Cristiano Ronaldo pensiun dari Piala Dunia menjadi sorotan dunia setelah megabintang Portugal itu mengakui bahwa turnamen yang baru saja dijalaninya merupakan Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Portugal tersingkir dari kompetisi setelah kalah tipis dari Spanyol dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Meski harus mengakhiri perjalanan lebih cepat, Cristiano Ronaldo mengaku menerima hasil tersebut dengan lapang dada.
Ia menilai pertandingan berjalan sangat seimbang dan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk meraih kemenangan.
Menurut Ronaldo, Spanyol hanya sedikit lebih beruntung karena mampu mencetak gol pada momen-momen akhir pertandingan.
Baginya, itulah sepak bola, di mana hasil akhir sering kali ditentukan oleh detail kecil yang sulit diprediksi.
Ronaldo Nilai Pertandingan Berjalan Seimbang
Dalam keterangannya kepada media, Ronaldo mengatakan laga berlangsung ketat sejak awal hingga akhir.
Ia menganggap Portugal telah memberikan perlawanan maksimal kepada Spanyol.
"Pertandingan sangat seimbang dan bisa dimenangkan oleh siapa saja. Spanyol memiliki sedikit keberuntungan karena berhasil mencetak gol di akhir laga. Secara keseluruhan pertandingan berlangsung sangat kompetitif," ungkap Ronaldo.
Kekalahan tersebut membuat langkah Portugal di Piala Dunia harus terhenti.
Meski demikian, kapten tim berjuluk Selecao das Quinas itu tidak ingin larut dalam kekecewaan.
Baca Juga: Bos Honda Sebut Crash Veda Ega Pratama Bukan Kerugian, Justru Jadi Modal Emas Menuju MotoGP?
Ronaldo mengaku sedih karena gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh.
Namun ia merasa telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya selama membela Portugal di turnamen tersebut.
Cristiano Ronaldo Pastikan Ini Piala Dunia Terakhir
Momen paling emosional muncul ketika Ronaldo secara terbuka mengonfirmasi bahwa turnamen kali ini merupakan Piala Dunia terakhir dalam karier profesionalnya.
Pernyataan itu sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kemungkinan dirinya tampil lagi pada edisi berikutnya.
Meski demikian, Ronaldo belum ingin terburu-buru menentukan langkah berikutnya dalam karier sepak bolanya.
Ia mengaku ingin menikmati waktu bersama keluarga terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan besar mengenai masa depannya.
"Saya akan punya waktu untuk berpikir, bersama keluarga, dan tidak ingin mengambil keputusan dengan kepala panas," ujarnya.
Tetap Bangga dengan Prestasi Bersama Portugal
Meski gagal mengangkat trofi Piala Dunia, Ronaldo menegaskan dirinya tetap bangga terhadap seluruh pencapaiannya bersama Timnas Portugal.
Ia mengingatkan bahwa sebelum dirinya memperkuat tim nasional, Portugal belum pernah meraih gelar internasional.
Bersama generasinya, Portugal berhasil mencatat sejarah dengan meraih tiga trofi bergengsi.
Bagi Ronaldo, gelar yang diraih Portugal pada tahun 2016 memiliki makna yang sangat besar dalam perjalanan kariernya.
Bahkan, ia menilai prestasi tersebut memiliki nilai emosional yang setara dengan menjuarai Piala Dunia.
Karena itu, ia menolak menganggap kariernya bersama tim nasional sebagai sebuah kegagalan hanya karena belum berhasil mengangkat trofi Piala Dunia.
"Saya bangun pagi ini dengan hati yang tenang. Saya sudah memberikan yang terbaik. Saya memenangkan tiga gelar bersama Portugal. Sebelum itu Portugal belum pernah memenangkan apa pun. Saya sangat bahagia dengan apa yang telah kami capai," katanya.
Menutup Babak Baru dengan Kepala Tegak
Di akhir pernyataannya, Cristiano Ronaldo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki penyesalan atas perjalanan panjangnya bersama Portugal.
Ia memilih menerima kenyataan bahwa dalam sepak bola ada kemenangan dan ada pula kekalahan.
Menurutnya, kehidupan seorang pesepak bola memang selalu diwarnai dua sisi tersebut.
Yang terpenting adalah memberikan usaha maksimal di setiap kesempatan.
Kini, setelah memastikan Piala Dunia terakhirnya telah berakhir, Ronaldo memilih menatap masa depan dengan optimistis.
Ia percaya hidup akan terus berjalan dan setiap akhir merupakan awal dari perjalanan baru, baik bagi dirinya maupun Timnas Portugal.
Editor : Jonathan Alinskie Winata