RADAR TRENGGALEK - Veda Ega Pratama menghadapi seri ke-11 MotoGP 2026 di Sachsenring, Jerman, dengan misi bangkit setelah gagal finis pada GP Belanda. Pembalap Honda Team Asia itu punya modal penting karena pernah meraih kemenangan di lintasan tersebut pada Red Bull Rookies Cup musim lalu.
MotoGP Jerman 2026 menjadi seri terakhir pada paruh pertama musim sebelum jeda libur musim panas. Balapan dijadwalkan berlangsung pada 10-12 Juli 2026. Persaingan akhir pekan tersebut akan dimulai dari kelas Moto3 yang diikuti Veda.
Hasil di GP Belanda menjadi pekerjaan rumah bagi pembalap Indonesia tersebut. Veda terjatuh dan gagal membawa pulang poin. Karena itu, kebangkitannya di Sachsenring dinantikan, terutama untuk kembali bersaing di barisan depan dan menyelesaikan balapan hingga garis finis.
Sachsenring sendiri bukan lintasan yang asing bagi Veda. Sirkuit sepanjang 3,6 kilometer itu menyimpan kenangan manis setelah dia berhasil memenangkan race 2 Red Bull Rookies Cup Jerman pada tahun lalu.
Namun, tantangan pada MotoGP Jerman 2026 dipastikan berbeda. Veda kini menghadapi persaingan yang lebih ketat. Tekanan juga semakin besar karena sejumlah rivalnya di antara pembalap rookie tengah menunjukkan performa yang kompetitif.
Baca Juga: 3 Tim Promosi Liga 1 2026 2027, Ada Izen Mulang dan Garuda Yaksa
Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Maximo. Dia masih dianggap sebagai salah satu favorit untuk meraih kemenangan setelah musim lalu mampu finis di posisi kedua di Sachsenring.
Selain Maximo, Feda juga harus mewaspadai dua rival sesama rookie, yakni Brian Yuriarte dari Red Bull KTM Ajo dan Hakim Danis dari ION Credit MT Helmets MSI.
Yuriarte memiliki catatan positif di Sachsenring. Dia berhasil menjadi pemenang race 1 Red Bull Rookies Cup Jerman tahun lalu. Sementara Feda keluar sebagai pemenang pada race 2.
Catatan tersebut membuat persaingan ketiganya semakin menarik. Hakim Danis juga mulai diperhitungkan berkat kecepatannya yang cukup konsisten untuk bersaing di barisan depan.
Bagi Veda, pengalaman menang di Sachsenring menjadi modal kepercayaan diri. Namun, dia tetap harus mampu mengubah pengalaman tersebut menjadi performa kompetitif di Moto3.
Target utama tentu menghindari kesalahan seperti yang terjadi di GP Belanda. Dengan menyelesaikan balapan dan mengamankan poin, Veda berpeluang kembali membangun momentum setelah hasil kurang maksimal pada seri sebelumnya.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 Jerman 2026: Tampil Gemilang di Sachsenring, Rumor Naik ke MotoGP Menguat
Selain persaingan di Moto3, kelas utama MotoGP juga menghadirkan peluang bagi Marc Marquez untuk kembali meraih kemenangan.
Marquez menjadi salah satu pembalap yang paling difavoritkan di Sachsenring. Dia berpeluang mencetak kemenangan ketiga musim ini setelah meraih kemenangan beruntun pada balapan di Hungaria dan Ceko.
Catatan Marquez di Sachsenring juga sangat kuat. Musim lalu, dia menyapu bersih dua balapan dengan finis pertama pada sprint dan balapan utama.
Pada akhir pekan MotoGP Jerman 2026, Marquez berpeluang mengamankan tambahan maksimal 37 poin. Perolehan tersebut bisa menjadi penting dalam upayanya memperbaiki posisi di klasemen.
Saat ini, Marquez disebut hanya tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin dari Aprilia Racing. Karena itu, Sachsenring menjadi salah satu kesempatan bagi Marquez untuk memangkas jarak sekaligus membuka peluang masuk ke posisi tiga besar.
Sementara bagi Veda, fokusnya lebih sederhana: bangkit dari kegagalan di Belanda, memanfaatkan pengalaman positif di Sachsenring, dan memastikan perjuangannya berakhir di garis finis.
Dengan pengalaman kemenangan di lintasan tersebut serta persaingan rookie yang semakin ketat, Moto3 Jerman 2026 menjadi kesempatan bagi Veda untuk kembali menunjukkan potensinya.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber