JAKARTA - Persija Jakarta menutup rangkaian uji coba pramusim dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Semen Padang FC di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Hasil tersebut menjadi penutup positif sebelum Macan Kemayoran memulai perjuangan di Super League 2026-2027.
Persija tampil agresif sejak awal pertandingan. Tim asuhan Shintayong mengandalkan permainan bertempo tinggi, pressing intens, serta sirkulasi bola cepat untuk membuat Semen Padang kesulitan mengembangkan permainan.
Alanyah Abdul Manan menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Bintang muda Persija itu memborong dua gol. Satu gol lainnya disumbangkan Stepen Lonchar melalui tembakan melengkung dari lini tengah.
Baca Juga: Persib Bandung Punya 12 Nama Baru dan Lama untuk Hadapi Musim 2026/2027
Kemenangan 3-0 tersebut terasa semakin berarti karena Semen Padang disebut memiliki skuad berpengalaman untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026-2027. Sejumlah pemain veteran mengisi skuad Kabau Sirah dan diproyeksikan membantu tim mengejar gelar serta tiket promosi ke kasta tertinggi.
Namun, pengalaman para pemain Semen Padang tidak banyak membantu ketika menghadapi permainan Persija. Stefano Lilipali yang biasanya menjadi motor serangan disebut kesulitan bergerak karena mendapatkan pengawalan ketat dari lini tengah Macan Kemayoran.
Pemain lain seperti Rezaldi Heanusa dan Novri Setiawan juga disebut beberapa kali kewalahan menghadapi serangan balik Persija. Sementara itu, lini depan Semen Padang kesulitan mendapatkan suplai bola yang cukup.
Baca Juga: Persib Bandung Belum Berburu Pemain Baru, Igor Tolik Pilih Maksimalkan Skuad yang Ada
Taktik Shintayong Mulai Terlihat
Persija menunjukkan organisasi permainan yang disiplin selama 90 menit. Sirkulasi bola cepat menjadi salah satu senjata utama untuk membongkar blok pertahanan Semen Padang.
Ketika kehilangan bola, para pemain langsung melakukan counter pressing. Tekanan diberikan dalam hitungan detik sehingga pemain lawan dipaksa mengambil keputusan dalam situasi sulit.
Kombinasi pemain muda dengan pemain berpengalaman juga dinilai memberikan keseimbangan bagi Persija. Alanyah Abdul Manan menjadi representasi energi pemain muda, sementara nama seperti Stepen Lonchar dan Dennis Colinger memberikan pengalaman dalam skuad.
Baca Juga: Persib Bandung dan Luka Modric, Berawal dari Candaan hingga Rumor Transfer
Kemenangan atas Semen Padang sekaligus melengkapi rangkaian persiapan Persija sebelum memasuki kompetisi resmi. Sebelumnya, Macan Kemayoran telah menjalani pemusatan latihan di Thailand dan menghadapi dua klub Thailand, yakni Thail FC 21 dan Changre United 21.
Persija kemudian melanjutkan agenda pramusim dengan pertandingan internasional menghadapi klub dari Australia. Dalam laga tersebut, Persija disebut menang telak 4-0 di hadapan puluhan ribu The Jakmania.
Hasil melawan Semen Padang membuat Persija menutup rangkaian uji coba dengan catatan positif. Performa tersebut menjadi modal sebelum tim memasuki persaingan Super League 2026-2027.
Baca Juga: Persib Bandung Kantongi Rp10,8 Miliar dari ACL 2, Bursa Transfer Makin Panas
Langsung Hadapi Borneo FC
Usai menyelesaikan pertandingan di Jakarta, Persija tidak memiliki waktu panjang untuk bersantai. Pada Jumat, 4 September 2026, Shintayong membawa skuadnya menuju Samarinda.
Persija akan menghadapi Borneo FC pada pertandingan pembuka Super League 2026-2027. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026 pukul 19.00 WIB.
Pertandingan itu menjadi ujian resmi pertama bagi strategi Shintayong di kompetisi musim 2026-2027. Berbeda dengan laga pramusim, Persija kini harus langsung berhadapan dengan pertandingan yang memberikan konsekuensi terhadap perjalanan mereka di kompetisi.
Baca Juga: Persib Bandung Dikaitkan dengan 5 Pemain, dari Kiper Kroasia hingga Nathan Tjoe-A-On
Persija datang dengan modal rangkaian hasil positif dan permainan yang mulai menunjukkan identitas. Pressing tinggi, sirkulasi bola cepat, transisi setelah kehilangan bola, serta keberanian menyerang menjadi bagian yang terlihat dalam kemenangan atas Semen Padang.
Namun, hasil pramusim tetap harus diterjemahkan ke dalam performa kompetitif. Laga melawan Borneo FC akan menjadi kesempatan bagi Shintayong dan anak asuhnya untuk membuktikan apakah perkembangan selama masa persiapan mampu berlanjut ketika kompetisi resmi dimulai.
Bagi Macan Kemayoran, target terdekat kini jelas: mengawali Super League 2026-2027 dengan hasil positif. Kemenangan atas Semen Padang telah menjadi penutup pramusim, sedangkan tantangan sesungguhnya dimulai di Samarinda.
Baca Juga: Persib Bandung Belum Berburu Pemain Baru, Igor Tolik Pilih Maksimalkan Skuad yang Ada
Editor : Annis Zahra Putri Setia Bekti