TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang Moto3 GP Jerman yang dijadwalkan berlangsung pada 10-12 Juli 2026 di Sirkuit Sachsenring. Pembalap muda andalan Indonesia itu datang dengan semangat baru setelah gagal menyelesaikan balapan di GP Belanda akibat insiden yang terjadi saat sedang bersaing di barisan depan.
Menjelang balapan di Jerman, nama Feda Ega Pratama Moto3 GP Jerman ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu pemicunya adalah beredarnya video simulasi yang menggambarkan Feda berhasil bangkit dari keterpurukan dan meraih podium kedua di Sachsenring. Meski hanya berupa ilustrasi dan prediksi, video tersebut sukses membangkitkan optimisme para penggemar balap Tanah Air.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang musim debutnya di Moto3 bersama Honda Team Asia, Feda menunjukkan perkembangan yang konsisten. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu beberapa kali mampu bersaing dengan para pembalap papan atas meski mengendarai motor yang dinilai masih kalah kompetitif dibanding rival-rival dari KTM.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak GX 2005 Masih Diburu, Ini Kelebihan yang Bikin Harga Bekasnya Tetap Menarik
Persiapan Serius Menuju Sachsenring
Usai insiden di Assen, Feda dikabarkan menjalani latihan tambahan di Sirkuit Alcarràs, Spanyol. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan adaptasi motor, memperbaiki teknik pengereman, serta mempertajam kemampuan menjaga racing line sebelum menghadapi karakter unik Sachsenring.
Lintasan Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit paling teknis dalam kalender MotoGP. Dominasi tikungan ke kiri serta ritme balapan yang cepat membuat setiap pembalap dituntut tampil konsisten sepanjang lomba.
Karakter sirkuit tersebut dinilai cukup sesuai dengan gaya balap agresif Feda yang mampu menjaga kecepatan saat memasuki tikungan. Jika mampu menemukan setelan motor yang ideal sejak sesi latihan bebas, peluang tampil kompetitif diyakini semakin terbuka.
Video Simulasi Podium Jadi Perbincangan
Di tengah persiapan menuju GP Jerman, muncul video simulasi yang memperlihatkan Feda melakukan aksi luar biasa. Dalam skenario tersebut, Feda digambarkan mampu bangkit dari posisi start belakang hingga finis di podium kedua setelah menampilkan strategi balap yang matang.
Narasi dalam video juga menyebut Feda mampu mencatat fastest lap, mengalahkan sejumlah rival dari KTM, hingga memperoleh pujian dari legenda MotoGP. Bahkan disebutkan pula sejumlah sponsor internasional semakin tertarik mendukung karier pembalap Indonesia tersebut.
Namun pada bagian akhir video, kreator secara terbuka menjelaskan bahwa seluruh rangkaian cerita mengenai hasil GP Jerman tersebut merupakan simulasi, prediksi, dan bentuk harapan kepada Feda Ega Pratama menjelang balapan sebenarnya.
Dengan demikian, hasil podium kedua maupun berbagai komentar tokoh balap yang muncul dalam video tersebut bukan merupakan hasil resmi Moto3 GP Jerman.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak Masih Diburu, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Bikin Harga Bekas Tetap Tinggi
Performa Feda Terus Mengalami Peningkatan
Terlepas dari video simulasi tersebut, performa Feda sepanjang musim 2026 memang menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Di GP Belanda, ia sempat tampil impresif dan bahkan mampu memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya terjatuh akibat insiden yang mengakhiri peluang meraih poin.
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa pembalap berusia 17 tahun itu memiliki kecepatan untuk bersaing di kelompok depan. Mentalitasnya yang mampu bangkit setelah mengalami kegagalan juga menjadi salah satu nilai lebih yang mendapat perhatian berbagai pihak.
Masuknya dukungan sponsor internasional seperti Liqui Moly beberapa waktu lalu semakin memperlihatkan bahwa potensi Feda mulai diakui di level global. Selain itu, dukungan dari Astra Honda Motor dan Honda Team Asia menjadi modal penting dalam pengembangan kariernya di ajang Kejuaraan Dunia Moto3.
Kesempatan Emas di GP Jerman
Moto3 GP Jerman menjadi salah satu seri penting bagi Feda untuk kembali mengumpulkan poin setelah kehilangan kesempatan di Assen. Persaingan dipastikan berlangsung ketat mengingat selisih performa antar pembalap musim ini relatif tipis.
Keberhasilan meraih hasil positif di Sachsenring akan menjadi modal berharga untuk menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen rookie sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi seri-seri berikutnya.
Kini seluruh perhatian tertuju pada penampilan Feda Ega Pratama di Sachsenring. Para pendukung balap Indonesia berharap pembalap muda tersebut mampu mengubah pengalaman pahit di GP Belanda menjadi motivasi untuk mencatatkan hasil terbaik pada balapan yang sesungguhnya.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak 2002 Dijual Rp48 Juta, Kondisinya Bikin Melirik Meski Tipe DX
Editor : Fadhilah Salsa Bella