Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hasil Practice Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Melesat Jadi yang Tercepat di Sirkuit Sachsenring

Dinar Ananda Putri • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:26 WIB
Hasil Practice Moto3 Jerman 2026 menempatkan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama di posisi pertama. Sempat terpuruk di FP1, Veda melesat di Sachsenring!
Hasil Practice Moto3 Jerman 2026 menempatkan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama di posisi pertama. Sempat terpuruk di FP1, Veda melesat di Sachsenring!

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Pembalap muda potensial asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses menorehkan hasil gemilang pada hari pertama seri ke-11 Moto3 Jerman 2026. Rider andalan Honda Team Asia tersebut secara luar biasa berhasil merebut posisi pertama sebagai pembalap tercepat dalam sesi Practice. Keberhasilan ini diraih setelah dirinya sempat terpuruk pada sesi latihan bebas pertama yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring.

Hasil Practice Moto3 Jerman 2026 pada Jumat, 10 Juli 2026, menjadi pembuktian ketangguhan mental Veda di lintasan. Pemuda asal Gunung Kidul, Yogyakarta tersebut mencatatkan waktu putaran terbaik 1 menit 25,848 detik pada sesi sore. Catatan mengesankan ini sekaligus membalikkan situasi sulit yang dialaminya pada sesi pagi hari di sirkuit sepanjang 23 putaran tersebut.

Keberhasilan Veda menempati urutan teratas menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi kru mekanik Honda Team Asia. Pasalnya, jalan yang harus ditempuh sang pembalap pada sesi pembuka di sirkuit legendaris Jerman ini tidaklah mudah.

Kebangkitan Dramatis Veda Setelah Terpuruk di FP1

Perjalanan Veda Ega Pratama pada awal pekan balap Moto3 Jerman sebenarnya sempat diwarnai kendala besar. Saat melakoni sesi latihan bebas pertama (FP1), pembalap bernomor motor 9 ini kesulitan menemukan performa terbaiknya. Kondisi permukaan lintasan Sirkuit Sachsenring yang cenderung licin membuat tingkat cengkeraman ban motornya menjadi tidak maksimal.

Baca Juga: Ramalan Jayabaya tentang Satrio Piningit Kembali Disorot, Ini Tafsir Urutan Pemimpin Nusantara Menurut Jangka Jayabaya

Faktor kendala teknis tersebut membuat Veda tidak mampu memacu motor Honda NSF 250 RW miliknya secara optimal. Akibatnya, pembalap berusia 17 tahun ini harus puas menyudahi sesi FP1 di peringkat ke-23. Catatan waktunya pada sesi pagi tertinggal 1,4 detik dari Alvaro Carpe yang menjadi pembalap tercepat.

Meskipun terlempar di barisan kedua dari bawah, Veda dan tim mekanik tidak menunjukkan kepanikan. Mereka langsung bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh serta menerapkan sejumlah perubahan signifikan pada setelan motor sebelum sesi berikutnya dimulai. Langkah taktis ini terbukti menjadi titik balik krusial yang mengubah jalannya persaingan di lintasan.

Ulasan Performa dan Catatan Waktu di Lintasan

Keputusan penyesuaian mekanis yang diambil oleh tim teknis langsung berdampak positif saat Veda kembali ke sirkuit. Didukung kondisi lintasan sore hari yang mulai membaik, ia tampil dengan tingkat rasa percaya diri yang jauh lebih tinggi. Gaya berkendaranya di tikungan-tikungan teknis Sachsenring terlihat menjadi jauh lebih agresif sekaligus presisi.

Veda sukses mempertajam catatan waktu putarannya secara drastis dibandingkan dengan hasil pada sesi pagi hari. Pembalap Indonesia ini berhasil memangkas durasi putaran hingga 1,8 detik lebih cepat. Lompatan performa yang masif ini langsung mengantarkannya melesat melompati para rival untuk mengamankan posisi terdepan (P1).

Baca Juga: Ramalan Jayabaya 2026 Sebut 7 Peristiwa Besar, dari Krisis Ekonomi hingga Kebangkitan Spiritual

Capaian apik ini terasa semakin istimewa lantaran Veda menjadi satu-satunya tumpuan bagi timnya pada seri kali ini. Rekan setimnya, Zen Mitani, terpaksa harus absen dari lintasan balap Jerman karena cedera. Pembalap asal Jepang tersebut harus menepi dari arena perlombaan guna menjalani prosedur operasi medis.

Evaluasi dan Tanggapan Manajemen Honda Team Asia

"Hari ini merupakan hari pertama yang positif di Sachsenring," ujar Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama. Mantan pembalap Grand Prix asal Jepang tersebut mengaku sangat puas melihat grafik perkembangan adaptasi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. Aoyama mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan sesi sore adalah komunikasi yang solid dalam menganalisis data motor.

Menurut Aoyama, Veda memang sempat merasa kurang nyaman dengan sensasi motornya pada sesi latihan bebas pertama. Namun, serangkaian perubahan setelan yang tepat berhasil mengembalikan kepercayaan diri sang pembalap di atas motor Honda. Kendati demikian, pihak manajemen mengingatkan seluruh kru agar tidak cepat berpuas diri dengan hasil hari pertama.

Pihak tim menegaskan bahwa fokus penuh harus tetap dipertahankan karena tantangan sesungguhnya ada pada sesi kualifikasi dan balapan. Langkah pencarian detail performa motor akan terus dilakukan demi mengamankan sepersepuluh detik tambahan di lintasan. Evaluasi menyeluruh tetap berjalan agar keunggulan kecepatan ini bisa dipertahankan pada hari berikutnya.

Target Fokus Menghadapi Kualifikasi Moto3

Senada dengan sang manajer, Veda Ega Pratama juga memilih untuk tetap membumi dan menjaga fokusnya. Dirinya menyadari bahwa predikat sebagai yang tercepat di hari Jumat barulah langkah awal dari akhir pekan yang panjang. Belum ada target poin yang benar-benar tercapai karena penentuan posisi start dan balapan utama masih menanti.

Veda menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kru teknisi diler garasi yang telah bekerja keras melakukan pembaharuan setelan. Rasa nyaman yang didapatkan pada sesi sore membuatnya optimis mampu memacu motor hingga batas maksimal secara aman. Keberhasilan menutup hari di posisi teratas menjadi modal psikologis penting bagi perwakilan Indonesia ini.

Rangkaian seri Moto3 Jerman selanjutnya akan segera memasuki sesi kualifikasi 1 dan kualifikasi 2 pada hari Sabtu. Konsistensi dalam mempertahankan ritme berkendara akan menjadi kunci utama bagi Veda untuk mengamankan posisi start di barisan depan.

Baca Juga: Ramalan Jayabaya 2026 Ungkap Zaman Kolobendu, Dua Matahari hingga Satrio Piningit, Benarkah Jadi Pertanda?

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Veda Ega Pratama Honda Team Asia Hasil Practice Moto3 Jerman 2026 Hasil practice Moto3 Jerman 2026 sirkuit sachsenring veda ega pratama tercepat Sirkuit Sachsenring