Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Dilirik Liqui Moly Usai Crash di Assen, Siap Bangkit dan Bidik Rookie of the Year Moto3

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 5 Juli 2026 | 15:25 WIB
Feda Ega Pratama mendapat dukungan Liqui Moly usai tampil impresif di Assen. Kini pembalap Honda Team Asia membidik hasil terbaik pada Moto3 Jerman 2026 (Pinterest).
Feda Ega Pratama mendapat dukungan Liqui Moly usai tampil impresif di Assen. Kini pembalap Honda Team Asia membidik hasil terbaik pada Moto3 Jerman 2026 (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan jelang seri Moto3 Jerman 2026. Pembalap muda Indonesia itu mendapat dukungan dari perusahaan pelumas asal Jerman, Liqui Moly, setelah menunjukkan performa menjanjikan pada seri Moto3 Belanda di Sirkuit Assen meski gagal finis akibat insiden high side.

Kehadiran Liqui Moly sebagai sponsor dinilai menjadi pencapaian penting bagi Feda Ega Pratama. Bagi seorang rookie, kepercayaan dari perusahaan yang memiliki rekam jejak panjang di dunia motorsport menjadi sinyal bahwa potensinya mulai diperhitungkan di level internasional.

Di sisi lain, Feda juga tengah mempersiapkan diri menghadapi Moto3 Jerman di Sachsenring. Seri tersebut menjadi kesempatan bagi pembalap Honda Team Asia itu untuk bangkit sekaligus melanjutkan persaingan dalam perebutan gelar Rookie of the Year musim 2026.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Dapat Suntikan Sponsor Liqui Moly, Siap Bangkit di Moto3 Jerman Usai Crash di Assen

Performa di Assen Jadi Sorotan

Akhir pekan di Assen menjadi bukti perkembangan Feda sepanjang musim debutnya di Moto3.

Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu sempat mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas sehingga harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi pertama (Q1). Namun, ia berhasil bangkit dengan lolos ke Q2 dan mengamankan posisi start ketujuh.

Saat balapan dimulai, Feda tampil agresif. Setelah sempat turun ke posisi kesembilan, ia mampu menyalip sejumlah rival hingga memimpin jalannya balapan pada lap kelima.

Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Memasuki lap ketujuh, ban belakang Honda NSF250RW kehilangan traksi saat Feda berusaha mempertahankan kecepatan. Insiden high side membuatnya terjatuh dan akhirnya gagal menyelesaikan balapan.

Meski gagal meraih poin, penampilannya menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di barisan depan melawan para pembalap Eropa.

Feda Akui Kesalahan dan Siap Bangkit

Usai balapan, Feda memilih bertanggung jawab atas insiden yang dialaminya.

Ia mengakui kecelakaan terjadi karena terlalu memaksakan motor saat berusaha mengejar rombongan depan. Sikap tersebut sekaligus membantah berbagai rumor yang sempat beredar mengenai dugaan pelanggaran pembalap lain dalam insiden tersebut.

Tidak ada investigasi maupun sanksi dari Race Direction maupun Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM). Insiden di Assen dinyatakan sebagai bagian dari persaingan normal di lintasan.

Pengakuan Feda mendapat apresiasi karena menunjukkan kedewasaan seorang pembalap muda dalam menerima hasil balapan.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Latihan Pakai Motor Putih Jelang Moto3 Jerman, Mental Makin Matang Usai Crash

Liqui Moly Jadi Modal Besar

Di balik kegagalan finis, Feda justru menerima kabar menggembirakan.

Liqui Moly resmi memberikan dukungan hingga akhir musim Moto3 2026. Perusahaan asal Jerman tersebut dikenal sebagai salah satu produsen pelumas terbesar di dunia dan memiliki sejarah panjang mendukung berbagai ajang balap internasional, termasuk Grand Prix Jerman di Sachsenring.

Masuknya Liqui Moly menjadi nilai tambah bagi karier Feda. Selain membantu meningkatkan citra profesionalnya, dukungan sponsor global juga membuka peluang hadirnya mitra komersial lain pada masa mendatang.

Bagi pembalap muda, kepercayaan dari perusahaan besar sering kali menjadi langkah awal menuju perkembangan karier yang lebih tinggi.

Persaingan Rookie of the Year Memanas

Hasil di Assen membuat persaingan rookie Moto3 semakin menarik.

Feda kini mengoleksi 82 poin, sama dengan rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish. Namun, Danish berada di posisi lebih tinggi karena unggul dalam jumlah podium yang telah diraih musim ini.

Persaingan keduanya diperkirakan akan berlanjut hingga akhir musim, termasuk pada seri Moto3 Jerman yang menjadi salah satu balapan penting dalam perebutan gelar Rookie of the Year.

Sementara itu, Feda bersama Honda Team Asia telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi Sachsenring. Sirkuit dengan karakter teknis tersebut diyakini menjadi tempat yang cocok bagi gaya balap agresif Feda.

Dengan pengalaman yang semakin matang, dukungan sponsor internasional, serta modal kecepatan yang telah diperlihatkan di Assen, Feda Ega Pratama memiliki peluang untuk kembali tampil kompetitif. Meski persaingan Moto3 selalu berlangsung ketat, pembalap Indonesia itu kini membawa bekal penting untuk melanjutkan perjuangannya sekaligus membuktikan bahwa talenta Tanah Air mampu bersaing di level dunia.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Jadi Sinyal Besar Karier Rookie Moto3 Indonesia

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Rookie of the Year #Moto3 Jerman 2026 #Liqui Moly