TRENGGALEK - Veda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan hangat di paddock Moto3. Pembalap muda Indonesia itu dikabarkan masuk dalam radar Aspar Team setelah muncul kursi kosong untuk musim 2027. Meski belum ada pengumuman resmi, rangkaian petunjuk yang beredar membuat rumor transfer Veda Ega Pratama semakin menguat.
Nama Veda Ega Pratama disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang berpeluang mengisi posisi di Aspar Team. Rumor ini muncul setelah Maximo Quiles dipromosikan ke kelas Moto2, sehingga menyisakan satu kursi penting di tim yang dikenal sebagai pencetak banyak pembalap juara dunia.
Sejauh ini, baik Aspar Team maupun manajemen Veda Ega Pratama belum memberikan konfirmasi mengenai kabar tersebut. Namun, berbagai spekulasi terus berkembang di kalangan pengamat Moto3 karena sejumlah indikasi dinilai mengarah pada peluang bergabungnya pembalap asal Gunungkidul itu.
Kursi Kosong Aspar Jadi Sorotan Bursa Transfer
Aspar Team merupakan salah satu tim papan atas di Moto3 yang memiliki reputasi kuat dalam mengembangkan pembalap muda.
Kepergian Maximo Quiles ke Moto2 otomatis membuka peluang bagi pembalap lain untuk mengisi posisi tersebut. Dalam dunia balap Grand Prix, kursi di tim seperti Aspar selalu menjadi incaran karena didukung paket motor kompetitif dan tim teknis berpengalaman.
Kondisi itu membuat bursa transfer Moto3 musim 2027 mulai memanas. Sejumlah nama dikaitkan dengan kursi kosong tersebut, termasuk Veda Ega Pratama yang musim ini tampil bersama Honda Team Asia.
Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama Naik ke Moto2 Tahun 2028 Makin Kencang, Benarkah Honda Sudah Siapkan Promosi?
Menurut isi video, pengamat balap bernama Mateo menyebut ada pembalap muda Indonesia yang telah menerima tawaran dari tim besar. Walaupun tidak menyebut nama secara langsung, banyak pihak mengaitkan pernyataan itu dengan Veda.
Namun hingga kini informasi tersebut masih berupa spekulasi dan belum didukung pengumuman resmi dari pihak terkait.
Performa Veda Dinilai Layak Dilirik Tim Besar
Nama Veda Ega Pratama dinilai layak masuk radar tim papan atas berkat prestasinya sejak level junior.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Bidik Kebangkitan di Moto3 Jerman 2026, Honda Team Asia Ungkap Target Sebenarnya
Pembalap berusia 17 tahun itu dikenal sebagai salah satu lulusan Asia Talent Cup yang tampil kompetitif sebelum melanjutkan karier ke Red Bull Rookies Cup hingga akhirnya mendapat kesempatan membalap penuh di Moto3.
Gaya balap agresif, kemampuan melakukan pengereman terlambat, serta keberanian menyalip di celah sempit menjadi beberapa kelebihan yang sering mendapat perhatian pengamat.
Selain faktor performa di lintasan, Indonesia juga dianggap memiliki nilai komersial besar bagi tim Moto3. Basis penggemar MotoGP yang sangat besar membuat kehadiran pembalap Indonesia dinilai mampu meningkatkan perhatian sponsor maupun publik terhadap sebuah tim.
Baca Juga: Hasil Race Moto3 Jerman 2026: Brian Uriarte Finis Pertama, Veda Ega Pratama Tembus 8 Besar
Kombinasi antara potensi prestasi dan nilai pemasaran itulah yang membuat nama Veda terus dikaitkan dengan berbagai rumor transfer.
Unggahan Aspar Memicu Spekulasi Baru
Rumor semakin ramai setelah akun media sosial resmi Aspar Team mengunggah foto Veda Ega Pratama dalam salah satu Instagram Story.
Unggahan tersebut memperlihatkan Veda berada di dekat Maximo Quiles, sehingga memunculkan berbagai tafsir dari para penggemar. Sebagian menilai unggahan itu merupakan sinyal bahwa Veda sedang dipantau serius oleh tim asal Spanyol tersebut. Namun tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai unggahan biasa tanpa kaitan dengan proses negosiasi.
Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Jerman 2026: Alvaro Carpe Tercepat, Veda Ega Pratama Fokus Pelajari Karakter Sirkuit
Hingga saat ini belum ada tanda tangan kontrak maupun pengumuman resmi mengenai kepindahan Veda ke Aspar Team.
Meski begitu, kosongnya kursi peninggalan Maximo Quiles, munculnya bocoran dari pengamat Moto3, serta unggahan media sosial tim membuat rumor transfer Veda Ega Pratama menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan menjelang persiapan musim 2027.
Publik kini menantikan keputusan resmi yang akan menentukan langkah berikutnya dalam perjalanan karier salah satu talenta muda terbaik Indonesia di ajang balap motor dunia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : IndogoGp Zone