TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Dinamika panas langsung menyelimuti masa persiapan skuad Persib Bandung 2026 menjelang bergulirnya kompetisi musim baru yang sangat padat. Klub berjuluk Maung Bandung ini tengah dihadapkan pada berbagai situasi menarik di dalam maupun luar lapangan hijau. Mulai dari teka-teki pemanggilan pemain ke pemusatan latihan Timnas Indonesia, kedatangan pilar asing baru, hingga sorotan tajam terhadap fasilitas latihan.
Kondisi internal Persib Bandung 2026 kian menyita perhatian publik setelah pelatih anyar mereka mulai memberikan sentuhan serta aturan yang berbeda. Kehadiran sosok juru taktik pengganti Bojan Hodak ini membawa perubahan signifikan dalam rutinitas harian skuad Pangeran Biru. Di sisi lain, proses adaptasi para pemain baru juga terus dikebut demi membangun kedekatan emosional yang solid di lapangan.
Selain fokus meramu taktik, manajemen Maung Bandung kini juga dituntut segera merampungkan pembenahan infrastruktur stadion kandang mereka. Pasalnya, kritik demi kritik terus berdatangan terkait kondisi fasilitas pendukung yang dirasa belum maksimal. Hal ini menjadi pekerjaan rumah krusial mengingat tim akan berlaga di empat kompetisi prestisius sekaligus.
Teka-Teki Pemanggilan Skuad Garuda dan Status Aneh Adam Alis
Sorotan pertama tertuju pada status gelandang andalan Persib Bandung, Adam Alis, yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namanya secara resmi masuk dalam daftar panggil tim nasional, namun sosoknya sama sekali tidak terlihat di pemusatan latihan di Bali. Gelandang berusia 32 tahun tersebut mengaku bingung dan belum mendapatkan penjelasan langsung mengenai situasi aneh ini dari tim pelatih.
Mantan pemain Borneo FC tersebut menduga dirinya hanya diplot sebagai opsi cadangan jika ada pemain inti yang cedera. Persiapan ini dilakukan demi menyongsong turnamen Piala AFF 2026 yang akan bergulir dalam waktu dekat. Kendati demikian, Adam menegaskan dirinya tetap menghormati segala keputusan tim pelatih demi kejayaan seragam merah putih di kancah internasional.
Selain Adam Alis, tiga pilar penting Maung Bandung lainnya juga mengalami nasib serupa di bawah asuhan tim nasional. Teja Paku Alam, Dian Marx, dan Kakang Rudianto tercatat masuk dalam daftar 50 nama pemain opsi cadangan skuad Garuda. Situasi ini membuat mereka tetap bertahan di Bandung untuk fokus mengikuti program latihan pramusim bersama klub.
Amunisi Asing Baru di Lini Belakang dan Depan Maung Bandung
Menatap musim baru, manajemen resmi mendaratkan dua legiun asing anyar, yakni Gabriel Mutumbo dan Luca Menalo. Mutumbo merupakan bek tengah asal Prancis, sedangkan Menalo adalah pemain sayap lincah berkebangsaan Bosnia dan Herzegovina. Keduanya diikat kontrak kerja berdurasi satu musim penuh untuk menambah kekuatan armada tempur Maung Bandung.
"Gabi bek tengah yang kami butuhkan. Dia sangat bagus dalam menutup ruang dalam duel udara dan marking," puji Igor Tolik.
Pelatih Igor Tolik menjabarkan bahwa Gabriel Mutumbo didatangkan untuk mengisi kekosongan setelah bek Federico Barba memilih hengkang dari klub. Mutumbo dinilai memiliki keunggulan fisik yang tinggi, kokoh dalam bertahan, serta lihai membantu skema penyerangan tim. Profil fisiknya yang kuat diyakini akan menjadi pilar tangguh baru di barisan pertahanan Maung Bandung.
Sementara itu, Luca Menalo direkrut karena memiliki fleksibilitas unik yang jarang dimiliki oleh pemain depan lainnya di liga. Menalo mampu memerankan empat hingga lima posisi bermain yang berbeda dengan intensitas dan kualitas kualitas permainan yang sama baiknya. Ia bisa diplot sebagai pemain sayap kanan, kiri, striker murni, bahkan siap mengemban peran sebagai wingback lurus.
Gebrakan Tegas Igor Tolik dan Sorotan Tajam Lapangan Latihan
Nakhoda anyar asal Kroasia, Igor Tolik, langsung menunjukkan karakter tegasnya dengan mengubah kebiasaan jam latihan tim. Kebijakan ini berbeda dari masa kepelatihan Bojan Hodak demi menjaga serta meningkatkan kondisi fisik prima para pemainnya. Di samping itu, pelatih berusia 48 tahun ini juga blak-blakan mengkritik kualitas lapangan latihan klub yang dinilai buruk.
Maung Bandung sendiri sudah menggelar latihan perdana di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api sejak 11 Juli lalu. Program latihan dipercepat karena tim harus membagi fokus di ajang Super League, Piala Indonesia, ACL 2, dan Shopee Cup. Igor mengakui kondisi lapangan yang tidak ideal ini membuat program latihan berjalan terasa jauh lebih berat bagi skuad.
Masalah rumput Stadion GBLA juga kembali memicu kritik tajam dari para pendukung fanatik tim, Bobotoh. Visual rumput stadion dinilai berantakan dan dipenuhi pola totol-totol akibat kontaminasi serta pertumbuhan akar yang tidak merata. Pengamat Persib, Indra Jaya, mendesak pengelola stadion segera memanfaatkan jeda kompetisi untuk membenahi aspek estetika dan teknis lapangan ini.
Gakuto Notsuda Langsung Melokal dengan Nomor Punggung 17
Kabar gembira datang dari gelandang asal Jepang, Gakuto Notsuda, yang resmi menandatangani kontrak pada Senin, 13 Juli kemarin. Mantan pemain klub Thailand, BG Pathum United, ini diikat kontrak satu musim dengan opsi perpanjangan selama satu tahun. Notsuda langsung memilih nomor punggung 17 sebagai identitas barunya untuk mengarungi ketatnya kompetisi musim ini.
Pemilihan nomor 17 ini sempat memicu spekulasi hangat di kalangan suporter karena identik dengan mantan pemain asing terdahulu, Shohei Matsunaga. Namun, gelandang enerjik ini langsung membantah rumor tersebut dan menyebut pemilihan nomor itu murni karena alasan pribadi. Notsuda sejatinya mengincar nomor favoritnya, yaitu angka 7, namun terpaksa beralih karena nomor tersebut sudah ada pemiliknya.
Pada sesi latihan perdana, Notsuda langsung mencuri perhatian Bobotoh karena terlihat melokal dengan dibonceng motor oleh ofisial klub. Sambil tersenyum lebar, ia juga sempat memuji kondisi cuaca Kota Bandung yang terasa jauh lebih dingin dibanding Jepang. Kehangatan sambutan seluruh elemen tim dan Bobotoh diyakini akan membuat proses adaptasi pemain asal Negeri Sakura ini berjalan mulus.
Sumber : You Tube