Liga 1 Super League 2026-2027 Punya Regulasi Baru, Klub Bisa Daftarkan 11 Pemain Asing

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:06 WIB
Liga 1 Super League 2026-2027 hadir dengan aturan baru, mulai pemain asing hingga insentif untuk pemain muda.
Liga 1 Super League 2026-2027 hadir dengan aturan baru, mulai pemain asing hingga insentif untuk pemain muda.

JAKARTA - Liga 1 Super League 2026-2027 akan menerapkan sejumlah regulasi yang menjadi bagian dari format kompetisi musim ini. Salah satu ketentuannya adalah klub dapat mendaftarkan maksimal 11 pemain asing, dengan sembilan pemain dapat masuk daftar susunan pemain dan maksimal tujuh pemain asing menjadi starter.

Dalam format yang disampaikan, dua pemain asing lainnya dapat berada di bangku cadangan. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perubahan yang akan mewarnai kompetisi Liga 1 Super League musim 2026-2027.

Selain regulasi pemain asing, aturan mengenai pemain U-23 juga mengalami perubahan. Kewajiban memainkan pemain di bawah usia 23 tahun disebut dihapus.

Baca Juga: Kisah Yanu Andi Prasetyo Visualisasikan Sejarah Prasasti Kamulan

Sebagai gantinya, klub yang memberikan menit bermain kepada pemain muda akan mendapatkan insentif finansial. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari format kompetisi yang disampaikan untuk musim 2026-2027.

Regulasi lainnya berkaitan dengan staf kepelatihan. Setiap klub diwajibkan merekrut minimal satu staf pelatih lokal. Ketentuan tersebut disebut bertujuan mendukung pengembangan bakat nasional.

Dari sisi finansial, subsidi untuk klub peserta juga mengalami kenaikan. Subsidi Liga 1 Super League musim 2026-2027 disebut naik Rp8 miliar menjadi Rp27 miliar per klub dari sebelumnya Rp19 miliar.

Baca Juga: Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Subsidi tersebut akan diberikan pada akhir musim. Namun, jumlah yang diterima klub nantinya dapat dipotong dengan denda klub hingga akhir musim.

Kompetisi musim ini juga diikuti sejumlah tim promosi. Tiga tim yang disebut resmi promosi adalah Isen Mulang FC, yang sebelumnya bernama Adiaksa Banten FC, kemudian Garuda Yaksa FC dan PSS Sleman.

Di sisi lain, tiga tim Liga 1 yang disebut turun ke Liga 2 musim berikutnya adalah PSBS Biak, Persis Solo dan Semen Padang FC.

Daftar peserta yang disebut dalam materi terdiri dari 18 klub. Tim-tim tersebut adalah Arema FC, Bali United FC, Bhayangkara FC, Borneo FC Samarinda, Dewa United FC, Garuda Yaksa FC, Isen Mulang FC, Java United FC, Madura United FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persijap Jepara, Persik Kediri, Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, PSM Makassar dan PSS Sleman.

Baca Juga: Bagikan 11 Ribu Kantong Udik-Udik ke Warga Bregodo Tani Jadi Pembeda Prosesi

Materi tersebut juga mencantumkan nilai total skuad masing-masing klub. Bali United disebut memiliki nilai skuad Rp103,59 miliar, sementara Dewa United mencapai Rp105,59 miliar.

Persija Jakarta menjadi tim dengan nilai skuad tertinggi dalam daftar tersebut, yakni Rp157,30 miliar. Sementara Persijap Jepara disebut memiliki nilai skuad terendah, yaitu Rp32,16 miliar.

Persib Bandung tercantum dengan nilai skuad Rp1,21 miliar, sedangkan Persebaya Surabaya Rp11,25 miliar. Angka-angka tersebut merupakan nilai yang disebut dalam materi.

Kompetisi kemudian memasuki pekan pertama pada 4 hingga 6 September 2026. Sejumlah pertandingan besar langsung hadir, termasuk Borneo FC Samarinda kontra Persija Jakarta serta Persib Bandung melawan PSM Makassar.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Dukung Pembebasan PPB Sawah, Langsung Koordinasi untuk Siapkan Dasar Hukum

Dengan adanya aturan pemain asing, insentif bagi pemain muda, kewajiban staf lokal dan kenaikan subsidi klub, Liga 1 Super League 2026-2027 memasuki musim baru dengan sejumlah ketentuan yang berbeda.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
Pemain Asing Pemain U-23 Subsidi Klub Liga 1 Super League 2026-2027 Regulasi Liga 1