Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 Brasil, Air Mata Hiroshi Aoyama Jadi Sorotan

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:40 WIB
 Veda Ega Pratama mencetak sejarah lewat podium Moto3 Brasil. Air mata Hiroshi Aoyama dan perjuangan Honda Team Asia jadi sorotan dunia. (Youtube. com)
Veda Ega Pratama mencetak sejarah lewat podium Moto3 Brasil. Air mata Hiroshi Aoyama dan perjuangan Honda Team Asia jadi sorotan dunia. (Youtube. com)

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap setelah menorehkan hasil bersejarah pada seri Moto3 di Sirkuit Goiania, Brasil. Pembalap muda Indonesia itu sukses mengamankan podium ketiga usai menampilkan perjuangan luar biasa dari tengah persaingan ketat. Bukan hanya hasil finis yang menjadi sorotan, tetapi juga momen emosional ketika bos Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, terlihat berkaca-kaca menyambut keberhasilan anak didiknya.

Keberhasilan Veda Ega Pratama menjadi salah satu pencapaian terbesar bagi pembalap Indonesia di ajang Moto3. Podium tersebut dianggap sebagai bukti nyata perkembangan pesat pembalap asal Gunungkidul itu bersama Honda Team Asia sepanjang musim 2026. Bahkan, momen pelukan antara Veda dan Hiroshi Aoyama langsung menjadi perhatian karena menggambarkan besarnya perjuangan yang telah dilalui.

Hasil gemilang ini juga memperkuat posisi Veda Ega Pratama sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di kejuaraan dunia Moto3. Setelah sebelumnya finis lima besar di Thailand, pembalap berusia 17 tahun tersebut kembali membuktikan kapasitasnya dengan tampil kompetitif di lintasan yang dikenal sangat menantang.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Veda Ega Pratama Bidik Tambahan Poin, Simak Klasemen Terbaru

Awal Balapan Berjalan Sulit, Veda Sempat Terlempar dari Posisi Empat

Veda memulai balapan dari posisi start keempat, sebuah pencapaian yang menunjukkan peningkatan performa sejak sesi kualifikasi. Namun, situasi berubah drastis ketika rombongan pembalap memasuki tikungan pertama.

Agresivitas para pembalap Eropa membuat Veda kehilangan jalur ideal sehingga harus turun hingga posisi ketujuh pada lap pembuka. Di garasi Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama memilih tetap tenang sambil terus memantau data telemetri motor Honda NSF250RW yang digunakan pembalap Indonesia tersebut.

Motor Honda memang dikenal memiliki karakter presisi tinggi. Namun, dalam pertarungan rapat di tengah kelompok pembalap, tenaga mesin KTM dinilai masih sedikit lebih unggul saat akselerasi keluar tikungan. Kondisi itu membuat Veda harus bekerja lebih keras untuk kembali mengejar rombongan depan.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap, Veda Ega Pratama Siap Kejar Poin Penting di Sachsenring

Alih-alih panik, Veda justru mengubah pendekatan balapnya. Ia mulai memanfaatkan kekuatan pengereman motor Honda yang menjadi salah satu keunggulan utama dibanding rival-rivalnya.

Strategi Pengereman Jadi Senjata Rahasia Honda Team Asia

Memasuki pertengahan balapan, Veda mulai memperlihatkan konsistensi luar biasa. Ia melakukan pengereman sangat dalam di sejumlah tikungan tajam Goiania, bahkan beberapa kali membuat roda belakang motornya terangkat saat memasuki area pengereman.

Strategi tersebut terbukti efektif. Satu demi satu pembalap berhasil dilewati hingga Veda kembali masuk dalam perebutan podium.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Veda Ega Pratama Siap Berburu Poin, Ini Klasemen dan Line Up Rider

Data telemetri menunjukkan catatan waktu putaran Veda hampir setara dengan para pemimpin balapan meski ia harus bertarung di tengah rombongan. Di garasi Honda Team Asia, para mekanik terus memantau kondisi ban Pirelli yang bekerja sangat keras sepanjang balapan.

Puncak duel terjadi saat Veda mengejar pembalap Spanyol, Alvaro Carpe, yang saat itu menempati posisi ketiga. Selama sekitar 10 lap, keduanya saling bertukar tekanan dalam pertarungan yang berlangsung sangat ketat.

Veda beberapa kali menunjukkan roda depan motornya untuk memancing kesalahan lawan. Strategi psikologis tersebut membuat Carpe dipaksa bertahan lebih keras hingga kondisi bannya mulai mengalami penurunan performa.

Baca Juga: Geger! Hasil Moto3 Jerman 2026 Veda Ega Pratama Sabet Podium Dua Ternyata Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya

Podium Bersejarah Disambut Air Mata Hiroshi Aoyama

Dua lap menjelang finis menjadi titik penentu. Veda akhirnya melancarkan manuver berani di tikungan pertama dengan memanfaatkan celah sempit yang nyaris tidak tersedia. Kontak ringan antarmotor tidak terhindarkan, tetapi pembalap Indonesia itu berhasil merebut posisi ketiga.

Serangan balasan dari Carpe terus berlangsung hingga tikungan terakhir. Namun, berdasarkan data telemetri, konsistensi pengereman Veda menjadi pembeda utama. Ia mampu menjaga akurasi titik pengereman dengan selisih sekitar 0,1 detik di setiap lap meski kondisi ban mulai menurun.

Saat bendera finis dikibarkan, Veda resmi mengamankan podium ketiga sekaligus mencatat salah satu hasil terbaik Indonesia di ajang Moto3.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bikin Heboh Jelang Moto3 Jerman, Benarkah Jajal Motor 750 cc Honda?

Momen paling emosional terjadi setelah balapan usai. Veda tak kuasa menahan air mata ketika memasuki parc ferme. Di sisi lain, Hiroshi Aoyama yang selama ini dikenal tenang juga tampak berkaca-kaca sebelum memeluk pembalap muda Indonesia tersebut.

Tangis Veda kembali pecah saat berdiri di podium menyaksikan bendera Merah Putih berkibar di Brasil. Selepas seremoni, suasana berubah menjadi penuh kegembiraan ketika ia merayakan podium bersama seluruh kru Honda Team Asia sambil menggenggam erat trofi perunggu.

Hasil ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan Honda Team Asia mulai membuahkan hasil. Dengan performa yang terus meningkat, Veda Ega Pratama kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat yang mampu bersaing secara konsisten di barisan depan Moto3 musim 2026.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Moto3 Brasil #Goiania