Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Dilirik Liqui Moly Usai Crash Assen, Siap Bangkit di Moto3 GP Jerman

Fadhilah Salsa Bella • Senin, 6 Juli 2026 | 12:13 WIB
Feda Ega Pratama mendapat dukungan Liqui Moly usai crash di Assen. Pembalap Honda Team Asia siap bangkit dan membidik hasil terbaik di Moto3 GP Jerman (Pinterest).
Feda Ega Pratama mendapat dukungan Liqui Moly usai crash di Assen. Pembalap Honda Team Asia siap bangkit dan membidik hasil terbaik di Moto3 GP Jerman (Pinterest).

TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang Moto3 GP Jerman 2026. Meski gagal finis akibat insiden di Moto3 GP Belanda di Sirkuit Assen, performa impresif pembalap muda Indonesia itu justru menarik perhatian sponsor internasional, Liqui Moly, yang dikabarkan memberikan dukungan untuk perjalanan kariernya di Kejuaraan Dunia Moto3.

Masuknya Liqui Moly menjadi sinyal bahwa potensi Feda Ega Pratama dinilai jauh melampaui hasil satu balapan. Penampilan agresif dan konsisten yang ditunjukkan rider Honda Team Asia sepanjang musim debut membuat banyak pihak optimistis pembalap asal Gunungkidul itu mampu menjadi salah satu rookie terbaik Moto3 musim 2026.

Kehadiran sponsor asal Jerman tersebut juga datang di momen yang tepat. Setelah mengalami crash saat memimpin persaingan di Assen, Feda kini mengalihkan fokus penuh ke Moto3 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Seri ini menjadi kesempatan emas baginya untuk bangkit sekaligus memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Crash di Assen Tak Mengurangi Kepercayaan

Balapan di Assen memang meninggalkan kekecewaan bagi Feda. Saat itu ia tampil kompetitif dan sempat memimpin jalannya perlombaan sebelum insiden di tikungan kelima mengakhiri perjuangannya.

Meski gagal membawa pulang poin, aksi pembalap berusia 17 tahun tersebut mendapat apresiasi dari banyak pengamat. Ia dinilai mampu mengimbangi dominasi pembalap KTM yang selama ini menjadi kekuatan utama di Moto3.

Kecepatan, keberanian melakukan manuver, hingga kemampuannya menjaga ritme balapan menjadi alasan mengapa nama Feda semakin diperhitungkan di paddock Moto3.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak GX 2005 Masih Diburu, Ini Kelebihan yang Bikin Harga Bekasnya Tetap Menarik

Liqui Moly Percaya pada Potensi Feda

Dukungan dari Liqui Moly dinilai bukan sekadar kerja sama komersial. Perusahaan otomotif asal Jerman itu dikenal cukup selektif dalam memilih atlet yang menjadi representasi mereknya di berbagai ajang balap internasional.

Masuknya Liqui Moly menunjukkan bahwa dunia industri melihat Feda sebagai aset jangka panjang. Selain memiliki potensi prestasi, pembalap muda Indonesia tersebut juga dianggap mempunyai nilai komersial yang terus meningkat seiring perkembangan kariernya.

Kerja sama ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia balap Indonesia. Tidak banyak pembalap Tanah Air yang mampu menarik perhatian sponsor global sejak musim debut di Kejuaraan Dunia.

Fokus Hadapi Tantangan Sachsenring

Usai insiden di Assen, Honda Team Asia langsung mengalihkan fokus menuju Moto3 GP Jerman. Tim menilai kecepatan yang diperlihatkan Feda di Belanda menjadi bukti bahwa paket motor Honda mampu bersaing dengan para rival.

Kini pekerjaan utama tim adalah memastikan performa tersebut bisa dikonversi menjadi hasil maksimal saat balapan.

Sachsenring sendiri memiliki karakter yang berbeda dibanding Assen. Lintasan yang didominasi tikungan kiri menuntut keseimbangan motor, konsentrasi tinggi, serta kemampuan menjaga momentum sepanjang balapan.

Karakter tersebut dinilai cukup sesuai dengan gaya balap agresif Feda ketika memasuki tikungan.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak Masih Diburu, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Bikin Harga Bekas Tetap Tinggi

Persaingan Moto3 Semakin Ketat

Musim Moto3 2026 berlangsung semakin kompetitif. Selisih poin antar pembalap relatif tipis sehingga satu podium mampu mengubah posisi klasemen secara signifikan.

Situasi tersebut membuat GP Jerman menjadi seri yang sangat penting bagi Feda Ega Pratama. Selain mengincar poin maksimal, pembalap Honda Team Asia itu juga ingin membuktikan bahwa insiden di Assen hanyalah bagian dari proses adaptasi sebagai rookie.

Kepercayaan dirinya disebut telah kembali pulih. Pengalaman memimpin balapan sebelum terjatuh menjadi bekal berharga untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Bidik Hasil Terbaik

Perkembangan Feda sepanjang musim mendapat apresiasi dari banyak pihak. Kemampuan adaptasi yang semakin matang membuatnya terus bertahan dalam persaingan papan atas klasemen rookie Moto3.

Jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, peluang Feda untuk menarik lebih banyak sponsor internasional sekaligus membuka jalan menuju jenjang balap yang lebih tinggi akan semakin besar.

Kini seluruh perhatian tertuju ke Sachsenring. Moto3 GP Jerman menjadi panggung pembuktian bagi Feda Ega Pratama untuk bangkit dari kekecewaan di Assen sekaligus menunjukkan bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik dunia.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak 2002 Dijual Rp48 Juta, Kondisinya Bikin Melirik Meski Tipe DX

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Moto3 2026 #Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Liqui Moly #Moto3 GP Jerman