TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Partai Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol menjadi panggung pemungkas ideal bagi dua raksasa sepak bola dunia. Pertemuan ini sekaligus melunasi batalnya laga Finalisima yang semula dijadwalkan pada 27 Maret 2026. Saat itu, bentrokan antar-juara benua batal terlaksana hanya karena kedua federasi gagal menyepakati pergeseran jadwal selama empat hari.
Kini, empat bulan berselang, laga Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol benar-benar terwujud di panggung terkabar. Kedua tim melangkah ke partai puncak dengan gaya dan perjalanan yang berlawanan. Argentina harus berdarah-darah melalui masa-masa kritis, sementara Spanyol melaju dengan kontrol permainan yang sangat dominan.
Perjalanan Dramatis Argentina Menuju Final
Timnas Argentina menembus partai puncak dengan perjalanan yang penuh ketegangan. Skuad asuhan Lionel Scaloni mencatatkan dua kali perpanjangan waktu, satu kali comeback dari tertinggal dua gol, dan kebangkitan dramatis di babak semifinal.
Pada babak 32 besar, keunggulan Argentina sempat dua kali dikejar Tanjung Verde sebelum akhirnya menang 3-2 di menit ke-120. Saat menghadapi Mesir, sang juara bertahan bahkan tertinggal 0-2 hingga menit ke-78. Namun, gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez membalikkan keadaan pada masa injury time.
Ujian berat kembali hadir di babak perempat final saat melawan Swiss yang memaksa laga berlanjut ke extra time. Julian Alvarez dan Lautaro Martinez akhirnya menjadi pahlawan penentu kemenangan. Puncaknya, pada babak semifinal melawan Inggris, Argentina yang tertinggal hingga menit ke-85 berhasil berbalik menang dalam kurun waktu tujuh menit lewat dua assist matang Lionel Messi.
Dominasi Total dan Pertahanan Kokoh Spanyol
Kondisi bertolak belakang diperlihatkan oleh Timnas Spanyol. Sempat ditahan imbang 0-0 oleh Tanjung Verde pada laga pembuka meski menguasai 74 persen penguasaan bola dan melepaskan 27 tembakan, La Furia Roja menjelma menjadi mesin pengontrol pertandingan.
Spanyol mencatatkan enam clean sheet dari total tujuh pertandingan dan hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen, yakni saat berhadapan dengan Belgia. Pada babak semifinal, tim Matador berhasil menghentikan perlawanan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0.
Ketangguhan pertahanan Spanyol terbukti dari minimnya ancaman yang masuk. Dalam enam pertandingan pertama, lini belakang mereka hanya menghadapi total tujuh tembakan tepat sasaran. Spanyol sukses menghentikan serangan lawan sebelum ancaman berbahaya terjadi di area penalti.
Statistik Keseimbangan dan Rekor Pertemuan
Meski menempuh jalur yang berbeda, angka-angka statistik kedua tim menunjukkan keseimbangan yang sangat tipis. Argentina memenangi seluruh pertandingan dan mengemas 19 gol, sementara Spanyol mengoleksi 13 gol dengan pertahanan yang nyaris tak tersentuh. Uniknya, kedua tim memiliki selisih gol yang persis sama, yakni plus 12.
Sejarah rekor perjumpaan kedua negara juga tercatat imbang sempurna. Dari 14 kali bentrokan di semua ajang, Argentina meraih enam kemenangan, Spanyol meraih enam kemenangan, dan dua laga tersisa berakhir seri.
Satu-satunya duel mereka di panggung Piala Dunia terjadi pada edisi 1966. Saat itu, dua gol Luis Artime membawa Albiceleste menang 2-1 atas Spanyol. Adapun pertemuan terakhir kedua tim terjadi dalam laga persahabatan tahun 2018, di mana Spanyol menang telak 6-1 atas Argentina tanpa kehadiran Messi yang absen karena cedera.
Duel Dua Generasi: Lionel Messi vs Lamine Yamal
Partai puncak ini turut menyajikan bentrokan simbolis antara dua generasi yang berjarak usia 20 tahun 19 hari. Lionel Messi tampil memukau di usia 39 tahun dengan torehan 8 gol dan 4 assist sepanjang turnamen, yang menambah rekor keseluruhannya menjadi 21 gol dan 12 assist di sejarah Piala Dunia.
Di pihak lawan, bintang muda Spanyol berusia 19 tahun, Lamine Yamal, hadir sebagai wajah baru yang mulai mengukir sejarahnya sendiri. Menariknya, kedua pemain ini sempat berada dalam satu momen bersejarah pada tahun 2007, saat Messi muda pernah memandikan bayi Lamine Yamal dalam sesi foto amal UNICEF dan Diario Sport.
Pertaruhan Gelar Juara Dunia dan Sejarah Baru
Laga Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol juga menjadi duel perdana di partai puncak Piala Dunia yang mempertemukan juara bertahan Eropa dan juara bertahan Copa America. Pertaruhan di laga ini amat krusial bagi sejarah sepak bola kedua negara.
Argentina mengejar gelar juara dunia keempat mereka setelah sukses pada edisi 1978, 1986, dan 2022. Jika berhasil menang, Argentina akan menjadi tim pertama yang sanggup mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Sementara itu, Spanyol berburu gelar juara dunia kedua setelah era keemasan Andres Iniesta pada 2010. Kemenangan di laga ini akan melengkapi siklus trofi Spanyol setelah sebelumnya merengkuh gelar UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024. Batalnya laga Finalisima pada akhirnya membawa Argentina dan Spanyol ke panggung tertinggi untuk menentukan siapa tim terbaik di dunia.
Sumber : You Tube