TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Rumor Veda Ega Pratama ke Aspar mencuat setelah pembalap Indonesia tersebut mengalami akhir pekan sulit bersama Honda Team Asia pada seri Moto3 Aragon. Veda harus finis di posisi ke-20 tanpa poin setelah menghadapi masalah performa motor, setup, hingga hilangnya daya cengkeram ban pada fase penting balapan.
Hasil di Aragon menjadi salah satu momen paling berat bagi Veda pada musim perdananya di kejuaraan dunia. Sang rookie memulai balapan dari posisi ke-22, yang dalam transkrip disebut sebagai hasil kualifikasi terburuknya musim ini.
Meski memulai dari belakang, Veda sempat menunjukkan daya juangnya. Ia mampu masuk ke zona poin pada pertengahan balapan dengan ritme agresif. Namun, performa motor disebut menurun drastis ketika balapan memasuki lap-lap akhir.
Akselerasi berkurang dan grip ban menghilang. Kondisi itu membuat Veda kehilangan peluang mempertahankan posisinya dan akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-20 tanpa tambahan poin.
Di tengah situasi tersebut, muncul pembicaraan mengenai masa depan Veda di Honda Team Asia. Salah satu rumor yang berkembang adalah kemungkinan Veda Ega Pratama ke Aspar, tim asal Spanyol yang disebut memiliki struktur kompetitif di kelas Moto3.
Namun, kabar mengenai kemungkinan kepindahan tersebut masih berada dalam ranah rumor. Transkrip tidak menyebut adanya konfirmasi resmi mengenai tawaran maupun kesepakatan antara Veda dan Aspar Team.
Aspar Bersinar Saat Honda Kesulitan di Aragon
Spekulasi mengenai masa depan Veda semakin ramai setelah melihat hasil yang diraih Aspar di Aragon. Ketika Veda menghadapi kesulitan bersama motornya, para pembalap Aspar justru tampil kuat.
Máximo Quiles disebut berhasil memenangkan balapan, sementara Marco Morelli turut berada di podium. Performa tersebut menjadi kontras dengan hasil yang dialami Honda Team Asia bersama Veda.
Dari sinilah rumor mengenai kemungkinan Veda menuju Aspar mulai berkembang. Disebutkan adanya pembicaraan mengenai kursi dalam struktur Moto3 Aspar untuk musim berikutnya, sehingga nama pembalap Indonesia itu dikaitkan dengan peluang tersebut.
Video tersebut juga menyinggung Jorge Martinez sebagai sosok penting di balik Aspar. Rumor yang beredar menyebut Martinez memantau perkembangan performa Veda sejak awal musim.
Meski demikian, klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi. Karena itu, kemungkinan Veda bergabung dengan tim tersebut belum dapat dianggap sebagai kepastian.
Dalam transkrip, Veda dinilai memiliki daya tarik karena kemampuannya bertarung meski memulai balapan dari posisi kurang ideal. Kemampuan bangkit dari posisi belakang dan berjuang menuju zona poin disebut menjadi salah satu karakter yang membuatnya menarik.
Baca Juga: Veda Ega Pratama ke Aspar? Rumor Mencuat Usai Honda Team Asia Alami Mimpi Buruk di Aragon
Catatan Positif Veda pada Musim Perdananya
Hasil buruk di Aragon tidak menghapus sejumlah penampilan positif Veda sepanjang musim. Salah satunya terjadi di Silverstone, Inggris.
Dalam balapan tersebut, Veda memulai lomba dari posisi ke-15. Ia kemudian mampu memperbaiki posisi secara bertahap dan menyelesaikan balapan di urutan kesembilan.
Penampilan tersebut menjadi salah satu catatan yang menunjukkan kemampuan Veda dalam menjaga ritme dan membaca jalannya balapan.
Hingga titik yang disebutkan dalam transkrip, Veda telah mengoleksi 97 poin. Ia hanya membutuhkan tambahan tiga poin untuk menembus angka 100 poin pada musim perdananya.
Jaraknya dengan Marco Morelli di peringkat kelima klasemen juga disebut hanya mencapai 18 poin. Catatan tersebut membuat perjalanan Veda tetap menjadi perhatian meski ia mengalami akhir pekan yang sulit di Aragon.
Transkrip juga menyoroti persoalan teknis yang dialami Honda. Salah satu masalah yang disebut adalah akselerasi motor saat keluar dari tikungan, sebuah aspek penting dalam persaingan Moto3 yang sangat mengandalkan momentum.
Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan ketika Veda harus menggunakan gaya balap agresif untuk menutupi kekurangan performa. Risiko kehilangan grip dan penurunan daya cengkeram ban pun menjadi lebih besar.
Aragon disebut menjadi contoh bagaimana kondisi lintasan yang licin dapat memperburuk persoalan tersebut. Veda akhirnya lebih banyak berjuang untuk mempertahankan kendali motor hingga garis finis.
Masa Depan Veda Masih Menjadi Tanda Tanya
Rumor Veda Ega Pratama ke Aspar kini menjadi salah satu topik yang menarik perhatian menjelang kelanjutan musim. Jika benar ada peluang pindah tim, sejumlah faktor akan menjadi pertimbangan, mulai dari kualitas motor, dukungan kru, jalur pengembangan karier, hingga kontrak masa depan.
Di sisi lain, Honda Team Asia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki situasi. Seri balapan berikutnya disebut akan menjadi momen penting bagi tim untuk membuktikan kemampuan dalam memberikan setup yang lebih kompetitif.
Jika masalah yang sama kembali terjadi, spekulasi mengenai masa depan Veda diperkirakan akan semakin berkembang. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kepindahannya ke Aspar.
Untuk Veda, fokus utama tetap berada di lintasan. Hasil Aragon memang menjadi kemunduran, tetapi catatan 97 poin dan sejumlah penampilan kuat sebelumnya menunjukkan bahwa pembalap Indonesia tersebut masih memiliki peluang untuk terus berkembang.
Sisa musim akan menjadi penentu penting, baik bagi perjalanan Veda bersama Honda Team Asia maupun bagi rumor mengenai kemungkinan langkah barunya menuju tim lain.
Baca Juga: Drama Set Kedua Pertandingan Red Sparks vs Hillstate: Rentetan 11 Poin Beruntun Ubah Peta Laga
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest