Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Siapkan Strategi Radikal di Moto3 Jerman 2026, Siap Bungkam Hakim Danish?

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 8 Juli 2026 | 12:06 WIB
Feda Ega Pratama menyiapkan strategi radikal bersama Honda Team Asia jelang Moto3 Jerman 2026. Duel sengit melawan Hakim Danish siap tersaji (Pinterest).
Feda Ega Pratama menyiapkan strategi radikal bersama Honda Team Asia jelang Moto3 Jerman 2026. Duel sengit melawan Hakim Danish siap tersaji (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Feda Ega Pratama menjadi sorotan menjelang seri Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Pembalap muda Indonesia itu disebut telah menyiapkan strategi khusus bersama Honda Team Asia usai mengalami kecelakaan pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Persiapan tersebut diyakini menjadi modal penting untuk kembali bersaing di papan depan.

Feda Ega Pratama datang ke Moto3 Jerman 2026 dengan motivasi tinggi. Selain ingin menebus hasil kurang maksimal di Belanda, rider asal Gunungkidul itu juga bertekad mempertahankan persaingan di klasemen sementara. Saat ini, Feda mengoleksi 82 poin, jumlah yang sama dengan rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish.

Persaingan Feda Ega Pratama dan Hakim Danish pun diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik pada balapan akhir pekan ini. Dengan selisih poin yang identik, hasil di Sachsenring dapat mengubah posisi keduanya dalam perebutan klasemen Moto3 musim 2026.

Baca Juga: Garap Avanza Hingga Vios, Bengkel RCNet 88 Bekasi Jadi Kiblat Modifikasi Mobil Simple Elegan Jabodetabek

Strategi Khusus Honda Team Asia Hadapi Sachsenring

Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit paling unik dalam kalender Moto3. Lintasan sepanjang 3,67 kilometer itu memiliki 11 tikungan kiri dan hanya dua tikungan kanan, sehingga membutuhkan karakter motor yang berbeda dibandingkan sirkuit lain.

Menghadapi tantangan tersebut, Honda Team Asia dikabarkan menyiapkan setelan motor yang berfokus pada stabilitas saat pengereman dan akselerasi keluar tikungan. Suspensi depan maupun belakang disebut disesuaikan agar motor tetap stabil ketika menghadapi tikungan berkecepatan rendah.

Selain itu, distribusi bobot motor juga disebut diatur secara khusus agar Feda lebih percaya diri membuka gas lebih awal saat keluar tikungan tanpa kehilangan traksi roda belakang.

Strategi lain yang menjadi perhatian adalah penggunaan ban kompon SC2 atau ban kasar. Pilihan tersebut diklaim berdasarkan evaluasi performa Feda pada balapan sebelumnya yang menunjukkan karakter ban tersebut lebih sesuai untuk sirkuit dengan dominasi tikungan kiri seperti Sachsenring.

Duel Panas dengan Hakim Danish

Selain persoalan teknis, persaingan Feda dengan Hakim Danish turut memanaskan atmosfer menjelang balapan.

Dalam narasi video disebutkan bahwa Hakim Danish sempat menyindir keputusan Feda yang tetap menjalani latihan intensif selama masa jeda kompetisi. Sebaliknya, Feda memilih mengorbankan waktu liburnya demi meningkatkan kesiapan fisik dan adaptasi terhadap karakter lintasan Jerman.

Persaingan keduanya dipastikan menjadi perhatian karena sama-sama membawa nama Asia Tenggara di ajang Moto3. Dengan poin yang identik, finis di posisi lima besar berpotensi mengubah peta persaingan klasemen sementara.

Baca Juga: Resep Modifikasi Mobil Harian Nyaman dan Bertenaga: Ikuti Kata Hati, Saling Menghormati Selera Otomotif

Performa Feda Jadi Sorotan

Narasi video juga menyebut performa Feda mendapat perhatian dari sejumlah tokoh paddock MotoGP. Bahkan, disebutkan ada pujian terhadap etos kerja pembalap Indonesia tersebut karena tetap menjalani latihan intensif setelah mengalami kecelakaan di Assen.

Meski demikian, sejumlah pernyataan yang dikutip dalam video tidak disertai sumber resmi maupun konfirmasi langsung dari pihak terkait sehingga masih perlu dipandang sebagai bagian dari narasi konten dan bukan pernyataan yang telah terverifikasi.

Yang pasti, Feda memang menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim Moto3 2026. Konsistensinya membuat pembalap muda Indonesia itu mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat yang mampu bersaing di barisan depan.

Sachsenring Menjadi Lintasan Favorit

Optimisme terhadap peluang Feda juga muncul karena rekam jejaknya di Sachsenring. Pada musim 2025 di ajang Red Bull Rookies Cup, Feda berhasil meraih kemenangan di sirkuit tersebut setelah tampil impresif sepanjang akhir pekan balapan.

Catatan tersebut menjadi modal psikologis yang cukup penting menjelang Moto3 Jerman 2026. Karakter lintasan yang telah dikenalnya diharapkan mampu membantu proses adaptasi selama latihan bebas hingga balapan utama.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa sebagian isi video yang beredar merupakan simulasi, prediksi, dan harapan penggemar terhadap peluang Feda. Pada bagian akhir video bahkan ditegaskan bahwa cerita mengenai podium, komentar sejumlah tokoh, hingga hasil balapan merupakan ilustrasi sebelum balapan resmi digelar.

Balapan Moto3 Jerman 2026 sendiri baru akan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026. Penampilan Feda Ega Pratama di Sachsenring pun menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh pecinta balap motor Indonesia. Apabila mampu tampil konsisten dan memaksimalkan strategi yang telah dipersiapkan bersama Honda Team Asia, peluang membawa pulang poin penting sekaligus memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka lebar.

Baca Juga: Minim Bujet tapi Maksimal, Strategi Cerdas Konsep Modifikasi Suzuki Karimun Ramah Kantong

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hakim Danish #Moto3 Jerman 2026 #Sachsenring