RADAR TRENGGALEK- Veda Ega Pratama menunjukkan perjuangan penting dalam balapan Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Minggu, 12 Juli 2026. Pembalap Indonesia itu mampu memperbaiki posisi hingga lima tingkat dari starting grid dan mengakhiri balapan di posisi kedelapan.
Veda Ega Pratama mengawali balapan dari posisi ke-13. Sejak lap pertama, pembalap asal Gunung Kidul itu langsung berusaha memperbaiki posisinya. Ia sempat naik dua tingkat ke urutan ke-11 sebelum kembali tergeser oleh tiga pembalap di belakangnya.
Di barisan depan, Brian Uriarte langsung melesat meninggalkan rombongan. Rival Veda tersebut mampu memimpin balapan hingga akhir putaran pertama dengan keunggulan yang cukup terlihat.
Memasuki putaran kedua, sejumlah insiden terjadi di tikungan pertama. Beberapa pembalap terjatuh, termasuk Valentin Perrone dan David Alonso.
Pada fase itu, Veda masih berada di posisi ke-14. Ia berada di belakang sejumlah pembalap yang berada dalam rombongan persaingan. Sementara itu, Uriarte mencatat gap 0,792 detik ketika memasuki putaran kedua.
Baca Juga: Wuling Axion EV CE Jadi Varian Termurah, Motor 204 PS dan Kamera 360 Tetap Ada
Persaingan di bagian depan kemudian mulai berubah. Memasuki putaran kelima, Maximo Quiles mulai memangkas jarak dengan Uriarte. Sementara itu, posisi sejumlah pembalap di rombongan tengah juga mengalami perubahan.
Veda perlahan kembali mendapatkan momentumnya. Memasuki putaran ketujuh, ia mampu memperbaiki posisi setelah sebelumnya berada di urutan ke-14. Pembalap Malaysia sempat menyalip Veda, tetapi posisi tersebut tidak bertahan lama.
Pergerakan Veda semakin terlihat pada putaran kedelapan. Ia mendapat keuntungan dari insiden yang menimpa dua pembalap di tikungan ketujuh. Situasi tersebut membuat Veda merangsek ke posisi kesembilan.
Saat itu, Veda berada di belakang Jesus Rios dan Adrian Fernandez. Tak berhenti di sana, ia kembali melakukan serangan ketika balapan memasuki putaran ke-10.
Veda berhasil merebut posisi kedelapan dari Rios. Pergerakan tersebut membuat pembalap Indonesia itu kembali masuk dalam persaingan kelompok depan.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport Jadi SUV Andalan, Ini Alasan Bukan Sekadar Gagah
Sementara itu, Brian Uriarte masih menjadi pembalap yang harus dikejar. Maximo Quiles terus memberikan tekanan dalam perebutan posisi pertama. Di belakang keduanya, persaingan podium ketiga juga berlangsung ketat.
Beberapa pembalap terlibat dalam perebutan posisi tiga besar, di antaranya Alvaro Carpe, Marco Morelli, dan Salmela. Mateo Bertelle kemudian ikut mendekati rombongan tersebut.
Memasuki putaran ke-14, rombongan Veda mulai tertinggal dari kelompok yang berada di depannya. Selisih dengan Bertelle disebut mencapai 4,116 detik. Namun, persaingan di depan justru semakin panas.
Quiles akhirnya mengambil alih pimpinan balapan pada putaran ke-15. Posisi tersebut tidak bertahan lama karena Uriarte kembali merebut tempat pertama ketika balapan memasuki lima putaran terakhir.
Di tengah ketatnya persaingan di depan, Veda justru mengalami penurunan posisi. Ia disalip dua pembalap dan turun ke urutan ke-10, berada di belakang Alvaro Carpe.
Baca Juga: BYD Atto 2 Tampil di Singapore Motor Show 2026, Bawa Karakter SUV yang Lebih Praktis
Quiles terus memberikan tekanan kepada Uriarte pada lap-lap terakhir. Pemimpin klasemen sementara Moto3 tersebut kembali merebut posisi pertama pada putaran kedua dari akhir.
Veda juga sempat kembali merosot hingga posisi ke-12. Namun, perjuangannya belum berakhir. Pada lap terakhir, Uriarte kembali mengambil alih pimpinan setelah sebelumnya mendapat tekanan dari Quiles.
Uriarte akhirnya mampu mempertahankan posisi pertama hingga garis finis. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keduanya di Moto3 pada musim 2026. Quiles finis di posisi kedua, sedangkan posisi ketiga ditempati Bertelle.
Veda Ega Pratama akhirnya menutup balapan Moto3 Jerman 2026 di posisi kedelapan. Hasil tersebut berarti Veda berhasil memperbaiki lima posisi dibandingkan starting grid. Perjuangannya dari posisi ke-13 hingga finis P8 menjadi salah satu catatan penting dari balapan di Sachsenring tersebut.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber