Veda Ega Pratama Finis P20 di Aragon, Telemetri Ungkap Perjuangan di Balik Hasil

Putri Dwi Lestari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:40 WIB
Veda Ega Pratama finis P20 di GP Aragon 2026. Analisis telemetri mengungkap perjuangan dari P22, gap top speed, hingga persoalan teknis. (PINTEREST)
Veda Ega Pratama finis P20 di GP Aragon 2026. Analisis telemetri mengungkap perjuangan dari P22, gap top speed, hingga persoalan teknis. (PINTEREST)

RADAR TRENGGALEK - Veda Ega Pratama finis di posisi ke-20 pada balapan GP Aragon 2026. Hasil tersebut sekilas terlihat mengecewakan karena pembalap Indonesia itu tertinggal sekitar 30 detik dari pemenang balapan, Maximo Killes. Namun, analisis telemetri dalam transkrip menunjukkan adanya perjuangan teknis yang membuat perjalanan Veda sepanjang balapan tidak sesederhana angka di papan hasil.

Veda mengawali balapan dari posisi ke-22. Pada fase awal, pembalap berusia 17 tahun itu justru mampu menunjukkan progres signifikan. Dalam lima lap pertama, Veda disebut berhasil merangsek tujuh posisi hingga berada di P15.

Pergerakan tersebut dimulai sejak lap pertama. Veda melakukan serangan di Turn 1 dengan pengereman keras dan kemampuannya membaca celah di antara pembalap lain.

Pada lap kedua, Veda berada di P18 dengan catatan waktu 1 menit 58,902 detik. Posisi tersebut kemudian meningkat menjadi P17 pada lap ketiga dengan waktu 1 menit 58,99 detik.

Memasuki lap keempat, Veda naik ke P16 dengan catatan 1 menit 57,852 detik. Satu lap berikutnya menjadi salah satu momen terbaiknya ketika berhasil mencapai P15 dengan waktu 1 menit 57,86 detik.

Veda masih berada di posisi ke-15 pada lap keenam dengan catatan waktu 1 menit 57,974 detik. Data tersebut menunjukkan upaya Veda untuk mempertahankan pace di kisaran 1 menit 57 detik.

Namun, persoalan teknis menjadi salah satu sorotan utama dalam analisis tersebut. Motor Honda NSF 250 RW yang digunakan Veda disebut memiliki perbedaan kecepatan dengan motor KTM di lintasan lurus MotorLand Aragon.

Baca Juga: Liga 1 Super League 2026-2027 Punya Regulasi Baru, Klub Bisa Daftarkan 11 Pemain Asing.

MotorLand Aragon disebut memiliki lintasan sepanjang 5,77 kilometer dengan 17 tikungan. Salah satu karakter penting sirkuit tersebut adalah lintasan lurus sepanjang 968 meter sebelum tikungan terakhir.

Dalam analisis telemetri, top speed menjadi salah satu indikator yang dibandingkan. Hakim Danish yang menggunakan KTM disebut mencatat kecepatan tertinggi 246,3 kilometer per jam. Pembalap KTM lainnya, Adrian Cruches dan Mateo Bertele, disebut mampu mencapai 245,7 km/jam dan 245,1 km/jam.

Sementara itu, top speed terbaik Veda dengan Honda NSF 250 RW disebut tertahan di angka 241,3 km/jam. Analisis tersebut menyebut terdapat selisih sekitar 5 km/jam antara Veda dan pembalap dengan kecepatan tertinggi.

Perbedaan tersebut menjadi persoalan karena karakter lintasan Aragon membuat efek slipstream atau towing sangat penting. Motor dengan kecepatan lebih tinggi memiliki keuntungan ketika mendekati titik pengereman.

Veda disebut harus berusaha lebih keras di sektor tikungan teknis untuk mengompensasi kerugian yang dialaminya di trek lurus. Kondisi tersebut membuat aspek teknis motor menjadi bagian penting dalam memahami hasil akhir balapan.

Baca Juga: 3 Tim Promosi Liga 1 2026 2027, Ada Izen Mulang dan Garuda Yaksa

Selain kecepatan, kondisi ban juga disebut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Narasi video menyebut ban Pirelli mengalami drop-off ketika memasuki lap-lap pertengahan. Setelah fase tersebut, Veda disebut mulai kehilangan beberapa posisi.

Meski akhirnya finis P20, perjalanan Veda di Aragon tidak hanya ditandai dengan hasil akhir. Ia sempat memperlihatkan kemampuan melakukan recovery dari posisi ke-22 menuju P15 dalam fase awal balapan.

Analisis tersebut juga menyoroti catatan waktu Veda yang berada di kisaran 1 menit 57 detik. Angka itu kemudian dibandingkan dengan catatan waktu yang disebut pernah dicapai menggunakan Honda NSF 250R di Junior GP.

Sebab, motor yang digunakan di Grand Prix disebut merupakan motor prototipe terbaru, tetapi catatan waktu yang dibahas dinilai masih berada di kisaran yang mirip dengan catatan Junior GP tahun sebelumnya.

Pada akhirnya, posisi ke-20 menjadi hasil yang tercatat bagi Veda Ega Pratama di GP Aragon 2026. Namun, analisis telemetri dalam video menempatkan hasil tersebut dalam konteks yang lebih luas, terutama terkait performa motor, kecepatan di trek lurus, perkembangan posisi, dan kemampuan Veda bertahan dalam persaingan.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Jerman 2026 Lengkap: Marc Marquez Kejar Podium, Simak Klasemen Terbaru Sachsenring

Bagi Veda, balapan tersebut menjadi pengalaman menghadapi kombinasi tantangan teknis dan persaingan di lintasan. Angka P20 menjadi hasil akhir, tetapi proses dari P22 hingga P15 pada fase awal menunjukkan adanya perjuangan yang tidak sepenuhnya terlihat dari papan klasemen.

Editor : Putri Dwi Lestari
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
moto3 Veda Ega Pratama MotorLand Aragon GP Aragon 2026 Honda NSF 250 RW