TRENGGALEK – Kedatangan Megawati Hangestri Pertiwi ke dalam skuad Hyundai Hillstate membawa dampak yang sangat masif, tidak hanya dari segi popularitas tim di media sosial, melainkan juga pada filosofi dan skema permainan di atas lapangan. Pelatih kepala Kang Sung-hyung secara terbuka mengisyaratkan adanya perubahan mendasar dalam cara timnya membangun pola serangan. Kehadiran pevoli bertinggi badan 185 cm tersebut memaksa Hyundai Hillstate merombak sistem permainan klasik mereka demi memaksimalkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh sang opposite hitter asal Indonesia.
Pada musim-musim sebelumnya, Hyundai Hillstate sangat mengandalkan sistem serangan yang mengutamakan kerapian receive atau penerimaan bola pertama. Strategi ini menuntut aliran bola yang sempurna dari para pemain bertahan menuju ke setter agar variasi serangan bola cepat (quick attack) dari tengah dapat dieksekusi dengan presisi. Namun, hadirnya Megawati memberikan dimensi baru yang jauh lebih fleksibel. Kang Sung-hyung menyadari bahwa Megawati memiliki keunggulan langka yang tidak dimiliki banyak pemain lokal, yaitu kemampuan mengeksekusi bola-bola sulit (uncomfortable set) dan melakukan spike mematikan dari belakang garis tiga meter (pipe attack).
Baca Juga: Persija Sapu Bersih Uji Coba di Thailand, Menang 2-1 atas Changre United
Dalam skema taktik terbaru yang sedang dimatangkan oleh tim kepelatihan, Megawati tidak hanya diproyeksikan sebagai pencetak poin utama, melainkan difungsikan sebagai "pusat gravitasi" permainan. Ketika situasi pertandingan berada dalam kondisi sulit di mana penerimaan bola pertama kurang sempurna, para pemain bertahan tidak perlu panik. Setter utama Hyundai kini memiliki opsi aman untuk memberikan umpan-umpan tinggi melambung ke posisi Megawati yang terbukti mampu menembus blok rapat lawan meski dari sudut serangan yang tidak ideal.
Peran Megawati sebagai pemikat perhatian pertahanan lawan ini juga membuka ruang gerak yang sangat luas bagi penyerang Hyundai lainnya, seperti pemukul asing Wipawee Srithong maupun legiun impor lainnya, Katerina Zafiriou. Ketika benteng pertahanan lawan terfokus untuk membendung pergerakan dan lompatan keras Megawati di sisi kanan lapangan, alur bola dapat dengan cepat dialihkan ke sisi kiri atau tengah untuk menciptakan situasi open spike tanpa kawalan ketat. Strategi ini membuat alur serangan Hyundai menjadi sangat sulit ditebak oleh tim lawan.
Untuk menyempurnakan evolusi taktik ini, latihan intensif kini difokuskan pada pembentukan chemistry serta kesepahaman antara Megawati dengan setter utama tim, Kim Da-in. Keduanya secara khusus digembleng dalam sesi latihan terpisah untuk mengasah variasi umpan, mulai dari bola-bola cepat mendatar, set-up bola tinggi saat posisi darurat, hingga penyesuaian tempo lompatan. Kim Da-in dituntut untuk memiliki ketenangan ekstra serta pembacaan blok yang jeli agar tidak selalu memaksakan bola ke arah Megawati, melainkan memanfaatkan sang opposite sebagai umpan pengalih perhatian.
Baca Juga: Persija Jakarta Siapkan Race of Glory, Ada Jersey Baru dan Duel Lawan Klub Australia
Kang Sung-hyung menegaskan bahwa perubahan sistem ini dirancang bukan semata-mata untuk memanjakan Megawati agar mencetak puluhan poin di setiap pertandingan, melainkan untuk membangun sebuah ekosistem permainan tim yang jauh lebih berbahaya dan variatif. Fleksibilitas taktik ini diyakini akan menjadi senjata pamungkas Hyundai Hillstate saat menghadapi tim-tim tangguh dengan pertahanan kuat di kompetisi V-League musim ini.
Evolusi permainan yang sedang dibangun oleh Hyundai Hillstate ini menandai babak baru dalam karier profesional Megawati Hangestri di Korea Selatan. Bukan lagi sekadar pemain asing pendatang baru, Megawati kini memegang peranan krusial sebagai poros utama dari skema permainan sang juara bertahan. Jika proses adaptasi taktik ini berjalan lancar, Hyundai Hillstate diprediksi akan tampil jauh lebih menakutkan dan sulit dihentikan oleh lawan-lawannya sepanjang musim kompetisi mendatang.
Baca Juga: Ante Rebic Jadi Opsi Persija, Eks AC Milan Dipantau Gantikan Peralta
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube