TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang Moto3 Jerman 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan tekad bangkit setelah gagal finis (DNF) pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Rekam jejak manis di Sachsenring pun menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ketat di seri ke-11 Moto3 musim ini.
Nama Veda Ega Pratama masih berada dalam persaingan papan atas klasemen Rookie of The Year Moto3 2026. Meski saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen keseluruhan dengan 82 poin, peluang pembalap Honda Team Asia tersebut untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar.
Sachsenring bukanlah lintasan asing bagi Veda. Sirkuit teknis di Jerman itu pernah menghadirkan momen bersejarah ketika dirinya meraih kemenangan pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga untuk kembali bersaing memperebutkan podium.
Baca Juga: Tangkap Peluang Pelatihan Kerja Untuk Tingkatkan Kompetensi
Sachsenring Simpan Kenangan Manis Veda
Sachsenring menjadi salah satu sirkuit yang memiliki arti spesial bagi Veda Ega Pratama.
Pada Red Bull Rookies Cup 2025, Veda sempat finis keempat pada balapan pertama. Namun pada race kedua, pembalap asal Gunungkidul itu tampil luar biasa.
Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda mampu menembus barisan depan dan memimpin jalannya lomba. Meski sempat turun hingga posisi ke-12 akibat ketatnya persaingan slipstream, ia berhasil bangkit dan merebut kembali posisi terdepan sebelum akhirnya meraih kemenangan.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Veda di level internasional sekaligus membuktikan kemampuannya menguasai karakter Sachsenring.
Bangkit Setelah DNF di Assen
Seri sebelumnya di Assen menjadi pengalaman pahit bagi Veda.
Saat itu ia sempat memimpin jalannya balapan sebelum mengalami kecelakaan yang membuatnya gagal finis dan kehilangan poin penting.
Akibat hasil tersebut, Veda turun ke posisi ketujuh klasemen Moto3 2026 dengan koleksi 82 poin.
Meski demikian, performanya sepanjang balapan di Assen mendapat banyak perhatian karena mampu bersaing di kelompok depan sebelum insiden terjadi.
Baca Juga: Lagi-Lagi Lalai, Dapur Rumah Terbakar
Persaingan Rookie Semakin Ketat
Moto3 Jerman menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk memangkas jarak poin dalam perebutan gelar Rookie of The Year.
Saat ini Brian Uriarte masih memimpin klasemen rookie dengan 102 poin.
Sementara Hakim Danish berada di posisi kedua dengan 82 poin, unggul dalam perhitungan klasemen atas Veda Ega Pratama yang juga mengumpulkan 82 poin.
Selisih 20 poin dengan pemuncak klasemen masih sangat mungkin dikejar mengingat musim masih menyisakan beberapa seri.
Tantangan Besar di Sachsenring
Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit paling teknis dalam kalender MotoGP.
Lintasan sepanjang 3,7 kilometer tersebut didominasi 10 tikungan kiri dan hanya memiliki tiga tikungan kanan.
Karakter tersebut membuat pembalap harus mampu menjaga temperatur ban kanan yang cenderung lebih dingin karena lebih jarang digunakan.
Selain itu, perubahan elevasi dan tikungan cepat menjadikan Sachsenring sebagai lintasan yang membutuhkan kombinasi teknik, konsistensi, dan manajemen ban yang baik.
Pengalaman Veda di sirkuit ini diyakini menjadi salah satu keuntungan dibanding sejumlah rivalnya.
Baca Juga: Harga Suzuki Karimun Blind Van Bekas Mulai Rp60 Jutaan, Unit 2021 Dijual Jauh di Bawah Pasaran
Fokus Rebut Poin Penting
Hasil positif di Moto3 Jerman akan sangat menentukan posisi Veda pada klasemen sementara.
Selain memburu poin untuk memperbaiki peringkat keseluruhan, pembalap Honda Team Asia itu juga berpeluang kembali naik dalam persaingan rookie apabila mampu finis di depan Hakim Danish maupun Brian Uriarte.
Publik Indonesia pun berharap Veda dapat mengulang performa impresifnya di Sachsenring dan kembali membawa nama Merah Putih bersaing di barisan depan Moto3 World Championship 2026.
Editor : Fadhilah Salsa Bella