Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026: Bangkit Usai Crash Assen, Sachsenring Bisa Jadi Titik Balas Dendam

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:44 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 siap bangkit usai crash di Assen. Sachsenring dinilai cocok dengan gaya balap agresif pembalap Indonesia. (Youtube. com)
Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 siap bangkit usai crash di Assen. Sachsenring dinilai cocok dengan gaya balap agresif pembalap Indonesia. (Youtube. com)

TRENGGALEK, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 menjadi sorotan menjelang seri Moto3 di Sirkuit Sachsenring yang berlangsung pada 12 Juli 2026. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan misi bangkit setelah gagal meraih poin akibat mengalami kecelakaan pada balapan sebelumnya di Sirkuit Assen, Belanda.

Performa Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 menjadi perhatian karena Sachsenring dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknikal dalam kalender Moto3. Karakter sirkuit yang dipenuhi tikungan diperkirakan lebih sesuai dengan gaya balap Veda dibanding trek yang mengandalkan kecepatan puncak.

Meski beredar berbagai spekulasi mengenai kemungkinan pembaruan motor dari Honda Team Asia, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari tim mengenai perubahan spesifikasi motor yang akan digunakan Veda di Moto3 Jerman 2026. Karena itu, fokus utama tetap tertuju pada kesiapan pembalap dan strategi tim menghadapi balapan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Gagal Raih Poin di Moto3 Hungaria, Ini Alasan Brian Uriarte Tetap Dapat Poin

Crash di Assen Jadi Pelajaran Berharga

Balapan di Assen menjadi akhir pekan yang sulit bagi Veda Ega Pratama. Saat itu ia sempat bersaing di kelompok depan sebelum mengalami kecelakaan yang membuatnya gagal finis dan kehilangan peluang menambah poin.

Akibat hasil tersebut, Veda kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 82 poin. Jumlah itu sama dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang berada tepat di atasnya berdasarkan perhitungan klasemen sementara.

Kondisi tersebut membuat Moto3 Jerman menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk kembali mendekati lima besar klasemen apabila mampu meraih hasil maksimal di Sachsenring.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Terbaru: Detik-Detik Senggolan Gaib di Sirkuit Assen yang Bikin FIM Turun Tangan!

Sachsenring Dinilai Cocok dengan Karakter Veda

Sachsenring merupakan salah satu sirkuit paling unik dalam kalender balap MotoGP dan Moto3. Lintasan sepanjang sekitar 3,6 kilometer ini memiliki 13 tikungan, dengan dominasi tikungan ke kiri yang menuntut kemampuan menjaga ritme dan kestabilan motor.

Karakter tersebut dinilai dapat menguntungkan pembalap yang memiliki kemampuan tinggi saat melibas tikungan panjang serta menjaga kecepatan di sektor teknikal.

Selama beberapa musim terakhir, Veda dikenal memiliki gaya balap agresif namun tetap mampu mempertahankan corner speed ketika memasuki tikungan. Kemampuan itu menjadi salah satu modal penting menghadapi tantangan Sachsenring.

Baca Juga: Update Klasemen Veda Ega Pratama Moto3 2026: Poin Sengit Disamai Pembalap Malaysia di Jalur Perebutan Rookie Terbaik!

Selain itu, beberapa zona pengereman keras di sirkuit Jerman juga membuka peluang bagi pembalap yang percaya diri melakukan late braking untuk merebut posisi.

Konsistensi Start Jadi Kunci

Di balik potensi tersebut, Veda masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni menjaga konsistensi pada lap-lap awal.

Dalam beberapa seri sebelumnya, ia beberapa kali kehilangan momentum akibat terlalu agresif saat start maupun pada fase awal balapan. Di Sachsenring, kesalahan kecil dapat berakibat fatal karena karakter lintasan yang sempit membuat peluang menyalip tidak sebanyak di sirkuit lain.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Assen, Bangkit dari Crash hingga Bikin Hiroshi Aoyama Menangis

Karena itu, strategi balapan diperkirakan akan menjadi faktor penentu. Menjaga ritme, menghemat ban, dan memilih momen menyalip secara tepat akan sangat menentukan peluang Veda bersaing di barisan depan.

Persaingan Klasemen Semakin Ketat

Jelang Moto3 Jerman 2026, Maximo Quiles masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 211 poin. Posisi berikutnya ditempati Alvaro Carpe, David Almansa, dan Brian Uriarte yang terus bersaing memperebutkan posisi papan atas.

Sementara itu, persaingan pembalap Asia Tenggara juga menarik perhatian. Hakim Danish dan Veda Ega Pratama sama-sama mengoleksi 82 poin sehingga hasil di Sachsenring berpotensi mengubah posisi keduanya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Assen, Bangkit dari Crash hingga Bikin Hiroshi Aoyama Menangis

Apabila mampu meraih podium atau finis di barisan depan, peluang Veda untuk memperbaiki peringkat klasemen masih terbuka lebar mengingat musim Moto3 2026 masih menyisakan sejumlah seri.

Moto3 Jerman dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026. Balapan ini diperkirakan menjadi salah satu seri paling menentukan bagi Veda Ega Pratama untuk membuktikan kemampuannya setelah hasil kurang memuaskan di Assen.

Dengan karakter Sachsenring yang lebih mengutamakan kemampuan teknis dibanding kecepatan maksimum, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk tampil kompetitif tetap terbuka. Namun, keberhasilan meraih hasil terbaik akan sangat bergantung pada performa sepanjang latihan bebas, hasil kualifikasi, serta kemampuannya menjaga konsistensi sejak lampu start padam hingga garis finis.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Klasemen Moto3 2026 #Honda Team Asia #Moto3 Jerman 2026 #Sachsenring