TRENGGALEK - Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi di skema permainan Hyundai Hill State diyakini bakal memunculkan potensi ancaman baru di kompetisi voli Korea Selatan. Analisis tersebut disampaikan oleh Giovanna Milana usai menyaksikan secara langsung laga uji coba Hyundai Hill State melawan klub asal Jepang, NEC Red Rockets Kawasaki.
Menurut Gia, pertunjukan permainan yang ditunjukkan Hyundai Hill State menunjukkan betapa padunya kolaborasi antar lini. Keberadaan setter utama Timnas Korea Selatan, Kim Dain, yang disokong dua mesin pencetak poin handal yakni Megawati Hangestri dan pemain asing asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, menciptakan kombinasi segitiga yang sangat sulit diredam.
"Melihat bagaimana Kim Dain memanjakan Mega dan Jordan Wilson dengan umpan-umpan matang sangat memanjakan mata. Kim Dain adalah setter yang sangat cerdik dalam mengatur tempo. Sementara Mega dan Jordan adalah dua mesin pencetak poin yang sangat mematikan. Kombinasi segitiga ini akan menjadi mimpi buruk bagi seluruh tim di Liga Voli Korea," tegas Gia.
Baca Juga: Persija Sapu Bersih Uji Coba di Thailand, Menang 2-1 atas Changre United
Gia menguraikan bahwa kehadiran Jordan Wilson di lini depan memberikan keseimbangan yang ideal bagi pilar penyerangan Hyundai Hill State. Tim lawan tidak bisa lagi sekadar memfokuskan pertahanan pada satu sisi lapangan saja karena tiap sudut serangan Hyundai Hill State memiliki tingkat bahaya yang sama besar.
"Ketika lawan mencoba memperketat penjagaan pada Megawati, Kim Dain dengan sangat fleksibel bisa mengalihkan serangan ke Jordan Wilson dan sebaliknya. Koordinasi ketiganya terlihat begitu mengalir dan alami. Padahal ini masih dalam tahap uji coba pramusim. Saya tidak bisa membayangkan seberapa menakutkannya mereka saat kompetisi resmi dimulai nanti," ungkap mantan pilar Red Sparks tersebut.
Pandangan senada turut diutarakan oleh middle blocker Hyundai Hill State, Bayuna. Ia merasakan langsung keuntungan taktis dari tumpuan serangan yang terbagi merata. Penjagaan ketat lawan terhadap Megawati otomatis membuka celah lebar bagi variasi serangan lain, termasuk quick attack di area tengah.
Baca Juga: Persija Jakarta Siapkan Race of Glory, Ada Jersey Baru dan Duel Lawan Klub Australia
"Ketika lawan terlalu fokus menumpuk blok untuk menghentikan Megawati, variasi serangan kami yang lain menjadi lebih hidup. Koordinasi antara setter Kim Dain, Megawati, Jordan Wilson, dan barisan middle blocker terasa makin solid dari hari ke hari. Ini membuat skema permainan Hyundai Hill State menjadi sangat bervariasi dan sulit diredam," urai Bayuna.
Efektivitas skema anyar tersebut langsung terbukti saat Hyundai Hill State melibas NEC Red Rockets Kawasaki tiga set langsung (3-0). Dalam laga tersebut, Megawati tampil mendominasi dengan mengemas 40 poin serta meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Kesiapan skema permainan ini menjadi modal berharga bagi Hyundai Hill State dalam menyongsong turnamen KOVO Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11-18 Oktober di Yeosu Jinam Gymnasium. Bergabung di Grup B bersama Korea Expressway dan GS Caltex, Hyundai Hill State memancarkan rasa percaya diri tinggi untuk melangkah jauh hingga memperebutkan piala juara.
Baca Juga: Ante Rebic Jadi Opsi Persija, Eks AC Milan Dipantau Gantikan Peralta
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube