DURENAN, Radar Trenggalek - SMAN 1 Durenan siap ambil bagian dalam Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 yang digelar di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada 7–8 September 2026.
Berbeda dengan tim yang memasang target tinggi, SMAN 1 Durenan lebih menekankan keikutsertaan sebagai sarana mencari pengalaman bertanding. Para pemain diharapkan bisa menikmati atmosfer kompetisi sekaligus mengukur kemampuan saat berhadapan dengan tim-tim sekolah dari berbagai daerah.
Pembimbing SMAN 1 Durenan, Dimas Herta Pahlevi mengatakan, turnamen tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk mendapatkan pengalaman baru di luar pertandingan yang biasa mereka jalani.
“Kami lebih fokus untuk mencari pengalaman. Anak-anak bisa merasakan bagaimana atmosfer kompetisi, bertemu dengan tim dari sekolah lain, dan belajar dari setiap pertandingan yang dimainkan,” ujar Dimas, Jumat (4/9).
Baca Juga: Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI BO Trenggalek Hadir Lebih Dekat Sapa Nasabah
Menurut dia, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain. Apalagi, mereka akan menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Situasi tersebut diharapkan dapat membuat siswa semakin matang, baik secara teknis maupun mental.
Dimas menegaskan, meski tidak membebani pemain dengan target tertentu, bukan berarti SMAN 1 Durenan datang tanpa ambisi. Setiap pemain tetap diminta memberikan kemampuan terbaik ketika berada di lapangan.
“Targetnya tidak muluk-muluk. Kami ingin anak-anak bermain maksimal, menikmati pertandingan, dan mengambil sebanyak mungkin pengalaman. Kalau kemudian hasilnya bagus, tentu menjadi bonus bagi kami,” katanya.
Selain kemampuan bermain, aspek sportivitas juga menjadi perhatian. Para pemain diharapkan mampu menjaga sikap selama mengikuti turnamen dan menghormati setiap lawan yang dihadapi.
Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Bidik Swasembada Lele
Dimas berharap pengalaman dari Bahlil Mini Soccer 2026 dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengikuti kompetisi-kompetisi berikutnya. Sebab, semakin sering bertanding melawan tim berbeda, semakin banyak pula hal yang bisa dipelajari pemain.
“Terpenting anak-anak berani tampil dan tidak takut menghadapi lawan. Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman, pembelajaran, dan semangat untuk berkembang lebih baik lagi,” tandasnya. (bim/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK