Veda Ega Pratama Podium Kedua Moto3 San Marino, Tumbangkan Keterpurukan Aragon

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:40 WIB
Veda Ega Pratama podium Moto3 San Marino setelah finis kedua, hanya 0,084 detik di belakang David Almansa (Pinterest).
Veda Ega Pratama podium Moto3 San Marino setelah finis kedua, hanya 0,084 detik di belakang David Almansa (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama podium Moto3 San Marino setelah finis di posisi kedua dalam balapan Moto3 San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli. Pembalap Honda Team Asia itu hanya kalah tipis dari David Almansa setelah duel sengit hingga lap terakhir.

Veda Ega Pratama memulai balapan dari posisi kedua dan langsung tampil agresif sejak lampu start padam. Pembalap asal Gunung Kidul tersebut bahkan sempat mengambil alih pimpinan balapan di tikungan pertama.

Hasil Veda Ega Pratama podium Moto3 San Marino menjadi pencapaian tertinggi dalam kariernya di kelas Grand Prix berdasarkan narasi transkrip. Sebelumnya, ia disebut pernah meraih podium ketiga di GP Brasil dan GP Prancis.

Balapan sepanjang 20 lap di Misano berlangsung ketat. Pada pertengahan balapan, Veda terlibat persaingan sengit di grup depan bersama David Almansa, Guidopini, dan Adrian Fernandez.

Persaingan semakin memanas ketika balapan memasuki lima lap terakhir. Pertarungan kemudian mengerucut menjadi duel antara Veda dan Almansa.

Veda sempat memimpin hingga lap terakhir. Namun drama terjadi di sektor ketiga ketika Almansa memanfaatkan slipstream di trek lurus sebelum melakukan manuver late braking.

Veda mencoba memberikan balasan pada tikungan terakhir melalui jalur dalam. Namun, Almansa mampu mempertahankan akselerasi motornya dan akhirnya mengunci kemenangan.

Selisih keduanya sangat tipis, hanya 0,084 detik. Sementara podium ketiga diamankan oleh pembalap tuan rumah, Guidopini.

Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Veda Dedikasikan Podium untuk Honda Team Asia

Usai balapan, Veda Ega Pratama menyampaikan rasa bahagia sekaligus haru atas pencapaian tersebut. Ia secara khusus mendedikasikan podium kedua untuk seluruh kru Honda Team Asia.

“Saya sungguh tidak tahu harus berkata apa lagi. Rasa bahagia dan terharu ini sangat luar biasa. Hasil podium kedua di Misano ini adalah mimpi yang jadi kenyataan,” ungkap Veda dalam transkrip.

Veda juga menilai hasil tersebut tidak akan terwujud tanpa kerja keras para mekanik dan insinyur yang disebut telah bekerja keras menyiapkan paket motor Honda NSF 250 RW.

Menurut pengakuannya, kerja keras tim semakin terasa setelah hasil buruk di GP Aragon. Veda sebelumnya hanya mampu finis di posisi ke-20 dan mengalami akhir pekan yang berat.

Pasca-balapan di Aragon, tim disebut melakukan berbagai evaluasi, mulai dari analisis data telemetri, perubahan setelan suspensi, hingga penyetelan ulang sistem transmisi untuk menghadapi balapan di Misano.

Veda mengaku keterpurukan di Aragon menjadi pelajaran penting. Ia memilih menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih tenang dan presisi di San Marino.

“Tentu saja ada sedikit rasa penasaran karena disalip di last lap dan gagal menang dengan selisih cuma 0,084 detik. Tapi sejujurnya saya tidak kecewa sama sekali. David Almansa melakukan manuver yang sangat bagus dan bersih,” kata Veda.

Ia juga menilai peningkatan performa motor memberinya rasa percaya diri lebih besar. Menurutnya, setelan baru membuat motor terasa lebih nyaman sehingga ia dapat mendorong performa hingga batas maksimal.

Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan

Transkrip Sebut Cerita Pedro Acosta sebagai Imajinasi

Pada bagian akhir video, narasi juga memuat cerita mengenai reaksi pembalap MotoGP Pedro Acosta terhadap performa Veda Ega Pratama.

Namun, terdapat pengakuan langsung dari pembuat video pada bagian penutup bahwa cerita mengenai pernyataan Pedro Acosta tersebut merupakan “cerita imajinasi karya mimin”.

Karena itu, pernyataan yang dikaitkan dengan Pedro Acosta, termasuk pujian terhadap mentalitas Veda dan saran agar pembalap Indonesia tersebut naik ke Moto2, tidak dapat diperlakukan sebagai pernyataan faktual berdasarkan transkrip.

Fakta utama yang dapat diambil dari narasi adalah raihan podium kedua Veda di Moto3 San Marino 2026, duel ketatnya dengan David Almansa, serta pernyataan Veda mengenai kerja keras Honda Team Asia setelah hasil buruk di Aragon.

Veda menutup pernyataannya dengan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, keluarga, sponsor, dan para penggemar yang terus memberikan dukungan.

Raihan podium kedua di Misano sekaligus menjadi bukti kebangkitan Veda setelah hanya finis di posisi ke-20 pada seri sebelumnya di Aragon. Ia dan tim kini disebut akan terus belajar, bekerja keras, dan menatap seri-seri berikutnya dengan optimisme.

Baca Juga: STKIP PGRI Trenggalek Cetak 175 Lulusan Unggul dan Berkarakter Kukuhkan Eksistensi Kampus

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Veda Ega Pratama Moto3 2026 Honda Team Asia David Almansa Moto3 San Marino