Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 Makin Kencang, Iwanbanaran Bongkar Fakta dari Honda

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:25 WIB
Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 makin ramai. Iwanbanaran mengungkap fakta bahwa Honda belum pernah mengonfirmasi target promosi tersebut. (Youtube. com)
Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 makin ramai. Iwanbanaran mengungkap fakta bahwa Honda belum pernah mengonfirmasi target promosi tersebut. (Youtube. com)

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama kembali menjadi pusat perhatian pecinta balap motor Indonesia. Kali ini bukan karena hasil balapan di Moto3, melainkan rumor yang menyebut pembalap muda binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) itu bakal dipromosikan ke Moto2 pada musim 2028.

Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 semakin ramai diperbincangkan setelah beredar berbagai spekulasi di media sosial dan sejumlah media otomotif. Bahkan, banyak penggemar meyakini Honda telah menyiapkan rencana besar untuk mempercepat jenjang karier pembalap asal Gunungkidul tersebut.

Namun, pengamat sekaligus blogger otomotif Iwanbanaran menilai kabar tersebut masih sebatas analisis dan belum memiliki dasar resmi dari Honda maupun Honda Racing Corporation (HRC). Menurutnya, publik perlu membedakan antara spekulasi yang berkembang dengan roadmap pembinaan pembalap yang sebenarnya dijalankan oleh pabrikan Jepang tersebut.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Veda Ega Pratama Siap Berburu Poin, Ini Klasemen dan Line Up Rider

Honda Belum Pernah Mengonfirmasi Promosi ke Moto2

Dalam penjelasannya, Iwanbanaran mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun pernyataan resmi dari Astra Honda Racing Team maupun HRC yang menyebut Veda Ega Pratama akan naik ke Moto2 pada 2028.

Ia mengakui secara logika peluang tersebut memang terbuka apabila performa Veda terus meningkat sepanjang 2026 dan 2027. Apalagi, pembalap berusia 17 tahun itu sudah menunjukkan potensi besar sejak menjalani musim debut di Moto3.

Namun, keputusan promosi tidak hanya ditentukan oleh hasil balapan semata. Honda memiliki program penjenjangan yang panjang melalui Honda Dream Cup, Honda Racing School, Asia Talent Cup, JuniorGP, Red Bull Rookies Cup hingga akhirnya menuju Kejuaraan Dunia.

Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 Makin Kencang, Begini Penjelasan yang Sebenarnya

Karena itu, setiap pembalap harus melalui proses evaluasi secara bertahap sebelum benar-benar mendapatkan kesempatan naik kelas.

Perbedaan Moto3 dan Moto2 Jadi Tantangan Besar

Iwanbanaran juga menjelaskan bahwa perbedaan karakter motor Moto3 dan Moto2 menjadi alasan mengapa promosi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Motor Moto3 menggunakan mesin Honda NSF250RW satu silinder berkapasitas 250 cc dengan bobot sekitar 80 hingga 85 kilogram. Motor ini hampir tidak memiliki perangkat elektronik seperti traction control, engine brake control maupun anti-wheelie sehingga kemampuan pembalap menjadi faktor utama.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Jalan Menuju Moto2 Makin Terbuka?

Sementara itu, Moto2 menggunakan mesin Triumph tiga silinder 765 cc dengan bobot mencapai sekitar 140 hingga 145 kilogram. Selain tenaga yang jauh lebih besar, motor Moto2 juga dibekali teknologi elektronik seperti throttle by wire, engine brake control, traction control, hingga pengaturan telemetri yang lebih kompleks.

Perubahan tersebut membuat pembalap tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga memahami data teknis bersama engineer agar mampu menemukan setelan terbaik di setiap sirkuit.

Fokus Honda Masih Memberikan Pengalaman

Menurut Iwanbanaran, berdasarkan komunikasi dengan pihak yang terlibat dalam program pembinaan Honda Asia, fokus utama saat ini bukan mempromosikan Veda secepat mungkin ke Moto2.

Baca Juga: Ramai Sindiran Hakim Danish Soal Hasil Moto3 Jerman 2026 Veda Ega Pratama, Netizen Jangan Terkecoh Hoaks!

Manajemen justru ingin memberikan kesempatan kepada Veda untuk mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya selama tampil di Moto3.

Saat ditanya mengenai target kariernya, Veda juga memilih bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjalani setiap balapan dengan maksimal dan terus belajar memahami karakter motor serta sirkuit di Eropa.

Musim 2026 dinilai sebagai fase pembelajaran yang sangat penting. Karena itu, Honda tidak ingin memberikan tekanan tambahan kepada pembalap mudanya dengan target promosi yang terlalu dini.

Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama Naik Moto2 2028 Mencuat, Analisis Regulasi Baru Dinilai Jadi Peluang Emas

Spekulasi Dinilai Bisa Menjadi Tekanan Mental

Iwanbanaran mengingatkan agar penggemar tidak terlalu larut dalam berbagai spekulasi mengenai masa depan Veda Ega Pratama.

Menurutnya, ekspektasi publik yang terlalu tinggi justru berpotensi menjadi tekanan psikologis bagi pembalap muda yang masih menjalani proses adaptasi di level dunia.

Saat ini Veda juga tengah mempersiapkan diri menghadapi seri berikutnya di Sachsenring, Jerman, setelah mengalami hasil kurang memuaskan di Assen akibat insiden crash.

Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Hasil Moto3 Jerman 2026 Veda Ega Pratama Raih Podium Kedua, Ternyata Hoaks Gara-Gara Ini!

Dengan waktu persiapan yang singkat, dukungan terbaik dari masyarakat adalah memberikan ruang bagi Veda untuk fokus meningkatkan performa tanpa dibebani rumor promosi.

Jika perkembangan performanya terus berlanjut dan tersedia kursi di Moto2 pada waktu yang tepat, peluang promosi tentu akan terbuka. Namun untuk saat ini, Honda disebut masih memprioritaskan proses pembelajaran dibanding menetapkan target naik kelas pada 2028.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Astra Honda Racing Team #Moto2 2028 #Iwanbanaran