TRENGGALEKNENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama diprediksi memiliki peluang besar tampil kompetitif pada seri Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Karakter gaya balap pembalap muda Indonesia tersebut dinilai sangat sesuai dengan karakter lintasan yang lebih mengutamakan teknik, ritme, dan kemampuan menikung dibanding kecepatan puncak motor.
Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit paling unik dalam kalender MotoGP. Berbeda dengan Mugello atau Barcelona yang memiliki trek lurus panjang, lintasan sepanjang 3,67 kilometer di Jerman itu justru dipenuhi tikungan teknikal yang menuntut presisi tinggi dari setiap pembalap. Kondisi tersebut diyakini menjadi keuntungan bagi Veda Ega Pratama, yang selama musim Moto3 2026 menunjukkan kekuatan pada sektor pengereman dan corner speed.
Analisis tersebut disampaikan dalam ulasan kanal YouTube Review of The Race. Dalam pembahasannya, disebutkan bahwa karakter balap Veda memiliki sejumlah kesamaan dengan tipe pembalap yang selama ini sukses di Sachsenring, termasuk juara dunia MotoGP Marc Marquez.
Sachsenring Lebih Mengutamakan Teknik
Sachsenring merupakan sirkuit berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) dengan total 13 tikungan, terdiri dari 10 tikungan ke kiri dan hanya tiga tikungan ke kanan. Lebar lintasan sekitar 12 meter menjadikannya salah satu trek tersempit dalam kalender MotoGP.
Karakter tersebut membuat pembalap lebih banyak mengandalkan kemampuan menjaga kecepatan saat menikung dibanding mengandalkan top speed di lintasan lurus. Trek lurus terpanjang di Sachsenring hanya sekitar 700 meter.
Selain itu, lintasan juga memiliki banyak perubahan elevasi yang membuat pembalap harus menjaga ritme sejak tikungan pertama hingga terakhir.
Salah satu sektor paling ikonik adalah tikungan ke-11 yang dikenal dengan sebutan Waterfall. Tikungan menurun ke arah kanan itu kerap menjadi titik rawan karena ban sisi kanan masih relatif dingin setelah pembalap melewati rangkaian tikungan kiri.
Gaya Balap Veda Dinilai Sangat Cocok
Berdasarkan analisis tersebut, kekuatan terbesar Veda terletak pada kemampuan melakukan late braking, menjaga kecepatan minimum saat memasuki tikungan, serta keluar tikungan tanpa kehilangan banyak momentum.
Karakter itu dianggap sesuai dengan kebutuhan Sachsenring yang dipenuhi tikungan cepat dan kombinasi lintasan flowing.
Selain itu, Veda juga dinilai memiliki gaya balap yang cukup halus dalam mengendalikan motor. Ia tidak terlalu sering membuat ban mengalami sliding sehingga potensi menjaga performa ban hingga lap-lap akhir menjadi lebih besar.
Kemampuan tersebut diperkirakan menjadi modal penting ketika balapan memasuki fase penentuan.
Honda Berpeluang Mendapat Keuntungan
Karakter Sachsenring juga dinilai sedikit menguntungkan Honda Team Asia.
Sepanjang musim ini, Honda memang kalah dalam hal top speed dibanding motor KTM. Namun kondisi itu tidak terlalu menjadi kelemahan di Sachsenring karena lintasan lebih menitikberatkan kemampuan menikung dan pengereman.
Apabila Veda mampu memaksimalkan kekuatan tersebut, peluang bersaing dengan para pembalap KTM maupun Husqvarna dinilai tetap terbuka.
Tantangan yang Harus Diwaspadai
Meski dinilai cocok, Veda tetap memiliki sejumlah tantangan.
Yang pertama adalah tikungan ke-11 atau Waterfall. Setelah melewati 10 tikungan kiri, ban kanan belum mencapai temperatur ideal sehingga risiko kehilangan grip cukup besar.
Kondisi itu membuat pembalap harus sangat hati-hati agar tidak mengalami insiden high side maupun low side.
Tantangan berikutnya adalah peluang menyalip yang relatif sedikit. Lebar lintasan yang hanya sekitar 12 meter membuat posisi start menjadi faktor yang sangat menentukan.
Karena itu, Veda dituntut memperoleh hasil maksimal sejak sesi latihan bebas, practice, hingga kualifikasi agar bisa memulai balapan dari barisan depan.
Dinilai Punya Kemiripan dengan Marc Marquez
Analisis tersebut juga menyoroti adanya beberapa kemiripan karakter balap Veda dengan Marc Marquez.
Keduanya sama-sama mengandalkan corner speed dibanding top speed, memiliki kemampuan late braking yang baik, serta mampu mempertahankan kecepatan saat motor berada pada sudut kemiringan tinggi.
Marquez sendiri merupakan pembalap tersukses di Sachsenring dengan sembilan kemenangan di kelas MotoGP. Keberhasilannya tidak lepas dari kemampuannya menjaga kecepatan di tikungan kiri yang mendominasi sirkuit tersebut.
Meski demikian, pembahasan tersebut menegaskan bahwa level pengalaman Marquez tentu masih jauh di atas Veda. Namun, sejumlah karakter dasar yang dimiliki pembalap Indonesia itu dianggap berpotensi membuatnya tampil kompetitif di Sachsenring.
Moto3 Jerman 2026 pun menjadi kesempatan penting bagi Veda Ega Pratama untuk membuktikan kualitasnya. Apabila mampu menemukan setelan motor yang tepat sejak latihan bebas dan meraih posisi start yang baik, peluang pembalap Honda Team Asia itu untuk bersaing di kelompok depan dinilai cukup terbuka.
Editor : Fadhilah Salsa Bella