TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan pecinta balap internasional. Pembalap muda Indonesia yang menjalani musim debut di Moto3 2026 itu mendapat suntikan kekuatan baru setelah resmi didukung Liqui Moly, perusahaan pelumas asal Jerman yang telah lama dikenal sebagai sponsor di ajang MotoGP.
Masuknya Liqui Moly menjadi sponsor resmi Veda Ega Pratama dinilai sebagai momentum penting dalam perjalanan karier sang rookie. Selain memperkuat dukungan finansial, kerja sama tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi Veda untuk menarik perhatian tim-tim papan atas yang berlaga di Moto2 hingga MotoGP.
Di tengah persaingan Moto3 yang sangat ketat, dukungan sponsor internasional menjadi salah satu faktor penting selain kemampuan di lintasan. Karena itu, kehadiran Liqui Moly dianggap sebagai modal besar bagi Veda Ega Pratama untuk terus berkembang dan membuktikan diri sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Veda Ega Pratama Bidik Tambahan Poin, Simak Klasemen Terbaru
Performa Veda Ega Pratama Terus Menanjak
Sebelum tampil di Moto3, Veda sudah mengoleksi banyak prestasi di level Asia. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu dikenal sebagai salah satu talenta terbaik binaan Astra Honda Racing Team yang sukses menembus kejuaraan dunia pada usia 17 tahun.
Meski masih berstatus rookie, grafik performanya terus meningkat sepanjang musim. Ia mulai mampu bersaing dengan para pembalap Eropa yang lebih berpengalaman dan beberapa kali tampil kompetitif di rombongan depan.
Perjalanan tersebut tidak mudah. Moto3 dikenal sebagai kelas dengan persaingan paling rapat, di mana selisih waktu antar pembalap hanya sepersekian detik. Kesalahan kecil saat mengerem, memilih racing line, atau membuka gas bisa membuat posisi pembalap langsung melorot.
Karena itulah dukungan sponsor besar seperti Liqui Moly dianggap memberikan ketenangan bagi Veda agar bisa fokus sepenuhnya pada performa di lintasan tanpa dibayangi persoalan nonteknis.
Drama di Sirkuit Assen Jadi Bukti Mental Juara
Salah satu momen paling menyita perhatian terjadi pada seri Assen, Belanda. Akhir pekan Veda diawali dengan situasi sulit setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas hingga motornya mengalami kerusakan.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia mampu bangkit dari sesi kualifikasi pertama dan berhasil mengamankan posisi start ketujuh.
Saat balapan berlangsung, Veda langsung tampil agresif. Ia merangsek ke rombongan depan bahkan sempat memimpin jalannya balapan di tengah tekanan para rider papan atas.
Sayangnya, persaingan sengit di tikungan keempat memicu insiden highside yang membuat motor Honda NSF250R miliknya terlempar ke area gravel. Kesempatan meraih poin pun akhirnya sirna setelah gagal menyelesaikan balapan.
Meski demikian, sikap Veda setelah insiden justru menuai banyak pujian. Ia tidak menyalahkan pembalap lain dan memilih melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.
Menurutnya, balapan di kelompok depan membutuhkan pengambilan keputusan yang tepat dalam hitungan detik, bukan hanya mengandalkan keberanian dan kecepatan.
Valentino Rossi hingga Honda Beri Apresiasi
Mentalitas dewasa yang ditunjukkan Veda Ega Pratama disebut menarik perhatian banyak pihak di paddock. Bahkan, legenda MotoGP Valentino Rossi dikabarkan mengapresiasi sikap pembalap muda Indonesia tersebut.
Rossi disebut melihat ketenangan dan kedewasaan yang biasanya dimiliki calon pembalap juara dunia. Pengalaman jatuh bangun di Eropa dianggap menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter seorang pembalap.
Baca Juga: Hoaks Veda Ega Pratama Podium Moto3 Jerman 2026, Begini Fakta Sebenarnya yang Diungkap Pembuat Video
Tak hanya itu, masuknya Liqui Moly juga dikabarkan membuat jajaran Honda semakin optimistis terhadap masa depan Veda. Performa yang terus membaik membuat pembalap Indonesia itu kini dipandang sebagai aset penting untuk pengembangan talenta di level dunia.
Jika mampu menjaga konsistensi pada seri-seri berikutnya, peluang Veda untuk naik ke Moto2 diprediksi semakin terbuka. Kehadiran sponsor internasional juga diyakini menjadi nilai tambah yang sangat diperhitungkan oleh tim-tim besar.
Kini fokus Veda tertuju pada seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Balapan tersebut menjadi kesempatan bagi pembalap muda Indonesia itu untuk menebus kegagalan di Assen sekaligus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi salah satu kandidat kuat promosi ke Moto2 pada musim mendatang.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Veda Ega Pratama Bidik Tambahan Poin, Simak Klasemen Terbaru
Dukungan sponsor, peningkatan performa, serta mental bertanding yang matang membuat harapan melihat Merah Putih kembali berkibar di podium dunia semakin besar.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari