Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 Jerman 2026, Rahasia Latihan Khusus Honda Team Asia Terungkap

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:06 WIB
Veda Ega Pratama menjalani latihan khusus Honda Team Asia jelang Moto3 Jerman 2026. Modal juara Sachsenring jadi harapan bangkit usai crash di Assen (Pinterest)
Veda Ega Pratama menjalani latihan khusus Honda Team Asia jelang Moto3 Jerman 2026. Modal juara Sachsenring jadi harapan bangkit usai crash di Assen (Pinterest)

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMVeda Ega Pratama memasuki seri Moto3 Jerman 2026 dengan modal yang jauh lebih matang usai menjalani program latihan intensif bersama Honda Team Asia. Pembalap muda Indonesia itu bertekad bangkit setelah gagal finis akibat kecelakaan pada balapan sebelumnya di Assen.

Jelang Moto3 Jerman 2026 yang digelar di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli, Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena target kebangkitan, tetapi juga karena metode latihan khusus yang dijalani bersama Honda Team Asia di Sirkuit Alcarras, Spanyol.

Persiapan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Feda Ega Pratama menghadapi salah satu seri paling menantang musim ini. Terlebih, Sachsenring bukan lintasan asing bagi rider asal Gunungkidul tersebut karena pernah mencicipi kemenangan di sana saat tampil di Red Bull Rookies Cup 2025.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 Jerman, Latihan Intensif Jadi Modal Besar Kejar Podium Sachsenring

Latihan Intensif Bersama Honda Team Asia

Pada Sabtu (4/7), Honda Team Asia menggelar sesi latihan di Sirkuit Alcarras yang diikuti Feda Ega Pratama, Tayo Furusato, dan Mario Aji. Latihan ini juga dipantau langsung oleh Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Mario Aji terlihat mulai kembali mengendarai motor setelah menjalani masa pemulihan cedera. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kesiapannya tampil di Moto2 Jerman.

Sementara itu, perhatian justru tertuju kepada Feda yang menggunakan motor Honda berkelir putih polos. Dalam sejumlah foto yang dibagikan Honda Team Asia, pembalap Indonesia tersebut tampak berdiskusi cukup intens dengan Hiroshi Aoyama, sementara Furusato dan Mario Aji menyimak pembicaraan tersebut.

Melalui Instagram Story miliknya, Feda juga memperlihatkan aksi menjajal setiap tikungan dan elevasi khas Alcarras sebagai bagian dari program latihan.

Bukan Sekadar Menambah Jam Terbang

Alcarras ternyata bukan dipilih tanpa alasan. Sirkuit ini telah menjadi lokasi latihan rutin Honda Team Asia karena memiliki karakter yang sangat mendukung pengembangan teknik balap.

Lintasan yang lebih sempit membuat pembalap dituntut memiliki presisi tinggi saat menentukan titik pengereman. Kemampuan braking menjadi salah satu kekuatan utama Feda yang terus diasah menjelang balapan.

Selain itu, karakter tikungan mengalir di Alcarras membantu meningkatkan teknik cornering agar pembalap mampu mempertahankan kecepatan tanpa kehilangan momentum.

Program latihan juga mencakup sesi flat track di lintasan tanah yang sering digunakan Marc Marquez dan Alex Marquez. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengendalikan motor ketika mengalami sliding.

Tak hanya itu, Feda juga sempat berlatih teknik freestyle seperti stoppie untuk mempertajam feeling pengereman sekaligus distribusi bobot motor saat memasuki tikungan.

Baca Juga: MotoGP Jerman 2026: Fadillah Ega Pratama Bidik Kebangkitan, Marc Marquez Siap Kuasai Sachsenring Lagi

Modal Juara di Sachsenring

Meski gagal finis di Assen akibat insiden sliding, performa Feda sebenarnya sempat mengesankan. Ia bahkan sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya terjatuh.

Kini seluruh fokus diarahkan menuju Sachsenring, sirkuit yang menyimpan kenangan manis bagi pembalap Indonesia tersebut.

Pada Red Bull Rookies Cup 2025, Feda sukses memenangi race kedua di Sachsenring setelah sebelumnya finis keempat pada race pertama yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah.

Kemenangan tersebut semakin dikenang karena Feda berhasil mengumandangkan Indonesia Raya di Jerman. Selebrasi Aura Farming yang dilakukan di atas motor juga sempat viral karena mirip dengan selebrasi Marc Marquez.

Bekal pengalaman positif itu menjadi modal penting menghadapi Moto3 Jerman 2026.

Persaingan Dipastikan Semakin Ketat

Meski memiliki catatan manis di Sachsenring, jalan Feda menuju podium dipastikan tidak mudah. Persaingan Moto3 musim ini semakin kompetitif dengan hadirnya sejumlah rival tangguh.

Nama-nama seperti Maximo Quiles, Hakim Danish, hingga Brian Uriarte diprediksi kembali menjadi ancaman serius. Ketiganya tampil konsisten sepanjang musim dan beberapa kali bersaing di barisan depan.

Meski demikian, Feda optimistis mampu kembali bertarung di kelompok terdepan. Target utamanya adalah melupakan kegagalan di Assen dan kembali mengumpulkan poin maksimal.

Apabila mampu memaksimalkan hasil latihan di Alcarras, bukan tidak mungkin pembalap Honda Team Asia tersebut kembali menciptakan kejutan di Sachsenring seperti yang pernah dilakukannya pada Red Bull Rookies Cup tahun lalu.

Seluruh pencinta balap Indonesia pun berharap Feda Ega Pratama mampu mengulang suksesnya di Jerman sekaligus membuka peluang meraih podium pertamanya pada musim Moto3 2026.

Baca Juga: Bos Honda Sebut Crash Veda Ega Pratama Bukan Kerugian, Justru Jadi Modal Emas Menuju MotoGP?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Red Bull Rookies Cup #Moto3 Jerman 2026 #Sachsenring