Domino Kepindahan David Almansa ke KTM yang Memicu Perburuan Intact GP terhadap Veda Ega Pratama

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:25 WIB
Kepindahan David Almansa ke KTM pemicu efek domino yang membuat Intact GP bergerak cepat memburu Veda Ega Pratama dengan tawaran Rp28 miliar.
Kepindahan David Almansa ke KTM pemicu efek domino yang membuat Intact GP bergerak cepat memburu Veda Ega Pratama dengan tawaran Rp28 miliar.

TRENGGALEK – Dinamika bursa transfer pembalap di kelas Moto3 menjelang musim kompetisi mendatang bergerak sangat cepat dan dipenuhi kejutan teknis. Kejadian saling memengaruhi antar tim dan pembalap atau yang dikenal sebagai efek domino (domino effect) kini tengah melanda paddock Grand Prix. Kejadian ini dipicu oleh keputusan strategis yang diambil oleh pembalap muda berbakat asal Spanyol, David Almansa, yang secara resmi memutuskan untuk berpindah naungan ke kubu raksasa otomotif Austria, KTM.

Kepindahan David Almansa ke skuad pabrikan KTM meninggalkan lubang besar di dalam struktur tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Sebagai pembalap utama yang menjadi tumpuan meraih poin serta podium, kepergian Almansa membuat manajemen Intact GP kehilangan figur pemimpin di atas lintasan. Bagi sebuah tim independen yang berbasis di Jerman dengan reputasi besar di Moto3 dan Moto2, kehilangan pembalap utama tanpa memiliki pengganti sepadan dapat merusak kestabilan performa tim dan menurunkan daya saing mereka secara drastis.

Baca Juga: Berubah Total! Ini 4 Pilar Utama Performa Suwon Hyundai Hillstate Bersama Megawati

Kondisi darurat inilah yang memaksa manajer tim Intact GP, Peter Ottl, bergerak cepat melakukan manuver di pasar transfer. Ottl menyadari bahwa timnya tidak bisa sekadar merekrut pembalap pendatang baru (rookie) biasa yang belum teruji mentalitasnya di kerasnya lintasan Eropa. Intact GP membutuhkan sosok pengganti yang tidak hanya memiliki kecepatan murni, tetapi juga memiliki mentalitas petarung yang sudah terbiasa menghadapi tekanan tinggi di level kompetisi internasional.

Dalam radar perburuan pemain yang disusun oleh staf analisis Intact GP, nama Veda Ega Pratama dengan cepat melonjak naik ke posisi teratas. Veda dipandang sebagai satu-satunya pembalap muda di luar lingkaran Eropa yang memiliki kapasitas teknis serta potensi untuk tidak sekadar menggantikan posisi Almansa, melainkan melampaui raihan prestasi yang pernah dicapai oleh pembalap Spanyol tersebut bersama Intact GP.

Baca Juga: Legenda Voli Korea Kim Yeon-koung Sebut Megawati Hangestri Bikin Hillstate Mengerikan

Untuk mengamankan tanda tangan Veda dari jangkauan tim-tim kompetitor lainnya, Intact GP mengambil langkah ekstrem dengan melayangkan penawaran kontrak resmi senilai Rp28 miliar untuk durasi musim 2027. Peter Ottl memahami betul bahwa bakat luar biasa yang dimiliki pembalap Indonesia tersebut juga sedang dipantau oleh beberapa tim pabrikan lain. Jika Intact GP tidak bergerak secepat kilat dengan menyodorkan nilai kontrak yang fantastis, Veda dipastikan akan segera dikunci oleh tim lain pada bursa transfer musim depan.

Keputusan Intact GP yang berani mempertaruhkan dana besar demi menutup lubang yang ditinggalkan Almansa membuktikan betapa strategisnya posisi Veda Ega Pratama di mata para pengelola tim kejuaraan dunia. Perpindahan Almansa ke KTM yang awalnya dianggap sebagai kerugian bagi Intact GP justru mendatangkan berkah tersendiri bagi perkembangan karier pembalap muda Indonesia di panggung dunia.

Saga transfer ini menegaskan bahwa bursa pembalap Grand Prix merupakan jejaring yang sangat terhubung satu sama lain. Keputusan satu pembalap di Eropa dapat memberikan dampak sistemik yang membuka jalan emas bagi talenta muda Indonesia seperti Veda Ega Pratama untuk menembus jajaran elit kejuaraan dunia balap motor.

Baca Juga: Bongkar Taktik Mematikan Suwon Hyundai Hillstate Bersama Megawati Hangestri

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
Veda Ega Pratama KTM Moto3 David Almansa Bursa Transfer Balap Intact GP