TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Rumor mengenai Veda Ega Pratama ke Moto2 pada musim 2028 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta balap motor Indonesia. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah media dan komunitas penggemar MotoGP menyebut pembalap muda binaan Astra Honda Racing Team itu berpeluang mendapat promosi lebih cepat ke kelas Moto2. Namun, benarkah skenario tersebut sudah dipastikan?
Dalam beberapa hari terakhir, nama Veda Ega Pratama Moto2 2028 ramai dibahas di berbagai media sosial hingga forum penggemar balap. Spekulasi itu muncul seiring performa impresif Veda di ajang Moto3 yang dinilai menunjukkan perkembangan pesat sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia.
Meski demikian, berdasarkan penelusuran dan informasi yang disampaikan pengamat otomotif Iwan Banaran, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Honda maupun Astra Honda Racing Team mengenai kepastian promosi Veda ke Moto2 pada musim 2028.
Rumor Berasal dari Spekulasi Penggemar
Iwan Banaran menjelaskan bahwa isu tersebut bermula dari unggahan sejumlah komunitas balap dan pemberitaan media yang mengaitkan performa Veda dengan peluang naik kelas lebih cepat.
Dalam rumor tersebut disebutkan Honda tengah menyiapkan proyek jangka panjang untuk mengembangkan pembalap binaannya. Salah satu skenario yang berkembang adalah Veda akan mendapat kesempatan tampil di Moto2 pada musim 2028 apabila mampu mempertahankan konsistensi prestasinya.
Namun, seluruh informasi tersebut masih sebatas analisis dan spekulasi. Belum ada satu pun pernyataan resmi dari Honda Racing Corporation (HRC), Honda Team Asia, maupun manajemen Veda yang memastikan rencana tersebut.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Jalan Menuju Moto2 Makin Terbuka?
Honda Fokus pada Proses Pembinaan
Menurut Iwan Banaran, Astra Honda memiliki program pembinaan pembalap yang sangat terstruktur melalui jalur Road to MotoGP.
Dimulai dari Honda Dream Cup, Honda Racing School, JuniorGP, Red Bull Rookies Cup hingga Moto3, seluruh tahapan dirancang agar pembalap memperoleh pengalaman secara bertahap sebelum naik ke level berikutnya.
Karena itu, Honda disebut tidak ingin terburu-buru mendorong Veda naik kelas hanya karena tampil menjanjikan pada musim ini.
Justru target utama yang diberikan kepada Veda adalah memperbanyak pengalaman, memahami karakter motor Moto3, serta meningkatkan konsistensi hasil balapan.
Perbedaan Moto3 dan Moto2 Sangat Besar
Iwan Banaran juga menekankan bahwa perpindahan dari Moto3 ke Moto2 bukan sekadar naik kelas biasa.
Moto3 menggunakan motor bermesin satu silinder dengan bobot yang jauh lebih ringan dan minim perangkat elektronik.
Sebaliknya, Moto2 memiliki karakter motor yang jauh lebih kompleks dengan mesin tiga silinder, bobot lebih berat, sistem throttle by wire, hingga perangkat elektronik yang membutuhkan adaptasi lebih tinggi.
Perubahan karakter tersebut membuat pembalap harus memiliki pengalaman, kematangan, kemampuan teknis, hingga komunikasi yang baik dengan tim.
Karena alasan itulah Honda dinilai lebih memilih membiarkan Veda berkembang secara alami dibanding memberi tekanan dengan target promosi terlalu dini.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Dinilai Cocok Taklukkan Sachsenring, Ini Analisis Peluangnya di Moto3 Jerman 2026
Fokus Belajar di Moto3
Dalam kesempatan wawancara sebelumnya, Veda juga mengaku ingin fokus menjalani proses pembelajaran di Moto3.
Pembalap asal Gunungkidul itu memilih tidak berbicara terlalu jauh mengenai peluang tampil di Moto2 dan lebih memusatkan perhatian pada peningkatan performa bersama Honda Team Asia.
Menurut Iwan Banaran, musim 2026 masih menjadi fase belajar bagi Veda. Setelah memperoleh pengalaman yang cukup, barulah pada musim berikutnya Honda akan mengevaluasi perkembangan sang pembalap sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Dengan kata lain, peluang menuju Moto2 memang tetap terbuka apabila performa Veda terus meningkat. Namun keputusan tersebut baru akan dipertimbangkan berdasarkan hasil yang dicapai dalam beberapa musim mendatang.
Jangan Beri Tekanan Berlebihan
Iwan Banaran juga mengingatkan agar publik tidak memberikan tekanan berlebihan kepada Veda melalui berbagai spekulasi yang beredar.
Menurutnya, ekspektasi yang terlalu tinggi justru berpotensi mengganggu fokus pembalap muda tersebut dalam menjalani proses pengembangan karier.
Saat ini perhatian Veda tertuju pada persiapan menghadapi seri Moto3 Jerman di Sachsenring setelah sebelumnya mengalami kecelakaan pada balapan di Belanda.
Dengan waktu persiapan sekitar satu pekan, Veda diharapkan mampu bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaiknya bersama Honda Team Asia.
Hingga kini, rumor Veda Ega Pratama Moto2 2028 masih sebatas analisis berdasarkan perkembangan performa sang pembalap. Keputusan resmi sepenuhnya berada di tangan Honda yang akan mengevaluasi hasil Veda secara bertahap sesuai program pembinaan Road to MotoGP.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Gaspol Jelang Moto3 Jerman 2026, Latihan Motor Besar Jadi Sorotan
Editor : Fadhilah Salsa Bella