Jika Tinggalkan Honda, Ini Alasan Feda Ega Pratama Mulai Dilirik Tim Eropa

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:01 WIB
Jika mendapat motor yang lebih kompetitif, seberapa jauh Feda Ega Pratama bisa melaju? Rumor perpindahan ke tim Eropa kini mulai mencuat.
Jika mendapat motor yang lebih kompetitif, seberapa jauh Feda Ega Pratama bisa melaju? Rumor perpindahan ke tim Eropa kini mulai mencuat.

JAKARTA - Feda Ega Pratama disebut mulai mendapat perhatian dari tim Eropa di tengah persoalan kompetitivitas motor Honda. Aspar menjadi salah satu tim yang dikaitkan dengan pembalap Indonesia tersebut dalam rumor bursa transfer Moto3.

Feda dinilai memiliki kemampuan balap yang dapat berkembang lebih jauh jika mendapat dukungan paket motor yang kompetitif. Dalam transkrip, salah satu kekuatan Feda adalah kemampuan melakukan pengereman terlambat dan bertarung dalam jarak dekat.

Kemampuan tersebut selama ini disebut banyak digunakan untuk menutupi kekurangan motor. Ketika motor kesulitan berakselerasi setelah tikungan, Feda harus mengandalkan skill untuk tetap berada dalam persaingan.

Kondisi itu membuat muncul pertanyaan mengenai masa depannya. Apakah lebih baik bertahan sambil menunggu perkembangan Honda atau mencari tim dengan paket motor yang dinilai lebih kompetitif?

Baca Juga: 18 Tim Liga 1 2026-2027 dan Nilai Skuadnya, Persija Tertinggi

Rumor Aspar kemudian memberikan salah satu kemungkinan. Tim tersebut disebut memiliki sistem pembinaan dan lingkungan kompetitif yang dapat menjadi tempat baru bagi Feda untuk berkembang.

Aspar juga disebut berkolaborasi dengan CFMoto. Dalam transkrip, motor CFMoto disebut memiliki keunggulan pada sektor akselerasi dan top speed. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan yang selama ini disebut dirasakan Feda ketika menghadapi persaingan di lintasan.

Jika rumor perpindahan benar-benar menjadi kenyataan, Feda akan menghadapi tantangan baru. Ia harus beradaptasi dengan motor, teknisi, sistem kerja, dan lingkungan yang berbeda.

Namun, perubahan tersebut juga dapat membuka kesempatan untuk memaksimalkan kemampuan yang selama ini menjadi kekuatannya. Dengan motor yang lebih kompetitif di trek lurus, Feda disebut tidak perlu terlalu banyak mengorbankan kemampuan di tikungan hanya untuk mengejar ketertinggalan.

Baca Juga: Liga 1 Super League 2026-2027 Punya Regulasi Baru, Klub Bisa Daftarkan 11 Pemain Asing.

Transkrip juga menyinggung kisah Marc Marquez dan Ai Ogura sebagai gambaran mengenai keputusan pembalap ketika menghadapi persoalan kompetitivitas motor. Keduanya digunakan sebagai contoh bahwa perubahan tim dapat menjadi pilihan ketika pembalap membutuhkan tantangan atau paket motor berbeda.

Meski demikian, perjalanan Feda memiliki konteksnya sendiri. Belum ada kepastian bahwa pembalap tersebut akan meninggalkan Honda. Rumor yang menghubungkannya dengan Aspar masih perlu dibedakan dari fakta resmi.

Di sisi lain, munculnya rumor tersebut memperlihatkan bahwa nama Feda mulai memiliki nilai lebih di paddock. Ia disebut tidak lagi sekadar menjadi pembalap muda yang melengkapi grid, tetapi mulai dipandang sebagai talenta yang dapat menjadi investasi jangka panjang.

Honda tentu memiliki kepentingan untuk mempertahankannya. Pengembangan motor menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan Feda jika benar-benar muncul tawaran dari tim lain.

Baca Juga: Persib vs PSM Buka Pekan Pertama Liga 1 2026-2027 dengan Rekor Head to Head

Masa depan pembalap Indonesia tersebut pada akhirnya masih terbuka. Pilihannya bisa bertahan bersama Honda atau mencoba tantangan baru bersama tim Eropa.

Untuk saat ini, belum ada keputusan resmi. Namun, rumor yang berkembang telah membuat masa depan Feda Ega Pratama menjadi salah satu topik yang patut diperhatikan dalam bursa Moto3.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
moto3 Feda Ega Pratama Aspar Team honda pembalap indonesia