TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Megawati Hangestri Pertiwi resmi mundur dari timnas voli putri Indonesia pada 27 April 2026. Opposite andalan Merah Putih itu menyampaikan keputusan tersebut melalui surat kepada PBVSI dengan alasan utama faktor kesehatan, sekaligus mempertimbangkan perjalanan karier profesional dan rencana pribadinya ke depan.
Keputusan Megawati mundur dari timnas voli putri Indonesia datang di tengah persiapan skuad menghadapi sejumlah agenda penting sepanjang 2026. Sebelumnya, nama Megawati masih tercantum dalam daftar 17 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan nasional.
Karena itu, pengunduran diri tersebut menjadi perubahan besar bagi skuad asuhan pelatih Marcos Sugiyama. Timnas voli putri Indonesia harus segera menyiapkan komposisi baru, terutama di sektor serangan yang selama ini mendapat kontribusi penting dari Megawati.
Mundur di tengah persiapan agenda penting
Dalam waktu dekat, timnas voli putri Indonesia dijadwalkan menghadapi AVC Nations Cup di Filipina pada 20 Juni 2026. Setelah itu, skuad Merah Putih juga akan menjalani agenda SEA V League di Vietnam dan Thailand, sebelum melanjutkan persaingan pada AVC Continental Cup di China.
Baca Juga: Kenaikan Plastik Terus Dipantau , Dikhawatirkan Picu Harga Pangan
Padatnya agenda tersebut membuat mundurnya Megawati menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Kehilangan salah satu pemain utama ketika persiapan sedang berlangsung menuntut tim pelatih untuk melakukan penyesuaian dengan cepat.
Megawati sendiri disebut mempertimbangkan sejumlah hal sebelum mengambil keputusan. Faktor kesehatan menjadi alasan utama yang disampaikan dalam surat pengunduran dirinya kepada PBVSI. Selain itu, ia juga menyinggung perjalanan karier profesional serta rencana pribadi untuk masa mendatang.
PBVSI menghormati keputusan tersebut. Federasi juga disebut tetap memberikan dukungan kepada Megawati setelah pemain tersebut memilih meninggalkan skuad timnas.
Bagi tim pelatih, persoalan berikutnya adalah bagaimana menyusun kembali kekuatan lini serang tanpa kehadiran pemain yang selama ini menjadi salah satu pilar permainan timnas.
Pemain lain dituntut mengambil peran
Situasi tersebut membuka peluang bagi pemain lain untuk mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Nama-nama seperti Mediol Stovani Yoku, Tisya Amalia Putri, dan Maradantira disebut berpotensi memainkan peran penting dalam komposisi baru timnas voli putri Indonesia.
Selain itu, pemain yang lebih baru seperti Shindi Sasgia Dwi Yuniar juga mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di level tertinggi.
Perubahan komposisi tersebut membuat perjalanan timnas pada 2026 menjadi semakin menantang. Tim tidak hanya harus mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan dalam berbagai kompetisi, tetapi juga harus menemukan formula serangan baru setelah kehilangan salah satu pemain utama.
Megawati selama ini menjadi bagian penting dalam kekuatan serang timnas. Karena itu, kepergiannya bukan sekadar pergantian satu nama dalam daftar pemain. Tim pelatih harus mencari cara agar keseimbangan permainan tetap terjaga dan pemain lain mampu mengisi ruang yang ditinggalkan.
Namun, mundurnya Megawati tidak berarti perjalanan timnas voli putri Indonesia berhenti. Justru kondisi tersebut menjadi ujian baru bagi skuad Merah Putih untuk membuktikan kedalaman kekuatan yang dimiliki.
Baca Juga: Makanan Khas Sunda yang Bikin Kangen, Ada Nasi Liwet hingga Lalapan Segar
Dengan sejumlah agenda besar menanti, tim pelatih kini memiliki pekerjaan untuk membangun kembali komposisi terbaik. Pemain-pemain yang sebelumnya berada di belakang Megawati berpeluang tampil lebih banyak dan mengambil tanggung jawab lebih besar.
Sementara bagi Megawati, keputusan tersebut menjadi langkah dalam perjalanan karier dan rencana pribadinya. PBVSI menyatakan menghormati pilihannya dan tetap memberikan dukungan.
Kini perhatian beralih kepada skuad Merah Putih. Setelah Megawati mundur dari timnas voli putri Indonesia, kemampuan tim beradaptasi akan menjadi salah satu tantangan utama menuju rangkaian kompetisi 2026. Perjalanan baru pun dimulai tanpa salah satu senjata utamanya.
Editor : Putri Dwi LestariSumber : Diolah dari berbagai sumber