Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly Usai Crash Assen, Siap Bangkit di Moto3 Jerman 2026

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:14 WIB
Veda Ega Pratama mendapat sponsor Liqui Moly usai crash di Assen. Pembalap Honda Team Asia itu siap bangkit menghadapi Moto3 Jerman 2026 di Sachsenring (Pinterest).
Veda Ega Pratama mendapat sponsor Liqui Moly usai crash di Assen. Pembalap Honda Team Asia itu siap bangkit menghadapi Moto3 Jerman 2026 di Sachsenring (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama mendapat angin segar jelang Moto3 Jerman 2026. Meski gagal finis akibat kecelakaan high side pada seri Assen, Belanda, pembalap muda Indonesia itu justru menerima dukungan dari sponsor internasional, Liqui Moly. Kehadiran perusahaan pelumas asal Jerman tersebut menjadi bukti bahwa performa Veda tetap mendapat perhatian dunia balap.

Nama Veda Ega Pratama memang menjadi salah satu rookie yang paling banyak dibicarakan sepanjang Moto3 2026. Aksi beraninya bersama Honda Team Asia memperlihatkan bahwa pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mampu bersaing dengan para rider Eropa meski menggunakan motor yang dinilai belum sekompetitif rival-rivalnya.

Dukungan Liqui Moly pun menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk menghadapi seri Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026. Selain meningkatkan kepercayaan diri, kerja sama tersebut menunjukkan bahwa talenta pembalap Indonesia mulai mendapat pengakuan dari industri motorsport internasional.

Baca Juga: Bos Honda Sebut Crash Veda Ega Pratama Bukan Kerugian, Justru Jadi Modal Emas Menuju MotoGP?

Crash di Assen Tak Menghapus Performa Impresif

Balapan Moto3 Belanda di Sirkuit Assen menjadi salah satu akhir pekan paling emosional bagi Veda. Setelah sempat mengalami insiden pada sesi latihan bebas, ia berhasil bangkit dengan lolos dari Q1 menuju Q2.

Perjuangan tersebut berlanjut saat balapan utama. Memulai lomba dari posisi ketujuh, Veda langsung tampil agresif sejak lap awal. Ia berhasil melewati beberapa pembalap papan atas dan bahkan sempat memimpin jalannya balapan.

Sayangnya, memasuki lap kedelapan, Veda mengalami kehilangan traksi pada ban belakang motornya. Insiden high side membuatnya terlempar dari motor sehingga gagal melanjutkan perlombaan dan harus mengakhiri balapan lebih cepat.

Meski gagal meraih poin, penampilan Veda justru mendapat banyak apresiasi karena mampu menunjukkan kecepatan yang kompetitif di tengah dominasi motor KTM dan Husqvarna.

Liqui Moly Lihat Potensi Besar Veda

Kegagalan finis ternyata tidak membuat citra Veda menurun. Sebaliknya, performanya di Assen menjadi alasan utama Liqui Moly menjalin kerja sama hingga akhir musim Moto3 2026.

Liqui Moly merupakan salah satu perusahaan pelumas terbesar asal Jerman yang telah lama aktif mendukung berbagai ajang balap internasional. Perusahaan tersebut dikenal selektif dalam memilih pembalap yang akan didukung.

Masuknya Liqui Moly menunjukkan bahwa Veda dinilai memiliki prospek besar sebagai salah satu pembalap muda yang berpotensi berkembang di level dunia.

Kini, dukungan terhadap Veda semakin lengkap. Selain Astra Honda Motor, ia juga memperoleh dukungan dari Red Bull, Arai, Alpinestars, serta sponsor-sponsor lain yang mendukung kiprahnya di Moto3.

Baca Juga: MotoGP Jerman 2026: Fadillah Ega Pratama Bidik Kebangkitan, Marc Marquez Siap Kuasai Sachsenring Lagi

Honda Team Asia Punya Harapan Baru

Sepanjang musim 2026, Honda belum mampu mendominasi persaingan Moto3 seperti KTM. Namun, performa Veda membuat Honda Team Asia tetap memiliki alasan untuk optimistis.

Dengan Honda NSF250RW yang dinilai masih kalah kompetitif, Veda tetap mampu tampil di kelompok depan dan memberikan perlawanan kepada para pembalap unggulan.

Kemampuan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pembalap masih menjadi faktor penentu dalam persaingan Moto3.

Tidak sedikit pengamat yang menilai apabila Veda suatu saat mendapatkan motor dengan paket yang lebih kompetitif, peluangnya meraih kemenangan akan semakin besar.

Persaingan Rookie Makin Sengit

Selain fokus memburu hasil maksimal di Sachsenring, Veda juga masih bersaing ketat dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish, dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026.

Kedua pembalap sama-sama tampil impresif sepanjang musim debut mereka. Persaingan tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga seri-seri terakhir musim ini.

Di Malaysia sendiri, keberhasilan Hakim Danish meraih kemenangan membuat pemerintah setempat semakin serius mengembangkan pembinaan pembalap muda melalui berbagai program balap nasional.

Sementara itu, Indonesia berharap Veda mampu menjaga konsistensi agar terus menjadi wakil Merah Putih yang bersaing di level tertinggi Moto3.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Jerman 2026: Fadillah Ega Pratama Berburu Kebangkitan, Marc Marquez Bidik Kemenangan Ketiga

Fokus Bangkit di Sachsenring

Usai insiden di Assen, Veda memilih tidak mencari kambing hitam. Ia mengakui kecelakaan yang dialaminya terjadi akibat kehilangan traksi saat berusaha mengejar rombongan terdepan.

Sikap sportif tersebut mendapat apresiasi dari banyak penggemar balap karena menunjukkan kedewasaan seorang pembalap muda.

Dengan bekal pengalaman berharga dari Assen, tambahan dukungan sponsor internasional, serta motivasi tinggi untuk bangkit, Veda Ega Pratama kini menatap Moto3 Jerman 2026 dengan optimisme besar.

Seri di Sachsenring akan menjadi kesempatan penting bagi pembalap Honda Team Asia tersebut untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali bersaing di barisan depan dan terus mengharumkan nama Indonesia di ajang balap dunia.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Assen 2026 #Moto3 Jerman 2026 #Liqui Moly