Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Crash di Assen, Dani Pedrosa Yakin Rider Honda Team Asia Bangkit di Moto3 GP Jerman

Fadhilah Salsa Bella • Senin, 6 Juli 2026 | 13:37 WIB
Feda Ega Pratama gagal finis di Moto3 GP Belanda usai crash di Assen. Pembalap Honda Team Asia membidik kebangkitan pada Moto3 GP Jerman (Pinterest).
Feda Ega Pratama gagal finis di Moto3 GP Belanda usai crash di Assen. Pembalap Honda Team Asia membidik kebangkitan pada Moto3 GP Jerman (Pinterest).

TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat pada Moto3 GP Belanda di Sirkuit Assen setelah mengalami kecelakaan saat sedang bertarung di rombongan terdepan. Meski gagal finis, performa pembalap muda Indonesia itu justru mendapat banyak apresiasi karena sempat memimpin jalannya balapan dan menunjukkan kecepatan yang mampu menandingi para rival dari KTM.

Insiden di Assen membuat Feda Ega Pratama kehilangan peluang meraih poin penting. Posisinya di klasemen sementara Moto3 pun semakin ketat setelah pembalap Malaysia, Hakim Danish, mampu menyamai raihan poinnya. Kendati demikian, Feda menegaskan akan menjadikan hasil tersebut sebagai pelajaran berharga untuk bangkit pada seri berikutnya di Moto3 GP Jerman.

Penampilan Feda di Assen menjadi salah satu yang terbaik sepanjang musim debutnya bersama Honda Team Asia. Berawal dari posisi ketujuh, pembalap asal Gunungkidul itu mampu menembus barisan depan bahkan sempat memimpin balapan sebelum akhirnya kehilangan kendali akibat grip ban belakang yang menurun pada lap kedelapan.

Sempat Pimpin Balapan Sebelum Terjatuh

Balapan di Assen berjalan menjanjikan bagi Feda. Meski sempat kehilangan posisi pada lap awal, ia mampu memperbaiki ritme balapan dan menyalip sejumlah rival kuat, termasuk para pembalap yang berada di papan atas klasemen.

Kecepatan dan keberaniannya melakukan manuver membuat Feda berhasil mengambil alih posisi terdepan. Sayangnya, persaingan ketat di grup depan membuat tekanan terhadap ban semakin besar hingga motornya kehilangan traksi saat memasuki tikungan.

Feda masih sempat melanjutkan balapan setelah terjatuh. Namun kerusakan pada motor membuatnya harus masuk pit dan dinyatakan gagal finis.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak GX 2005 Masih Diburu, Ini Kelebihan yang Bikin Harga Bekasnya Tetap Menarik

Dani Pedrosa Soroti Potensi Besar Feda

Meski gagal meraih poin, penampilan Feda mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dalam narasi video, legenda MotoGP Dani Pedrosa disebut menilai hasil akhir tidak mencerminkan kualitas sebenarnya yang ditunjukkan pembalap Indonesia tersebut.

Menurut Pedrosa, kemampuan Feda beradaptasi sejak sesi latihan hingga berhasil mengamankan posisi start yang baik menunjukkan perkembangan pesat sebagai rookie. Ia juga menilai pembalap Honda Team Asia itu memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan podium apabila tidak mengalami kecelakaan.

Pedrosa disebut optimistis Feda mampu terus berkembang apabila mempertahankan konsistensi dan belajar dari setiap kesalahan yang terjadi di lintasan.

Persaingan Klasemen Semakin Ketat

Kegagalan finis di Assen membuat persaingan papan tengah klasemen Moto3 semakin sengit. Hakim Danish berhasil menyamai perolehan poin Feda sehingga perebutan posisi terbaik rookie dipastikan berlangsung ketat pada seri-seri berikutnya.

Meski demikian, selisih poin antar pembalap masih sangat tipis. Dengan lebih dari separuh musim yang masih tersisa, peluang memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka lebar.

Feda mengakui kecewa dengan hasil di Assen, tetapi tetap melihat sisi positif dari performanya sepanjang akhir pekan. Ia merasa mampu bertarung dengan para pemimpin balapan dan semakin percaya diri menghadapi seri selanjutnya.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak Masih Diburu, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Bikin Harga Bekas Tetap Tinggi

Honda Team Asia Fokus Evaluasi

Manajemen Honda Team Asia memastikan hasil di Assen menjadi bahan evaluasi menjelang Moto3 GP Jerman. Tim menilai kecepatan yang ditunjukkan Feda membuktikan motor Honda mampu bersaing dengan para rival apabila mendapatkan setelan yang tepat.

Selain melakukan evaluasi teknis, tim juga berupaya memaksimalkan strategi balapan agar pembalap berusia 17 tahun itu mampu mempertahankan performa hingga garis finis.

Feda sendiri menyatakan akan memanfaatkan pengalaman pahit di Assen sebagai bekal untuk tampil lebih matang pada balapan berikutnya.

Sachsenring Jadi Momentum Kebangkitan

Moto3 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring menjadi kesempatan emas bagi Feda untuk kembali mengumpulkan poin. Karakter lintasan yang teknikal dinilai cocok dengan gaya balap agresif yang selama ini menjadi ciri khas pembalap Indonesia tersebut.

Jika mampu memaksimalkan sesi latihan dan kualifikasi, peluang kembali bersaing di kelompok depan terbuka cukup besar. Hasil positif di Sachsenring juga akan menjadi modal penting untuk mengembalikan posisi Feda dalam persaingan klasemen rookie Moto3 musim 2026.

Seluruh perhatian kini tertuju pada penampilan Feda Ega Pratama di Jerman. Setelah menunjukkan kecepatan impresif di Assen, pembalap muda Indonesia itu bertekad membayar kegagalan dengan hasil maksimal pada seri berikutnya.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak 2002 Dijual Rp48 Juta, Kondisinya Bikin Melirik Meski Tipe DX

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hakim Danish #Moto3 Assen #Moto3 GP Jerman