TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Veda Ega Pratama Moto3 2026 menjalani musim debut yang penuh kejutan, perjuangan, podium, kegagalan, hingga pelajaran berharga. Setelah tujuh seri pertama, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan bahwa musim pertamanya di Kejuaraan Dunia Moto3 tidak sekadar menjadi masa adaptasi.
Pada awal musim, banyak pihak memperkirakan Veda hanya akan menggunakan tahun pertamanya untuk mengenal sirkuit, beradaptasi dengan motor, serta mengumpulkan pengalaman. Namun, perjalanan yang dijalani pembalap berusia 17 tahun tersebut berkembang melampaui gambaran itu.
Dari kejutan pada seri Thailand, podium bersejarah di Brasil, hingga perjuangan di Mugello, nama Veda perlahan muncul dalam persaingan. Bersama Honda Team Asia, musim Veda Ega Pratama Moto3 2026 menjadi proses panjang untuk memahami motor, lawan, lintasan, sekaligus kemampuan dirinya sendiri.
Musim dimulai di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Sebagai rookie yang baru naik ke level dunia, Veda tidak dibebani ekspektasi besar pada awal akhir pekan.
Namun, performanya mulai menarik perhatian sejak sesi awal. Veda menempati posisi keenam pada FP1 dan kedelapan pada sesi practice sebelum mencatatkan hasil mengejutkan pada kualifikasi dengan merebut posisi kelima.
Hasil tersebut membuatnya memulai balapan dari barisan depan. Pada race debutnya, Veda tidak memilih bermain aman seperti rookie pada umumnya. Ia mampu bertahan di kelompok depan dan terlibat dalam persaingan perebutan podium.
Ketika balapan berakhir, Veda finis di posisi kelima. Meski gagal naik podium, hasil itu menjadi penegasan awal bahwa ia mampu bersaing dengan para pembalap lain di Moto3.
Baca Juga: Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar
Podium Bersejarah di Brasil dan DNF di Amerika
Setelah Thailand, perjalanan Veda berlanjut ke Brasil. Ia kembali menunjukkan kecepatan dengan berada di posisi ketiga pada sesi practice dan keempat saat kualifikasi.
Namun, balapan pertama tidak berjalan sesuai rencana. Veda sempat turun hingga posisi ke-10 sebelum sebuah insiden besar menyebabkan balapan dihentikan dengan bendera merah.
Saat balapan dimulai kembali dengan lima lap tersisa, Veda harus memulai dari posisi ke-10. Ia kemudian tampil agresif dan terus memperbaiki posisi.
Pada lap terakhir, Veda berada di belakang Alvaro Carpe dalam perebutan posisi ketiga. Ia memanfaatkan peluang yang ada, melakukan manuver dari sisi dalam, dan berhasil mempertahankan posisi tersebut hingga garis finis.
Hasil itu menjadi podium pertama Veda Ega Pratama di Moto3 dan disebut sebagai podium pertama Indonesia di Kejuaraan Dunia Moto3. Sebelum restart, ia masih berada di posisi ke-10, sehingga balapan tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan Veda untuk bangkit dalam waktu singkat.
Perjalanan berikutnya membawa Veda ke Circuit of the Americas, Austin, Texas. Ia sempat kesulitan pada sesi practice dengan berada di posisi ke-14, tetapi kembali menemukan kecepatan saat kualifikasi dan mengamankan posisi start keempat.
Saat balapan berlangsung, Veda tetap berada dalam kelompok depan. Namun, akhir pekan menjanjikan tersebut berakhir lebih cepat ketika ia mengalami low side akibat kehilangan cengkeraman ban depan di tikungan 11.
Veda harus menerima hasil DNF. Tidak ada poin setelah satu seri sebelumnya meraih podium bersejarah.
Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan
Belajar Kesabaran hingga Menghadapi Akhir Pekan Sulit
Transkrip juga menggambarkan perjalanan Veda pada seri berikutnya sebagai proses pembelajaran. Pada salah satu balapan, ia sempat merosot hingga posisi ke-14 sebelum memilih tidak panik dan tidak memaksakan manuver.
Dengan pendekatan yang lebih sabar, Veda perlahan memperbaiki posisi hingga kembali ke urutan keempat. Ia akhirnya mempertahankan posisi tersebut sampai garis finis.
Di Le Mans, hasil tersebut menjadi pelajaran mengenai pentingnya kesabaran. Menurut narasi video, menjadi cepat tidak selalu cukup karena pembalap juga harus memahami kapan waktunya menyerang dan kapan harus menahan diri.
Tantangan kembali datang di Barcelona-Catalunya. Veda mengalami akhir pekan yang sulit sejak sesi awal dengan menempati posisi ke-23 pada FP1 dan ke-19 pada sesi practice.
Pada kualifikasi, ia disebut hanya mampu menempati posisi ketujuh sehingga harus memulai race dari posisi ke-21. Namun, semangat bertarungnya tidak berubah.
Dalam dua lap pertama, Veda berhasil naik delapan posisi hingga ke urutan ke-13. Ia terus memperbaiki posisi dan akhirnya menyelesaikan balapan di peringkat kedelapan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Mugello, Italia. Veda memulai balapan dari posisi ke-13 dan sempat naik hingga posisi kesembilan sebelum kembali turun ke urutan ke-16.
Ia kembali bangkit secara perlahan dan berhasil menembus lima besar pada lap ke-15. Namun, dua lap terakhir membuatnya kehilangan beberapa posisi sehingga harus finis kedelapan.
Tujuh seri awal menunjukkan perjalanan seorang rookie yang belum sempurna. Ada podium, kegagalan, kesalahan, serta akhir pekan yang sulit.
Namun, perjalanan Veda Ega Pratama Moto3 2026 dalam transkrip tersebut tidak hanya bercerita tentang hasil. Musim debutnya digambarkan sebagai proses seorang pembalap muda yang terus belajar menghadapi kemenangan, kegagalan, dan ketatnya persaingan Kejuaraan Dunia Moto3.
Baca Juga: STKIP PGRI Trenggalek Cetak 175 Lulusan Unggul dan Berkarakter Kukuhkan Eksistensi Kampus
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest