Spike Megawati di Liga Korea: Headshot Pertama Ternyata Bukan Lee Dahyeon

Putri Dwi Lestari • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:55 WIB
 Spike Megawati di Liga Korea beberapa kali berujung headshot. Simak fakta headshot pertama yang ternyata bukan Lee Dahyeon.(PINTEREST)
Spike Megawati di Liga Korea beberapa kali berujung headshot. Simak fakta headshot pertama yang ternyata bukan Lee Dahyeon.(PINTEREST)

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Spike Megawati di Liga Korea menjadi salah satu sorotan sejak pemain Indonesia tersebut memperkuat Red Sparks. Tak hanya karena keras, serangan Megawati juga disebut efektif dan sulit diprediksi hingga beberapa kali berujung body shot dan headshot kepada pemain lawan.

Terdapat fakta di balik serangan Megawati, kekuatan spike tidak hanya sebagai hasil kemampuan individu semata. Permainan kolektif Red Sparks, kualitas umpan setter, penerimaan bola, chemistry, hingga game plan disebut menjadi bagian penting yang membuat serangan Megawati begitu berbahaya.

Megawati mulai terjun Liga Voli Korea pada 17 Oktober 2023. Dalam pertandingan melawan IBK Altos, sebuah serangan pada set kedua ketika kedudukan 12-21 disebut menjadi salah satu momen awal body shot Megawati.

Serangan tersebut mengenai pemain IBK Altos, Pornpun Guedpard. Skema serangan Red Sparks disebut mampu menciptakan celah dalam pertahanan lawan. Bola yang dipukul Megawati kemudian melesat dan mengenai bagian dada pemain asal Thailand tersebut.

Baca Juga: Sportwatch Terbaik 2025, Ini 7 Smartwatch Olahraga dengan GPS Akurat dan Baterai Super Awet

Headshot pertama bukan Lee Dahyeon

Momen lain terjadi pada 26 Oktober 2023 ketika Red Sparks menghadapi Pink Spiders di Samsan World Gymnasium. Pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan Megawati berhadapan dengan Kim Yeon-koung, pemain yang disebut sebagai idolanya.

Pada set pertama, sebuah spike Megawati mengenai wajah Lee Won-jeong, setter Pink Spiders. Momen tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam penelusuran mengenai headshot pertama Megawati di Liga Korea.

Sebab, sebelumnya terdapat anggapan bahwa Lee Dahyeon, middle blocker Hyundai Hillstate, merupakan pemain pertama yang terkena headshot Megawati. Namun, anggapan tersebut tidak tepat.

Lee Dahyeon memang terkena headshot Megawati, tetapi peristiwa tersebut baru terjadi pada 16 Desember 2023 dalam pertandingan di Chungmu Gimnasium. Artinya, kejadian itu berlangsung setelah laga Red Sparks melawan Pink Spiders pada Oktober.

Dengan merujuk pada arsip pertandingan dan rekaman siaran yang disebut berasal dari KOVO serta Naver, Lee Won-jeong tercatat sebagai pemain pertama di Liga Korea yang terkena headshot dari spike Megawati.

Baca Juga: Sejarah MotoGP: Dari Balapan Pasca Perang Dunia hingga Menjadi Olahraga Global yang Ditonton Jutaan Penggemar

Variasi spike membuat serangan sulit ditebak

Kekuatan serangan Megawati tidak hanya terletak pada kerasnya pukulan. Terdapat beberapa variasi teknik yang membuat serangannya semakin sulit dibaca pertahanan lawan.

Salah satunya adalah top spin spike. Bola dipukul dengan putaran ke depan sehingga lintasannya dapat menukik tajam setelah melewati net. Teknik tersebut memungkinkan pemain melakukan pukulan keras sekaligus menjaga bola tetap mengarah ke area permainan.

Ada pula floating spike yang mengandalkan minimnya putaran bola. Gerakan bola di udara menjadi lebih sulit diprediksi sehingga menyulitkan pemain yang bertugas menerima serangan.

Teknik lainnya disebut top split, yang lebih menitikberatkan pada kontrol dan akurasi sudut pukulan. Salah satu penerapannya adalah mengarahkan bola ke celah di antara tangan para blocker.

Baca Juga: Huawei Band 11 dan Versi Pro Meluncur, Smartband Fitur Lengkap dengan 100 Mode Olahraga dan Deteksi Sleep Apnea

Variasi tersebut membuat Megawati tidak bergantung pada satu jenis serangan. Ia dapat memilih pukulan berdasarkan situasi yang dihadapi di lapangan.

Momen headshot kembali terjadi pada 16 Desember 2023 ketika Lee Dahyeon terkena serangan Megawati. Kemudian pada 6 Januari 2024, pemain GS Caltex Hansu Jin juga disebut terkena headshot pada set kedua ketika skor 11-14.

Pada 21 Februari 2024, Kuan Minji dari GS Caltex kembali menjadi pemain yang terkena headshot Megawati. Peristiwa itu terjadi pada set kedua saat kedudukan 24-23.

Memasuki musim 2024-2025, headshot dan body shot disebut tidak sesering musim pertama. Namun, hal tersebut bukan berarti kualitas serangan Megawati menurun. Sebagai opposite hitter, tugas utamanya tetap menghasilkan poin untuk tim.

Pada 31 Desember 2024, Choy Jongmin dari IBK Altos terkena spike keras Megawati ketika mencoba melakukan blok. Kemudian pada 14 Maret 2025, Zangyu dari AI Peppers juga terkena serangan Megawati hingga harus beristirahat sementara.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa spike Megawati di Liga Korea tidak sekadar soal kekuatan pukulan. Dukungan sistem permainan, chemistry tim, variasi teknik, serta kemampuan membaca situasi menjadi bagian dari senjata yang membuat serangannya sulit dihentikan.

Editor : Putri Dwi Lestari
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Red Sparks kalah Spike Megawati di Liga Korea Headshot Megawati Liga Voli Korea Megawati Hangestri