TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali mencuri perhatian setelah dipastikan mendapat dukungan dari Liqui Moly, perusahaan pelumas dan aditif kendaraan asal Jerman yang memiliki reputasi besar di dunia motorsport internasional. Meski kerja sama tersebut dikabarkan hanya berlangsung hingga akhir musim Moto3 2026, banyak pihak menilai langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier pembalap muda Indonesia tersebut.
Bagi Feda Ega Pratama, hadirnya Liqui Moly bukan sekadar tambahan logo pada motor balap. Dukungan dari perusahaan global itu menjadi bukti bahwa performa sang rookie mulai mendapat pengakuan dari industri otomotif internasional. Hal ini juga membuka peluang hadirnya sponsor-sponsor lain apabila Feda mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Nama Feda Ega Pratama sendiri terus menunjukkan perkembangan positif pada musim debutnya di Moto3. Meski masih beradaptasi dengan kerasnya persaingan di level dunia, pembalap Honda Team Asia itu dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu talenta terbaik Indonesia di ajang Grand Prix.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Siap Bangkit di Moto3 Jerman Usai Crash di Assen
Liqui Moly Bukan Sponsor Sembarangan
Liqui Moly dikenal sebagai salah satu produsen pelumas dan aditif kendaraan terbesar asal Jerman. Produk-produknya dipasarkan di berbagai negara dan telah lama dipercaya dalam industri otomotif.
Di dunia balap, nama Liqui Moly memiliki rekam jejak panjang. Perusahaan tersebut pernah menjadi sponsor utama MotoGP, mendukung sejumlah tim balap internasional, hingga menjadi sponsor utama Grand Prix Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring.
Karena rekam jejak itulah, bergabungnya Liqui Moly sebagai sponsor Feda dinilai memiliki makna lebih dari sekadar kerja sama komersial. Kehadiran perusahaan sebesar itu menjadi sinyal bahwa pembalap Indonesia mulai dilirik oleh pelaku industri motorsport global.
Dukungan Sponsor Bisa Buka Banyak Peluang
Dalam balap motor profesional, sponsor memiliki peran yang sangat vital. Dukungan finansial dari perusahaan besar membantu pembalap dan tim memenuhi berbagai kebutuhan sepanjang musim, mulai dari operasional, pengembangan motor, logistik, hingga program latihan.
Bagi seorang rookie seperti Feda, kepercayaan dari perusahaan kelas dunia juga menjadi nilai tambah dalam membangun citra profesional.
Tidak sedikit pengamat yang menilai kerja sama dengan Liqui Moly berpotensi menciptakan efek domino. Ketika satu perusahaan besar mulai memberikan dukungan, sponsor lain biasanya akan lebih percaya diri untuk ikut berinvestasi.
Fenomena tersebut telah beberapa kali terjadi di MotoGP maupun Moto2. Pembalap yang mampu tampil konsisten umumnya akan memperoleh lebih banyak mitra komersial seiring meningkatnya prestasi.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Dapat Suntikan Sponsor Liqui Moly, Siap Bangkit di Moto3 Jerman Usai Crash di Assen
Modal Penting Menghadapi Persaingan Moto3
Musim debut di Moto3 bukan perjalanan yang mudah bagi Feda. Ia harus beradaptasi dengan karakter motor, ban, gaya balap para rival, hingga tekanan kompetisi di level dunia.
Meski demikian, perkembangan Feda dinilai cukup menjanjikan. Dari seri ke seri, ia mulai memperlihatkan peningkatan kecepatan, kemampuan membaca jalannya balapan, serta keberanian bertarung dengan pembalap-pembalap Eropa.
Pengalaman yang terus bertambah menjadi modal penting untuk menghadapi musim-musim berikutnya.
Karena itu, kehadiran sponsor besar pada tahap awal karier dianggap sebagai fondasi yang sangat berharga untuk mendukung perkembangan jangka panjang.
Jadi Kebanggaan Balap Indonesia
Keberhasilan Feda menarik perhatian Liqui Moly juga memberi dampak positif bagi citra pembalap Indonesia di mata dunia.
Selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar terbesar MotoGP. Kini, Indonesia mulai menunjukkan bahwa negaranya juga mampu melahirkan pembalap yang diperhitungkan di level internasional.
Feda menjadi salah satu simbol kebangkitan tersebut. Keberhasilannya mendapat dukungan dari perusahaan global memperlihatkan bahwa talenta Indonesia semakin mendapat tempat di dunia balap.
Meski kerja sama dengan Liqui Moly disebut hanya berlangsung hingga akhir musim, peluang untuk melanjutkan kemitraan tetap terbuka apabila Feda mampu mempertahankan performa positif.
Perjalanan pembalap asal Gunungkidul itu memang masih panjang. Namun, dukungan dari sponsor internasional seperti Liqui Moly menjadi fondasi penting untuk membuka peluang lebih besar pada masa depan. Dengan kerja keras, konsistensi, dan hasil yang terus meningkat di lintasan, Feda Ega Pratama berpeluang menarik lebih banyak sponsor global sekaligus memperkuat langkahnya menuju level tertinggi balap motor dunia.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Latihan Pakai Motor Putih Jelang Moto3 Jerman, Mental Makin Matang Usai Crash
Editor : Fadhilah Salsa Bella