Kim Hae-jin Dulu Heran dengan Megawati Hangestri, Kini Malah Jadi Sosok yang Selalu Nempel

Anggi Septian A.P. • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:13 WIB
Megawati Hangestri kini selalu bersama Kim Hae-jin di Hyundai Hillstate. Menariknya, Kim Hae-jin dulu sempat heran melihat Megawati.
Megawati Hangestri kini selalu bersama Kim Hae-jin di Hyundai Hillstate. Menariknya, Kim Hae-jin dulu sempat heran melihat Megawati.

JAKARTA - Kedekatan Megawati Hangestri Pertiwi dengan Kim Hae-jin di Hyundai Hillstate mencuri perhatian penggemar voli Korea Selatan dan Indonesia.

Keduanya hampir selalu terlihat bersama dalam berbagai kegiatan tim, mulai dari latihan hingga momen santai.

Kedekatan tersebut bahkan membuat penggemar menjuluki Kim Hae-jin sebagai “bodyguard” Megawati.

Namun, hubungan akrab itu ternyata memiliki cerita menarik. Kim Hae-jin mengaku sempat merasa heran ketika pertama kali melihat Megawati bermain bersama Red Sparks.

Kini, pandangannya berubah drastis. Setelah melihat kemampuan Megawati di lapangan dan mengenal kepribadiannya lebih dekat, Kim Hae-jin justru menjadi salah satu pemain yang sangat mengagumi opposite asal Indonesia tersebut.

Dulu Heran dengan Penampilan Megawati

Kim Hae-jin mengaku sudah memperhatikan Megawati sejak masih memperkuat Red Sparks.

Saat itu, perhatian Kim Hae-jin bukan hanya tertuju kepada kemampuan bermain Megawati, tetapi juga penampilannya ketika berada di lapangan.

Megawati bermain menggunakan hijab, sementara Kim Hae-jin terbiasa memangkas rambutnya sangat pendek agar tidak mengganggu pergerakan selama pertandingan.

Karena itu, ia sempat bertanya-tanya bagaimana Megawati bisa tetap nyaman bermain dengan perlengkapan tersebut.

Rasa heran itu kemudian berubah setelah Kim Hae-jin menyaksikan langsung performa Megawati.

Spike keras dan keberanian Megawati dalam mengambil bola-bola sulit membuat pandangannya berubah.

Serangan Megawati yang beberapa kali mengenai pemain lawan ketika melakukan blok juga membuat munculnya julukan “ratu headshot” di kalangan penggemar voli Asia.

Bagi Kim Hae-jin, kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mulai memahami mengapa Megawati begitu diperhitungkan.

Bukan Cuma Karena Kemampuan di Lapangan

Kekaguman Kim Hae-jin ternyata tidak berhenti pada kemampuan bermain. Semakin sering berinteraksi dengan Megawati, ia justru menemukan karakter yang membuatnya semakin menghormati pemain asal Indonesia itu.

Megawati dikenal sebagai sosok ramah, rendah hati dan mudah bergaul. Sikapnya kepada senior, junior, penggemar maupun lawan membuat Kim Hae-jin semakin kagum.

Menurutnya, seorang atlet bisa memiliki kemampuan luar biasa tetapi tetap rendah hati. Sikap seperti itulah yang membuat Megawati mudah diterima rekan-rekan setimnya.

Kedekatan keduanya di Hyundai Hillstate akhirnya bukan sekadar hubungan antarrekan satu tim.

Ada rasa saling menghormati dan kekaguman yang terbentuk setelah keduanya mengenal karakter masing-masing.

Perjalanan Panjang Kim Hae-jin

Kim Hae-jin sendiri memiliki perjalanan karier yang panjang. Lahir di Busan pada 29 April 1991, ia awalnya justru diarahkan untuk menekuni atletik karena memiliki postur tinggi.

Ia bahkan pernah meraih medali emas dalam festival olahraga nasional saat masih sekolah dasar.

Namun, seorang pelatih voli dari Seoul melihat potensinya dan mendorong keluarga Kim Hae-jin agar mengizinkannya mencoba olahraga tersebut.

Kim Hae-jin mulai mengenal voli ketika duduk di kelas 1 SMP.

Perkembangannya berlangsung cepat hingga akhirnya menjadi pilihan pertama dalam draft pemain muda 2010 oleh IBK Altos.

Selama lebih dari satu dekade, ia dikenal sebagai salah satu pemain yang memiliki loyalitas tinggi kepada klub tersebut.

Kemampuannya bermain di beberapa posisi juga menjadi salah satu keunggulannya.

Sempat Dianggap Habis, Kini Kembali Bersama Megawati

Perjalanan Kim Hae-jin tidak selalu mulus. Cedera lutut kronis pernah mengganggu kariernya, termasuk menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Meski dokter menyarankan pemulihan penuh, ia tetap berusaha kembali demi memperkuat Korea Selatan.

Setelah Olimpiade, masalah cedera kembali memengaruhi performanya. Jumlah penampilannya menurun hingga sempat muncul saran agar ia mengakhiri karier sebagai pemain dan beralih menjadi pelatih.

Namun Kim Hae-jin menolak. Ia masih ingin bermain dan bertarung di lapangan.

Keputusan tersebut akhirnya membawanya ke Hyundai Hillstate.

Kini ia justru menjadi salah satu sosok yang terlihat paling dekat dengan Megawati.

Cerita keduanya menjadi bukti bahwa kesan pertama tidak selalu menggambarkan seseorang secara utuh.

Dari rasa heran terhadap penampilan Megawati, Kim Hae-jin akhirnya menemukan kekaguman terhadap kemampuan dan kepribadiannya.

Kedekatan tersebut pun berpotensi menjadi modal penting Hyundai Hillstate menghadapi musim baru Liga Voli Korea.

Sebab, chemistry sebuah tim tidak hanya dibangun melalui latihan, tetapi juga dari rasa percaya dan saling menghargai antarpemain.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
Hyundai Hillstate Kim Hae-jin Red Sparks Liga Voli Korea Megawati Hangestri