Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Charles Leclerc Antar Ferrari Raih Kemenangan ke-250 Formula 1, Silverstone Kembali Bersejarah

Jonathan Alinskie Winata • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:10 WIB
KEMENANGAN BERSEJARAH: Charles Leclerc membawa Ferrari meraih kemenangan bersejarah ke-250 Formula 1 di Silverstone, mengakhiri penantian panjang Scuderia.
KEMENANGAN BERSEJARAH: Charles Leclerc membawa Ferrari meraih kemenangan bersejarah ke-250 Formula 1 di Silverstone, mengakhiri penantian panjang Scuderia.

Ferrari Silverstone kembali menjadi kombinasi yang tak terpisahkan dalam sejarah Formula 1 setelah Charles Leclerc mengakhiri paceklik kemenangan tim asal Maranello di Sirkuit Silverstone.

Kemenangan pada Grand Prix Inggris 2026 itu sekaligus menjadi kemenangan ke-16 Ferrari di lintasan legendaris tersebut sekaligus kemenangan ke-250 Scuderia sepanjang sejarah Formula 1.

Keberhasilan Leclerc bukan hanya mengakhiri penantian sejak kemenangan terakhirnya di GP Amerika Serikat 2024, tetapi juga mempertegas dominasi panjang Ferrari Silverstone yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.

Dari era Jose Froilan Gonzalez hingga Charles Leclerc, Silverstone selalu menghadirkan momen-momen bersejarah bagi tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut.

Rekam jejak Ferrari Silverstone dimulai pada 1951 ketika Jose Froilan Gonzalez membawa Ferrari meraih kemenangan Formula 1 pertama dalam sejarah.

Sejak saat itu, Silverstone berkembang menjadi salah satu sirkuit paling bersahabat bagi Scuderia Ferrari.

Awal Dominasi Ferrari di Silverstone

Kemenangan perdana Ferrari lahir melalui Jose Froilan Gonzalez pada GP Inggris 1951.

Mengendarai Ferrari 375, pembalap asal Argentina itu mengalahkan duo Alfa Romeo Juan Manuel Fangio dan Giuseppe Farina berkat strategi konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Setahun berselang, Alberto Ascari melanjutkan dominasi Ferrari.

Musim 1952 menjadi awal kejayaan Ascari bersama Ferrari 500 yang tampil nyaris tanpa tandingan.

Ia memimpin balapan sejak start hingga finis dan mengungguli rekan setimnya, Piero Taruffi.

Ascari kembali berjaya pada 1953.

Berbekal status juara dunia bertahan, ia meraih pole position dan memimpin seluruh jalannya lomba sebelum akhirnya mempertahankan gelar juara dunia untuk musim kedua secara beruntun.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026 Lengkap: Veda Ega Pratama Siap Beraksi, Simak Klasemen dan Rookie of the Year

Ferrari kembali menang pada 1954 lewat Gonzalez yang kembali memperkuat tim setelah sempat membela Maserati. 

Silverstone menjadi lokasi kemenangan terakhirnya di Formula 1.

Era Fangio hingga Collins

Pada 1956, Juan Manuel Fangio meneruskan tradisi kemenangan Ferrari di Silverstone.

Meski sempat melakukan kesalahan dan kehilangan posisi, pembalap Argentina itu bangkit memanfaatkan masalah teknis yang dialami para rival sebelum finis lebih dari satu putaran di depan pesaingnya.

Dua tahun kemudian giliran Peter Collins mencatatkan kemenangan emosional.

Pembalap Inggris itu memimpin sejak lap pertama hingga finis.

Sayangnya, kemenangan tersebut menjadi yang terakhir sepanjang kariernya karena Collins meninggal dunia pada balapan berikutnya di Nürburgring.

Kebangkitan Ferrari pada Era Modern

Setelah beberapa kemenangan GP Inggris berlangsung di Aintree dan Brands Hatch, Ferrari akhirnya kembali berjaya di Silverstone pada 1990 melalui Alain Prost.

Dalam musim debutnya bersama Ferrari, Prost berhasil menyalip rekan setimnya Nigel Mansell sebelum mengamankan kemenangan meyakinkan.

Momen kontroversial hadir pada 1998 ketika Michael Schumacher memenangkan balapan setelah memasuki pit lane pada lap terakhir untuk menjalani hukuman penalti.

Meski sempat diprotes McLaren, kemenangan tetap menjadi milik Ferrari.

Schumacher kembali menang pada 2002 dan 2004, menegaskan era dominasi Ferrari di awal dekade 2000-an.

Di antara dua kemenangan tersebut, Rubens Barrichello sukses mengalahkan Kimi Raikkonen dalam duel sengit pada GP Inggris 2003.

Raikkonen, Alonso hingga Vettel

Kimi Raikkonen menjadi pemenang berikutnya bagi Ferrari di Silverstone pada 2007.

Strategi pit stop yang tepat membantunya mengalahkan duo McLaren, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso.

Empat tahun kemudian, Fernando Alonso mempersembahkan kemenangan tunggal Ferrari sepanjang musim 2011.

Balapan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 60 tahun kemenangan pertama Ferrari di Formula 1.

Pada 2018, Sebastian Vettel memanfaatkan start buruk Lewis Hamilton untuk menguasai balapan sebelum akhirnya mengalahkan Valtteri Bottas pada fase akhir lomba.

Carlos Sainz Membuka Jalan, Leclerc Menyempurnakan Sejarah

Ferrari kembali mencicipi kemenangan di Silverstone pada 2022 melalui Carlos Sainz.

Pembalap Spanyol itu meraih kemenangan Formula 1 pertamanya setelah memanfaatkan insiden Max Verstappen dan unggul atas Charles Leclerc pada akhir balapan.

Empat tahun berselang, Charles Leclerc akhirnya menuntaskan rasa penasarannya setelah dua kali gagal menang di Silverstone pada 2021 dan 2022.

Leclerc langsung mengambil alih posisi terdepan sejak start dari pole sitter Andrea Kimi Antonelli dan mengendalikan jalannya balapan.

Meski sempat kehilangan posisi saat pit stop, pembalap Monako itu kembali memimpin sebelum akhirnya diuntungkan oleh masalah teknis yang dialami Antonelli pada lap-lap terakhir.

Kemenangan tersebut bukan hanya mengakhiri puasa kemenangan Leclerc, tetapi juga menjadi kemenangan ke-250 Ferrari dalam sejarah Formula 1.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Jerman 2026 Lengkap: Marc Marquez Kejar Podium, Simak Klasemen Terbaru Sachsenring

Lebih istimewa lagi, pencapaian bersejarah itu terjadi di Silverstone, sirkuit yang menjadi saksi kemenangan pertama Ferrari pada 1951 dan kini kembali mengukuhkan statusnya sebagai salah satu arena paling bersejarah bagi Scuderia.

Editor : Jonathan Alinskie Winata
#Silverstone #Charles Leclerc #GP Inggris #ferrari #formula 1