta program latihan yang berjalan lancar, peluang Feda Ega Pratama untuk kembali tampil kompetitif di Moto3 Jerman terbuka cukup lebar. Meski persaingan dipastikan berlangsung sengit, konsistensi yang ditunjukkan selama masa persiapan menjadi modal berharga bagi pembalap Indonesia itu untuk kembali membawa hasil positif di ajang Moto3 musim 2026.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Dapat Suntikan Sponsor Liqui Moly, Siap Bangkit di Moto3 Jerman Usai Crash di Assen

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Jerman 2026 #Sachsenring #latihan Moto3