JAKARTA - Performa Honda Moto3 menjadi salah satu sorotan dalam perjalanan Feda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia tersebut disebut harus bekerja ekstra keras untuk menutupi keterbatasan motor ketika bersaing di lintasan.
Dalam transkrip, persoalan utama yang disorot adalah kemampuan motor dalam berakselerasi setelah keluar dari tikungan. Kondisi itu membuat Feda disebut harus mengeluarkan kemampuan maksimal agar tetap mampu bertahan di barisan tengah.
Situasi tersebut menjadi semakin berat ketika memasuki trek lurus. Ketika akselerasi dan kecepatan menjadi faktor penting, kemampuan pembalap tidak selalu cukup untuk menutupi kekurangan teknis motor.
Feda kemudian mengandalkan gaya balap agresif. Pengereman ekstrem dan kemampuan melakukan pertarungan jarak dekat menjadi senjata utama untuk mengompensasi performa motor yang dianggap belum optimal.
Baca Juga: Persib vs PSM Buka Pekan Pertama Liga 1 2026-2027 dengan Rekor Head to Head
Namun, kondisi seperti itu dinilai tidak ideal jika berlangsung dalam jangka panjang. Pembalap harus mengambil risiko lebih besar ketika mencoba mengejar pembalap lain yang memiliki keunggulan dari sisi motor.
Persoalan tersebut kemudian membuka pembicaraan mengenai masa depan Feda. Ketika sebuah tim belum mampu memberikan paket motor yang sesuai dengan kemampuan pembalap, pilihan untuk mempertimbangkan tim lain mulai menjadi bagian dari pembahasan.
Nama Aspar kemudian muncul sebagai salah satu tim yang disebut memantau situasi. Rumor tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi, tetapi cukup untuk membuat masa depan Feda bersama Honda menjadi bahan perhatian.
Dalam transkrip, Aspar disebut mempunyai struktur pembinaan yang kuat. Kolaborasinya dengan CFMoto juga disebut memberikan paket yang dianggap kompetitif, terutama dalam akselerasi dan kecepatan di trek lurus.
Baca Juga: Borneo FC vs Persija di Liga 1 2026 2027, Rekor Lima Laga Jadi Sorotan
Bagi Feda, perpindahan ke tim dengan karakter motor berbeda tentu dapat menjadi tantangan baru. Namun, paket yang lebih kompetitif juga berpotensi membuat kemampuan balapnya dapat digunakan secara lebih maksimal.
Contoh mengenai pembalap lain juga disebut dalam transkrip sebagai konteks. Marc Marquez pernah meninggalkan Honda dan bergabung dengan Gresini Ducati setelah menghadapi persoalan kompetitivitas motor. Sementara itu, Ai Ogura juga disebut mengambil jalur berbeda setelah sebelumnya menjadi bagian dari binaan Honda.
Kisah tersebut digunakan untuk menggambarkan bahwa keputusan pembalap untuk mencari paket motor yang lebih kompetitif bukan sesuatu yang asing dalam dunia balap.
Meski demikian, situasi Feda tidak bisa langsung disamakan dengan pembalap lain. Sampai saat ini, berdasarkan informasi dalam transkrip, belum terdapat kepastian mengenai keputusan Feda.
Baca Juga: Persib vs PSM Jadi Big Match Pekan Pertama Liga 1 2026 2027
Honda masih memiliki peluang untuk merespons situasi tersebut melalui pengembangan motor. Jika paket yang diberikan mampu meningkat, peluang Feda untuk melanjutkan perjalanan bersama Honda tetap terbuka.
Karena itu, persoalan performa Honda Moto3 menjadi bagian penting dalam menentukan arah masa depan Feda. Bukan hanya soal hasil balapan, tetapi juga tentang sejauh mana motor mampu mendukung talenta pembalap Indonesia tersebut.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino