TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang Moto3 Jerman 2026. Pembalap muda Indonesia itu akan menghadapi duel penting melawan Hakim Danish di Sirkuit Sachsenring setelah keduanya sama-sama mengoleksi 82 poin pada klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3.
Persaingan Veda Ega Pratama Moto3 Jerman dipastikan menjadi salah satu cerita paling menarik pada seri ke-11 musim ini. Meski memiliki jumlah poin identik, posisi Hakim Danish masih berada satu tingkat di atas Veda berkat catatan hasil finis yang lebih baik.
Balapan di Sachsenring pun menjadi momentum penting bagi kedua rookie tersebut. Selain menjadi seri terakhir sebelum jeda musim panas, hasil di Jerman akan menentukan siapa yang membawa modal positif menuju paruh kedua musim Moto3 2026.
Klasemen Makin Ketat Usai Insiden Assen
Persaingan ketat ini tidak lepas dari hasil berbeda yang diraih kedua pembalap pada seri sebelumnya di Assen, Belanda.
Veda sebenarnya tampil sangat kompetitif. Memulai balapan dari posisi ketujuh, pembalap binaan Honda Team Asia itu bahkan sempat memimpin lomba setelah menyalip David Almansa dan bersaing di barisan depan bersama sejumlah pembalap papan atas.
Namun, harapan meraih poin besar sirna setelah Veda mengalami kecelakaan pada lap kedelapan. Gagal finis membuatnya pulang tanpa poin.
Sebaliknya, Hakim Danish mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan finis di posisi yang menghasilkan tambahan sembilan poin. Hasil itu membuat keduanya kini sama-sama mengumpulkan 82 poin, meski Danish unggul dalam urutan klasemen.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Hebohkan Jelang Moto3 Jerman, Benarkah Jajal Motor 750 cc Honda?
Sachsenring Dikenal Sebagai Sirkuit Paling Teknis
Sachsenring merupakan salah satu lintasan paling unik dalam kalender Moto3.
Sirkuit sepanjang 3,67 kilometer itu memiliki karakter anti-clockwise atau berlawanan arah jarum jam dengan dominasi tikungan kiri. Kondisi tersebut membuat sisi kiri ban bekerja jauh lebih keras dibanding sisi kanan sepanjang balapan.
Selain itu, lintasan yang sempit membuat peluang menyalip menjadi sangat terbatas. Pembalap dituntut menjaga ritme, presisi, serta manajemen ban hingga lap terakhir.
Karakter tersebut dinilai cukup sesuai dengan gaya balap Veda yang dikenal kuat dalam menjaga kecepatan di tikungan dan memiliki pengereman yang efektif.
Veda Punya Rekam Jejak Manis di Sachsenring
Kepercayaan diri Veda bertambah karena memiliki catatan positif di Sachsenring.
Pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, pembalap asal Gunungkidul itu berhasil menunjukkan performa luar biasa di sirkuit yang sama.
Pada race pertama, Veda finis di posisi keempat dalam kondisi lintasan basah.
Sementara pada race kedua, ia tampil spektakuler dengan melakukan comeback dari posisi ke-10 menuju kemenangan hanya dalam lima lap terakhir.
Penampilan tersebut menjadi bukti kemampuan Veda dalam mengelola ban sekaligus menjaga konsistensi saat para rival mulai kehilangan ritme balapan.
Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 Makin Kencang, Begini Penjelasan yang Sebenarnya
Hakim Danish Datang dengan Momentum Lebih Baik
Meski demikian, Hakim Danish bukan lawan yang mudah dikalahkan.
Pembalap asal Malaysia itu telah mengoleksi satu kemenangan dan satu podium musim ini. Konsistensi meraih hasil maksimal membuatnya mampu menyamai perolehan poin Veda meski memiliki gaya balap yang berbeda.
Jika Veda lebih dikenal tampil sabar dan menyerang pada akhir balapan, Danish justru sering tampil kuat sejak lap awal hingga garis finis.
Perbedaan karakter itulah yang diperkirakan akan membuat duel keduanya semakin menarik di Sachsenring.
Posisi Start Diprediksi Jadi Penentu
Selain kemampuan pembalap, posisi start diperkirakan akan menjadi faktor yang sangat menentukan.
Karakter Sachsenring yang sempit membuat peluang menyalip jauh lebih sulit dibandingkan sirkuit lain seperti Assen.
Karena itu, pembalap yang mampu mengamankan posisi depan sejak sesi kualifikasi akan memiliki keuntungan besar saat balapan berlangsung.
Apabila Veda berhasil memulai lomba dari barisan depan, peluangnya mengulang sukses di Sachsenring dinilai cukup terbuka.
Sebaliknya, jika harus start dari posisi belakang, perjuangannya dipastikan jauh lebih berat meski memiliki keunggulan dalam menjaga ritme balapan.
Tak hanya duel memperebutkan posisi klasemen, persaingan Veda dan Hakim Danish juga menjadi bagian dari perebutan gelar Rookie of the Year yang hingga kini masih dipimpin Brian Uriarte dengan 102 poin.
Moto3 Jerman pun diprediksi menjadi salah satu balapan paling krusial musim ini. Siapa yang mampu tampil lebih baik di Sachsenring akan membawa momentum positif menuju paruh kedua musim sekaligus menjaga asa mengejar posisi terdepan klasemen rookie.
Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama Naik Moto2 2028 Mencuat, Analisis Regulasi Baru Dinilai Jadi Peluang Emas
Editor : Fadhilah Salsa Bella