TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama bersiap menatap Moto3 Grand Prix Jerman 2026 dengan semangat baru setelah mengalami insiden yang menggagalkan peluang meraih poin di Sirkuit Asen, Belanda. Pembalap muda Indonesia itu kini dihadapkan pada tantangan besar di Sachsenring, lintasan yang dinilai sesuai dengan karakter balapnya.
Insiden highside di Asen memang membuat Feda Ega Pratama gagal finis ketika sedang bersaing di barisan depan. Meski demikian, performanya sebelum terjatuh menunjukkan bahwa pembalap Honda Team Asia tersebut tetap memiliki kecepatan untuk bersaing dengan para rival di Moto3 musim ini.
Moto3 Jerman menjadi kesempatan penting bagi Feda Ega Pratama untuk memperbaiki posisi klasemen sekaligus membuktikan bahwa kegagalan di Belanda tidak memengaruhi mental bertandingnya. Balapan dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026 di Sachsenring, salah satu sirkuit paling teknis dalam kalender Grand Prix.
Sachsenring Dinilai Cocok dengan Karakter Balap Feda
Sachsenring memiliki panjang lintasan 3,671 kilometer dengan karakter yang sangat berbeda dibanding Asen. Dari total 13 tikungan, terdapat 10 tikungan ke kiri dan hanya tiga tikungan ke kanan, sehingga menguji kemampuan pembalap menjaga ritme sekaligus kondisi ban sepanjang balapan.
Karakter tersebut dinilai menguntungkan pembalap yang memiliki kemampuan menjaga corner speed tinggi. Selama musim ini, Feda beberapa kali memperlihatkan kemampuannya mempertahankan kecepatan saat melintasi tikungan panjang dan tetap kompetitif ketika berada di tengah rombongan pembalap.
Selain itu, lintasan Jerman juga tidak terlalu bergantung pada kecepatan puncak mesin. Faktor tersebut menjadi keuntungan bagi Honda Team Asia yang musim ini masih berusaha mengejar performa motor-motor KTM di lintasan lurus.
Insiden Asen Bukan Akibat Pelanggaran
Sebelum Moto3 Jerman, insiden yang dialami Feda di Asen sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Namun, hingga kini tidak ada investigasi maupun sanksi dari Race Direction terkait kecelakaan tersebut.
Insiden itu dikategorikan sebagai racing incident yang terjadi saat para pembalap bertarung memperebutkan posisi di grup depan. Dalam pernyataannya, Feda juga tidak menyalahkan pembalap lain.
Pembalap bernomor 9 itu justru mengakui dirinya terlalu memaksakan motor ketika berusaha mengejar rombongan depan sehingga ban belakang kehilangan traksi dan menyebabkan highside. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada tim mekanik serta para pendukungnya di Indonesia.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Bidik Kebangkitan di Moto3 Jerman, Sachsenring Jadi Ajang Balas Kegagalan Assen
Persaingan Klasemen Makin Ketat
Akibat gagal finis di Asen, Feda kini berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 82 poin.
Jumlah tersebut sama dengan raihan pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang berada satu tingkat di atasnya berkat hasil balapan yang lebih baik sepanjang musim.
Sementara posisi puncak klasemen masih ditempati pembalap Spanyol, Maximo Quiles, dengan torehan 211 poin.
Meski selisih dengan pemimpin klasemen masih cukup jauh, peluang Feda untuk memperbaiki posisinya tetap terbuka apabila mampu tampil konsisten pada seri-seri berikutnya.
Dukungan Sponsor dan Kepercayaan Honda
Di luar lintasan, popularitas Feda justru terus meningkat setelah insiden di Asen. Ia mendapat dukungan dari perusahaan pelumas asal Jerman, Liqui Moly, yang menjadi salah satu sponsor penting hingga akhir musim 2026.
Selain itu, Astra Honda Motor juga tetap menunjukkan kepercayaannya dengan melibatkan Feda sebagai wajah kampanye promosi produk terbaru mereka.
Tak hanya itu, pembalap asal Gunungkidul tersebut juga menjalin kerja sama komersial dengan MS Glow For Men. Kehadiran beberapa sponsor baru menunjukkan bahwa nilai komersial Feda tetap tinggi meski sempat mengalami kegagalan di lintasan.
Kini perhatian tertuju pada Moto3 GP Jerman. Jika mampu memanfaatkan karakter Sachsenring yang sesuai dengan gaya balapnya, Feda Ega Pratama berpeluang kembali bersaing di kelompok depan sekaligus membuka peluang memperbaiki posisinya di klasemen Moto3 2026.
Editor : Fadhilah Salsa Bella