TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian dunia balap setelah menjalani debut sensasional pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu sukses finis di posisi kelima dan mengoleksi 11 poin, sebuah pencapaian yang bukan hanya mengejutkan paddock Moto3, tetapi juga membuat Honda Racing Corporation (HRC) Jepang memberikan perhatian khusus.
Penampilan Veda Ega Pratama dinilai jauh melampaui ekspektasi seorang rookie. Memulai balapan dari posisi kelima, pembalap binaan Honda Team Asia tersebut mampu mempertahankan ritme hingga garis finis di tengah tekanan para rider Eropa yang sudah lebih berpengalaman. Hasil itu sekaligus menjadi rekor baru bagi pembalap Indonesia di ajang Grand Prix.
Keberhasilan Veda Ega Pratama di Buriram menjadi salah satu topik paling banyak dibahas usai balapan. Selain memecahkan rekor nasional, performanya juga memancing respons langsung dari HRC Castrol, tim pabrikan Honda di MotoGP, yang secara terbuka memberikan apresiasi kepada pembalap berusia 17 tahun tersebut melalui kanal resminya.
Debut Gemilang Pecahkan Rekor Indonesia
Finis kelima memang terlihat sederhana di atas kertas. Namun bagi dunia balap Indonesia, hasil tersebut memiliki arti yang sangat besar.
Dengan tambahan 11 poin dari satu balapan, Veda langsung melampaui catatan poin pembalap Indonesia sebelumnya di ajang Grand Prix. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Mario Suryo Aji yang mengumpulkan delapan poin sepanjang satu musim Moto2 2025.
Artinya, hanya dalam satu seri Moto3, Veda berhasil mencatatkan perolehan poin yang lebih tinggi dibandingkan rekor satu musim sebelumnya.
Baca Juga: Veda Ega Pratama vs Hakim Danish di Moto3 Jerman, Duel Sengit 82 Poin Siapa Unggul di Sachsenring?
Prestasi itu menjadi sinyal bahwa level kompetitif pembalap Indonesia mulai meningkat. Veda tidak hanya hadir sebagai pelengkap grid Moto3, tetapi langsung mampu bertarung bersama para pembalap elite sejak balapan pertamanya.
HRC Mulai Melirik Talenta Besar Indonesia
Sorotan terbesar justru datang setelah balapan usai. HRC Castrol memberikan pujian terbuka terhadap performa Veda dan menyebut debutnya sebagai penampilan yang sangat menjanjikan.
Di lingkungan MotoGP, perhatian langsung dari tim pabrikan kepada pembalap Moto3 tergolong jarang terjadi, terlebih kepada seorang rookie yang baru menjalani satu seri balapan.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi bahwa Honda mulai memasukkan nama Veda dalam proyek jangka panjang mereka. Pembalap asal Gunungkidul itu dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang hingga kelas yang lebih tinggi apabila mampu mempertahankan konsistensi sepanjang musim.
Honda Team Asia sendiri selama ini dikenal sebagai jalur pembinaan utama pembalap muda Asia menuju Grand Prix. Performa Veda di Buriram menjadi validasi bahwa program tersebut mulai menghasilkan talenta yang mampu bersaing di level dunia.
Kemampuan Teknis Jadi Senjata Utama
Selain hasil akhir, aspek teknis menjadi alasan utama banyak pengamat memberikan pujian kepada Veda.
Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 Makin Kencang, Begini Penjelasan yang Sebenarnya
Pada sejumlah tikungan sulit di Buriram, terutama sektor pengereman, Veda mampu menjaga corner speed dengan sangat baik tanpa melakukan kesalahan berarti. Gaya balapnya dinilai halus namun efektif, sehingga ban tetap terjaga hingga lap terakhir.
Telemetri internal Honda Team Asia juga menunjukkan efisiensi berkendara yang biasanya baru dimiliki pembalap berpengalaman. Kemampuan mengatur ritme balapan, memilih waktu menyerang, serta menjaga temperatur ban menjadi keunggulan yang membuat Veda tampil kompetitif sepanjang lomba.
Tak hanya kemampuan teknis, mentalitas pembalap Indonesia itu juga menjadi perhatian. Meski menjalani debut di bawah sorotan besar publik Tanah Air, Veda mampu menjaga fokus dan tidak terpengaruh tekanan dari rival maupun ekspektasi penggemar.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly Usai Crash Assen, Siap Bangkit di Moto3 Jerman 2026
Sikap tenang tersebut membuat Honda semakin optimistis terhadap prospek jangka panjangnya.
Momentum Besar Menuju Seri Berikutnya
Performa impresif di Buriram menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi seri-seri berikutnya yang memiliki karakter lintasan berbeda, terutama di Eropa.
Dukungan penuh dari Honda Team Asia serta perhatian HRC diyakini akan semakin meningkatkan kepercayaan diri pembalap muda Indonesia tersebut.
Di sisi lain, pencapaiannya juga membawa dampak positif bagi dunia balap nasional. Semakin banyak tim, sponsor, dan pencari bakat internasional mulai melirik pembalap Indonesia sebagai aset potensial untuk masa depan.
Kini publik menanti apakah Veda mampu melanjutkan tren positif tersebut dengan meraih podium pertamanya di Moto3 musim 2026. Jika konsistensi tetap terjaga, bukan tidak mungkin pembalap asal Gunungkidul itu akan menjadi salah satu bintang baru yang diperhitungkan dalam persaingan Grand Prix dunia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari