Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Diunggulkan Bangkit di Moto3 Jerman 2026, Simulasi Podium Kedua Jadi Sorotan

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:07 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 menjadi sorotan jelang GP Sachsenring. Simulasi podium kedua ramai dibahas, publik berharap Veda bangkit usai GP Belanda (Pinterest).
Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 menjadi sorotan jelang GP Sachsenring. Simulasi podium kedua ramai dibahas, publik berharap Veda bangkit usai GP Belanda (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta balap motor Tanah Air. Pembalap muda asal Gunungkidul itu mendapat sorotan setelah beredar sebuah simulasi balapan yang menggambarkan peluangnya bangkit dan meraih podium pada seri Moto3 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring.

Narasi yang ramai dibahas tersebut muncul setelah Veda mengalami akhir pekan yang sulit pada seri sebelumnya di GP Belanda. Meski gagal menyelesaikan balapan usai mengalami kecelakaan, performa Veda sebelum insiden dinilai menunjukkan potensi besar untuk kembali bersaing di barisan depan Moto3 musim 2026.

Tak heran jika menjelang Moto3 GP Jerman, banyak pendukung berharap Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026 mampu tampil kompetitif. Sachsenring bahkan dianggap sebagai salah satu sirkuit yang berpotensi menghadirkan kebangkitan pembalap binaan Astra Honda tersebut.

Simulasi Gambarkan Veda Finis Podium Kedua

Dalam video yang beredar di media sosial dan YouTube, Veda digambarkan mampu bangkit dari situasi sulit setelah memulai balapan dari posisi belakang akibat hukuman penalti.

Narasi tersebut menceritakan Veda melakukan start impresif, menyalip sejumlah pembalap papan atas, hingga akhirnya finis di posisi kedua di belakang Alvaro Carpe. Bahkan disebutkan pembalap Indonesia itu berhasil mencetak fastest lap dan menjadi rider Honda terbaik pada balapan tersebut.

Video tersebut juga menggambarkan duel sengit Veda melawan David Almansa, Hakim Danish, hingga Maximo Quiles dalam perebutan podium di Sachsenring.

Namun, pada bagian akhir video, pembuat konten menegaskan bahwa seluruh jalannya balapan tersebut hanyalah simulasi, prediksi, sekaligus doa dari para pendukung menjelang balapan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan.

Baca Juga: MotoGP Jerman 2026: Fadillah Ega Pratama Bidik Kebangkitan, Marc Marquez Siap Kuasai Sachsenring Lagi

Harapan Bangkit Setelah GP Belanda

Terlepas dari simulasi tersebut, Veda memang memiliki modal yang cukup baik menghadapi Sachsenring.

Pada GP Belanda sebelumnya, pembalap muda Indonesia itu sempat menunjukkan kecepatan kompetitif sebelum akhirnya mengalami kecelakaan yang membuatnya gagal finis.

Meski hasil akhirnya mengecewakan, performa Veda selama balapan mendapat apresiasi karena mampu bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.

Pengalaman tersebut diyakini menjadi bekal penting untuk tampil lebih matang ketika menghadapi karakter teknis Sachsenring yang terkenal didominasi tikungan kiri.

Dukungan Sponsor Terus Mengalir

Penampilan Veda sepanjang musim 2026 juga membuat namanya semakin dikenal di level internasional.

Dalam video tersebut disebutkan pembalap Honda Team Asia itu mendapat dukungan dari sejumlah sponsor besar seperti Red Bull, Arai, Alpinestars, Astra Honda Motor, hingga Idemitsu.

Masuknya sejumlah sponsor dinilai menjadi bukti bahwa talenta Veda mulai diperhitungkan di ajang balap dunia.

Kepercayaan sponsor tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi pembalap muda Indonesia untuk terus berkembang di Moto3.

Baca Juga: Bos Honda Sebut Crash Veda Ega Pratama Bukan Kerugian, Justru Jadi Modal Emas Menuju MotoGP?

Sachsenring Jadi Lintasan Favorit

Sachsenring bukanlah sirkuit yang asing bagi Veda.

Pada ajang Red Bull Rookies Cup musim sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul tersebut sempat menunjukkan performa kompetitif di lintasan Jerman itu.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan banyak pendukung optimistis Veda mampu tampil lebih baik ketika kembali mengaspal di Sachsenring bersama Honda Team Asia.

Karakter lintasan yang menuntut teknik pengereman, keseimbangan motor, serta keberanian memasuki tikungan menjadi tantangan yang harus dijawab Veda pada seri kali ini.

Publik Menanti Pembuktian

Meski simulasi podium kedua ramai dibicarakan di media sosial, hasil sesungguhnya tetap akan ditentukan saat balapan resmi berlangsung.

Para pendukung berharap Veda mampu melupakan hasil kurang memuaskan di GP Belanda dan menjadikan Moto3 GP Jerman sebagai momentum kebangkitan.

Apabila mampu tampil konsisten sejak sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan utama, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk meraih poin penting bahkan bersaing di barisan depan tentu terbuka lebar.

Kini seluruh perhatian pecinta balap motor Indonesia tertuju ke Sachsenring. Mereka menantikan apakah Veda Ega Pratama benar-benar mampu mewujudkan harapan besar yang selama ini ramai diperbincangkan dan mengukir prestasi membanggakan bagi Merah Putih di Moto3 2026.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026: Tampil Gemilang di Sachsenring, Rumor Naik ke MotoGP Menguat

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Jerman 2026 #GP Jerman 2026 #Sachsenring