TRENGGALEK- Persaingan di panggung bola voli Korea Selatan kembali riuh usai laga sengit yang menyajikan kemenangan dramatis Suwon Hyundai Hill State atas Pilsung Wonder Dogs dengan skor 3-2. Pertandingan berjalan ketat sejak set awal dengan jual-beli serangan berintensitas tinggi. Namun, pusat perhatian utama dari laga tersebut tertuju pada performa impresif pemain opposite asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Pevoli asal Jember, Jawa Timur, yang berjuluk Megatron tersebut tampil sangat agresif dan menjelma menjadi ancaman paling menakutkan bagi lini pertahanan Wonder Dogs. Usai laga berakhir, Libero Wonder Dogs, Song So-yong, memberikan pengakuan blak-blakan terkait betapa sulitnya meredam gempuran smash tajam yang dilepaskan Megawati sepanjang pertandingan.
So-yong secara terbuka mengakui bahwa menghadapi pukulan keras Megawati secara langsung memberikan tekanan yang sangat berbeda di lapangan. Kecepatan serta daya ledak bola yang dihantam oleh Megawati membuat barisan pemain belakang Wonder Dogs tak memiliki waktu ideal untuk bereaksi.
Baca Juga: Rahasia Merawat Anakan Ikan Koi Tanpa Aerator dan Filter agar Tidak Gampang Mati
"Jujur, smash Megawati memang segarang itu, sangat keras dan tajam. Ketika dia memukul bola dengan penuh tenaga, kami sebagai libero hanya punya waktu yang sangat sedikit untuk bereaksi," ujar So-yong usai pertandingan.
Dampak dari kerasnya gempuran Megawati bahkan dirasakan secara fisik oleh So-yong. Sang libero mengaku sempat mengalami kepusingan dan rasa sakit pada bagian kepala akibat gagal mengantisipasi hantaman bola hasil spike petir atlet asal Indonesia tersebut.
"Ada satu smash yang mengenai bagian kepala saya. Sampai setelah pertandingan, kepala saya masih terasa sakit. Saya benar-benar tidak menyangka bolanya bisa sekeras itu," kata So-yong menambahkan.
Selain mengandalkan kekuatan fisik yang luar biasa, Megawati dipuji karena memiliki variasi serta arah serangan yang sangat sulit ditebak oleh sistem pertahanan lawan. Gerakan tubuh dan posisi bahu Megawati kerap mengecoh membaca pertahanan, sehingga bola sering kali meluncur ke area yang tidak terduga meski lawan sudah siap melakukan blokADE atau dig.
Fleksibilitas Megawati dalam melancarkan gempuran baik dari garis depan maupun back attack membuat skema pertahanan Wonder Dogs berada di bawah tekanan konstan. Ketika umpan matang dikirimkan oleh setter, peluang Megawati mengonversinya menjadi poin kemenangan sangat tinggi.
Meski timnya sempat mencuri dua set, So-yong tidak memungkiri bahwa Wonder Dogs kesulitan menjaga konsistensi permainan saat Megawati sudah menemukan ritme bertandingnya. Strategi khusus yang dirancang sebelum laga terbukti gagal membatasi pergerakan Megawati di atas lapangan.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat atas peran vital Megawati bersama klub barunya, Suwon Hyundai Hill State. Di balik aksinya yang menawan, langkah Megawati melaut ke klub raksasa asal Kota Suwon tersebut diprediksi turut mendongkrak pendapatan serta nilai kontraknya secara signifikan.
Sesuai regulasi Korea Volleyball Federation (KOVO), apabila terdaftar melalui skema kuota Asia berpengalaman, Megawati diperkirakan mengantongi gaji sekitar 170.000 Dolar AS atau setara Rp2,8 miliar per musim. Namun, jika ia menembus kategori pemain asing non-Asia, pendapatan Megawati pada musim perdana berpotensi menyentuh angka 250.000 Dolar AS atau berkisar Rp4 miliar, dan berpeluang naik hingga Rp4,8 miliar pada musim berikutnya. Angka tersebut menjadi rekor pendapatan tertinggi bagi atlet bola voli Indonesia di kancah internasional.
Baca Juga: Rahasia Merawat Anakan Ikan Koi Tanpa Aerator dan Filter agar Tidak Gampang Mati
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube