TRENGGALEK - Bintang bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang papan atas di Asia. Tampil membela Suwon Hyundai Hill State dalam laga uji coba persahabatan bertajuk Korea Expedition, Megawati sukses mengantar timnya menang telak 3-1 atas klub raksasa Liga Voli Jepang, Saga Hisamitsu Springs.
Dalam pertandingan tersebut, pemain berjuluk Megatron ini tampil penuh sejak awal laga dan keluar sebagai Most Valuable Player (MVP) usai mencetak total 38 poin. Dominasi luar biasa yang ditunjukkan Megawati mengundang decak kagum sekaligus rasa heran dari pelatih kepala Saga Hisamitsu Springs yang juga mantan pelatih Timnas Putri Jepang, Kumi Nakada.
Kumi Nakada yang dikenal sebagai juru taktik tegas menyuarakan kekagumannya terhadap kualitas teknik dan mental bertanding Megawati. Ia terheran-heran mengapa atlet berbakat besar asal Jember tersebut belum merumput di liga-liga top Eropa seperti Liga Italia atau Liga Turki (Sultanlar Ligi).
Baca Juga: Bebas Biaya Alat, 12 Ikan Hias Tanpa Aerator Ini Cocok Pemula dan Mudah Dipelihara
"Secara jujur saya katakan, saya kaget dan heran mengapa pemain sebagus dia masih bermain di level liga Korea. Dengan atribut dan daya ledak seperti itu, Megawati harusnya sudah berada di level Eropa, bermain di Liga Italia atau Liga Turki. Dia memiliki standar pemain elit dunia," tegas Kumi Nakada usai pertandingan.
Nakada menambahkan bahwa meskipun timnya telah mempelajari rekaman video Megawati sebelum pertandingan, menghentikan gempuran langsung di lapangan adalah hal yang jauh berbeda. Jangkauan lompatan (vertical jump), ketepatan waktu (timing), serta sudut pukulan Megawati dinilai sangat sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan standar.
Laga tersebut sempat diwarnai insiden menegangkan pada set ketiga ketika spike keras Megawati dari posisi dua meluncur deras dan menghantam bagian wajah pemain belakang Saga Hisamitsu Springs. Hantaman bola berkecepatan tinggi itu membuat pemain lawan roboh dan sempat nyaris kehilangan kesadaran selama beberapa detik sebelum mendapat penanganan medis.
Meskipun insiden tersebut dipicu oleh dinamika pertandingan, Megawati langsung menunjukkan sportivitas tinggi dengan menyeberangi net untuk meminta maaf serta memastikan kondisi pemain lawan. Sikap terpuji ini mendapat apresiasi khusus dari Kumi Nakada yang memuji keanggunan moral dan kepribadian Megawati di dalam maupun luar lapangan.
Saga Hisamitsu Springs sempat memberi perlawanan sengit dengan merebut set kedua 25-22 setelah Hyundai mengamankan set pertama 25-21. Namun, konsistensi gempuran back-row attack dan kematangan stamina Megawati membuat Hyundai Hill State menutup set ketiga 25-19 dan mengunci kemenangan pada set keempat dengan skor 25-18.
Sementara itu, Megawati tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya atas grafik kenaikan kondisi fisik yang ia rasakan. Pevoli bertinggi 185 cm tersebut mengaku merasa jauh lebih bugar, bertenaga, dan percaya diri dibandingkan saat melakoni laga-laga sebelumnya.
"Jujur, saya sangat bahagia dan merasa lega sekali dengan hasil serta performa hari ini. Saya merasakannya sendiri di lapangan, fisik saya makin meningkat pesat. Rotasi tubuh saat memukul bola dan kekuatan dorongan kaki terasa jauh lebih ringan dan bertenaga," ungkap Megawati penuh semangat.
Peningkatan kondisi fisik dan ketajaman gempuran Megawati menjadi sinyal positif bagi Hyundai Hill State dalam menatap persaingan ketat kompetisi musim baru. Evaluasi fisik serta program latihan intensif yang dijalani terbukti berhasil mengembalikan ketajaman sang penyerang andalan Indonesia ke tingkat optimal.
Baca Juga: Rahasia Merawat Anakan Ikan Koi Tanpa Aerator dan Filter agar Tidak Gampang Mati
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube