Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Jalan Menuju Moto2 Makin Terbuka?

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:21 WIB
Veda Ega Pratama resmi mendapat dukungan Liqui Moly. Sponsor internasional ini memunculkan spekulasi peluang sang pembalap menuju Moto2 semakin terbuka (Pinterest).
Veda Ega Pratama resmi mendapat dukungan Liqui Moly. Sponsor internasional ini memunculkan spekulasi peluang sang pembalap menuju Moto2 semakin terbuka (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah resmi mendapat dukungan dari Liqui Moly, perusahaan pelumas asal Jerman yang dikenal aktif mendukung berbagai ajang balap dunia. Kehadiran sponsor internasional tersebut memunculkan spekulasi bahwa peluang pembalap muda Indonesia itu untuk melangkah ke Moto2 semakin terbuka lebar.

Nama Veda Ega Pratama memang tengah mencuri perhatian pada musim debutnya di Moto3 2026. Meski masih berstatus rookie, performanya beberapa kali mampu bersaing di rombongan depan bersama para pembalap yang lebih berpengalaman.

Masuknya Liqui Moly sebagai sponsor dinilai menjadi suntikan moral sekaligus menambah kepercayaan diri pembalap asal Gunungkidul tersebut dalam menjalani persaingan ketat di Kejuaraan Dunia Moto3.

Dukungan Sponsor Internasional Jadi Modal Penting

Di dunia balap modern, prestasi di lintasan memang menjadi faktor utama. Namun dukungan sponsor juga memiliki peran besar dalam menunjang perkembangan karier seorang pembalap.

Liqui Moly merupakan salah satu merek pelumas yang telah lama hadir di berbagai kejuaraan balap internasional. Karena itu, kerja sama dengan Veda dinilai menjadi sinyal positif bagi perjalanan karier pembalap muda Indonesia tersebut.

Meski demikian, belum ada informasi resmi yang menyebut kerja sama tersebut berkaitan dengan promosi Veda ke Moto2 ataupun kelas yang lebih tinggi.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bikin Aoyama Terpukau, Tampil Ganas Jajal Motor 750 CC di Sesi Latihan

Tampil Menjanjikan di Musim Debut

Performa Veda sepanjang Moto3 musim 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Ia beberapa kali mampu bersaing di kelompok depan meski harus beradaptasi dengan motor, karakter ban, hingga ketatnya persaingan di kelas Moto3.

Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak pihak mulai memberikan perhatian lebih kepada pembalap Indonesia berusia 17 tahun itu.

Drama Assen Jadi Pelajaran Berharga

Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi saat Moto3 GP Belanda di Sirkuit Assen.

Veda memulai akhir pekan dengan situasi sulit setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas. Meski demikian, ia mampu bangkit dari sesi kualifikasi pertama hingga mengamankan posisi start ketujuh.

Saat balapan berlangsung, Veda sempat merangsek ke barisan depan bahkan ikut bersaing memperebutkan posisi teratas. Sayangnya, insiden di tikungan membuatnya mengalami highside dan gagal menyelesaikan lomba.

Meski kehilangan peluang meraih poin, Veda memilih menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kemampuannya dalam membaca situasi balapan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly Usai Crash Assen, Siap Bangkit di Moto3 Jerman 2026

Rumor Valentino Rossi Belum Terkonfirmasi

Video yang beredar juga menyebut legenda MotoGP Valentino Rossi memberikan pujian terhadap mentalitas Veda usai insiden di Assen.

Namun hingga kini belum terdapat pernyataan resmi maupun sumber yang dapat mengonfirmasi klaim tersebut.

Karena itu, informasi mengenai komentar Valentino Rossi masih sebatas rumor yang beredar di kalangan penggemar balap.

Fokus Bangkit di Moto3 GP Jerman

Setelah melewati akhir pekan yang sulit di Belanda, perhatian Veda kini tertuju pada Moto3 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring.

Lintasan tersebut dikenal sangat teknikal dan lebih mengutamakan kemampuan menjaga kecepatan saat menikung dibanding sekadar top speed.

Karakter tersebut dinilai cukup sesuai dengan gaya balap Veda yang selama ini dikenal memiliki kemampuan pengereman yang baik serta cukup konsisten ketika melibas tikungan.

Bagi Veda, balapan di Sachsenring menjadi kesempatan untuk kembali mengumpulkan poin sekaligus membuktikan bahwa kegagalan di Assen tidak memengaruhi mental bertandingnya.

Dengan dukungan sponsor internasional serta perkembangan performa yang terus meningkat, peluang Veda untuk terus berkembang di Kejuaraan Dunia Moto3 memang semakin besar. Namun perjalanan menuju Moto2 maupun MotoGP masih bergantung pada konsistensi hasil di lintasan serta kemampuan menjaga performa sepanjang musim.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Podium Moto3 Jerman 2026 Ternyata Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Moto2 #Sachsenring #Liqui Moly