TRENGGALEK, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Peluang Veda Ega Pratama podium di Mugello menjadi sorotan jelang seri Moto3 Italia. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan modal impresif setelah pernah menyapu bersih dua kemenangan di Sirkuit Mugello pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Modal tersebut membuat optimisme publik meningkat. Meski demikian, peluang Veda Ega Pratama podium di Mugello tidak akan diraih dengan mudah mengingat karakter sirkuit yang sangat teknis serta persaingan ketat di kelas Moto3 musim 2026.
Mugello dikenal sebagai salah satu lintasan paling ikonik di kalender balap dunia. Trek sepanjang 5,245 kilometer itu memiliki lintasan lurus sepanjang 1.141 meter yang memungkinkan motor melaju dengan kecepatan sangat tinggi, dipadukan dengan perubahan elevasi ekstrem dan kombinasi tikungan cepat maupun lambat yang menguji kemampuan pembalap.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Gagal Raih Poin di Moto3 Hungaria, Ini Alasan Brian Uriarte Tetap Dapat Poin
Karakter Mugello Jadi Tantangan Besar bagi Veda
Sirkuit Mugello memiliki total 15 tikungan, terdiri atas sembilan tikungan kanan dan enam tikungan kiri. Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan Tuscany membuat lintasan memiliki perbedaan elevasi hingga 43,2 meter.
Kondisi tersebut menciptakan sejumlah blind corner yang menuntut keberanian sekaligus ketepatan membaca racing line. Tidak hanya itu, karakter aspal Mugello juga terkenal memiliki daya cengkeram tinggi, tetapi suhu lintasan dapat berubah drastis sehingga memengaruhi performa ban.
Prediksi cuaca bahkan menunjukkan adanya peluang hujan ringan saat akhir pekan balapan. Jika lintasan menjadi lembap, strategi pemilihan ban akan menjadi faktor yang sangat menentukan.
Veda sebelumnya sempat mengakui mengalami kendala saat suhu lintasan rendah karena grip ban menjadi kurang optimal. Situasi serupa berpotensi kembali terjadi apabila kondisi cuaca di Mugello berubah selama balapan berlangsung.
Selain faktor cuaca, manajemen ban juga menjadi perhatian utama. Evaluasi dari beberapa seri sebelumnya menunjukkan Veda masih cenderung terlalu agresif pada awal balapan sehingga ban mengalami penurunan performa pada putaran-putaran terakhir.
Persaingan Moto3 Diprediksi Semakin Ketat
Tantangan lain datang dari sisi teknis motor. Sebagai pembalap Honda Team Asia, Veda harus menghadapi dominasi motor KTM dan CFMoto yang sepanjang musim ini tampil kompetitif, terutama saat akselerasi keluar tikungan.
Faktor kualifikasi juga diperkirakan sangat menentukan hasil balapan. Dalam beberapa seri sebelumnya, Veda beberapa kali harus memulai balapan dari posisi tengah hingga belakang, seperti P20 di Catalunya dan P17 di Jerez.
Di Mugello, posisi start menjadi sangat penting karena tikungan pertama San Donato kerap menjadi lokasi insiden akibat padatnya rombongan pembalap.
Tak hanya itu, tekanan juga datang dari persaingan gelar Rookie of the Year. Saat ini Veda masih berada di posisi terdepan dalam klasemen rookie sehingga setiap poin memiliki arti penting untuk mempertahankan keunggulannya dari para pesaing.
Baca Juga: Analisa Lucy Wiryono Moto3: Sentil Netizen yang Sebut Veda Ega Pratama Udik Saat Selebrasi Podium!
Jika mampu mengamankan posisi start di dua baris terdepan saat sesi kualifikasi, peluang Veda untuk bersaing di kelompok depan diperkirakan akan semakin besar.
Rekor Double Winner Jadi Modal Berharga
Di balik berbagai tantangan tersebut, Mugello justru menjadi salah satu sirkuit favorit Veda Ega Pratama.
Pada Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, pembalap asal Gunungkidul itu sukses mencetak sejarah dengan memenangkan Race 1 dan Race 2 sekaligus.
Kemenangan kedua bahkan diraih secara dramatis setelah Veda unggul tipis hanya 0,011 detik melalui manuver slipstream di trek lurus terakhir.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa karakter Mugello cukup sesuai dengan gaya balap agresif Veda yang dikenal berani memaksimalkan kecepatan di lintasan lurus.
Musim ini Veda juga sempat mencatatkan kecepatan puncak yang kompetitif di Moto3 sehingga lintasan lurus Mugello berpotensi menjadi salah satu keunggulannya.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Assen, Bangkit dari Crash hingga Bikin Hiroshi Aoyama Menangis
Saat ini Veda menempati posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 58 poin sekaligus memimpin persaingan pembalap rookie musim 2026.
Kemampuan melakukan comeback juga menjadi nilai tambah. Veda pernah membuktikan mampu finis di posisi delapan setelah memulai balapan dari urutan ke-20 pada seri Catalunya.
Melihat rekam jejak tersebut, peluang podium di Mugello tetap terbuka. Namun hasil akhirnya akan sangat bergantung pada performa saat kualifikasi, strategi penggunaan ban, kondisi cuaca, serta kemampuannya menjaga konsistensi hingga lap terakhir.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari