TIANJIN - Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan setelah pemain sekaligus sosok penting dari tim voli Thailand menyinggung kualitasnya usai keberhasilan Thailand menjuarai ajang kontinental 2026. Megawati dinilai masih menjadi salah satu pemain yang dapat mengubah peta kekuatan pertandingan jika berada di lapangan bersama timnas voli putri Indonesia.
Thailand menciptakan sejarah setelah mengalahkan tuan rumah Cina dalam pertandingan final yang berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Minggu, 30 Agustus 2026. Pertandingan berlangsung ketat hingga lima set sebelum Thailand mengunci kemenangan 3-2.
Kemenangan tersebut membuat Thailand mempertahankan gelar juara Asia sekaligus mendapatkan tiket ke kejuaraan dunia 2027. Yang paling bersejarah, Thailand juga memastikan tempat di Olimpiade Los Angeles 2028 melalui jalur juara kontinental.
Baca Juga: Aquascape Iwagumi Ternyata Sulit, Ini Cara Membuat Tampilan Karpet dengan Spek Sederhana
Di tengah pesta keberhasilan tersebut, perhatian justru mengarah kepada timnas voli putri Indonesia dan Megawati. Indonesia disebut tampil mengejutkan sepanjang turnamen meski tidak diperkuat setter andalannya. Skuad Merah Putih mampu mencatat tiga kemenangan telak dengan skor 3-0 atas Kazakhstan, Australia, dan Iran.
Performa tersebut membuat Indonesia mulai diperhitungkan. Permainan yang lebih berani dan pertahanan yang disebut semakin solid bahkan sempat membuat Thailand merasa waspada sebelum menghadapi Indonesia.
Pornpun Guedpard kemudian memberikan penilaiannya terhadap perkembangan timnas voli putri Indonesia. Ia mengaku sudah mengamati perubahan yang terjadi dalam permainan Indonesia.
Baca Juga: Aquascape Murah Modal Rp247 Ribu, Bisa Tanpa CO2 dan Tak Perlu Sering Ganti Air
“Sebenarnya saya dari awal mengamati tim voli Indonesia. Mereka mengalami perubahan pemain yang terbukti efektif tanpa setter andalan mereka. Justru mereka bermain sangat lepas dengan tiga kali kemenangan telak 3-0,” ujar Pornpun dalam transkrip.
Ia mengakui Thailand sempat khawatir menghadapi Indonesia. Namun, Thailand akhirnya mampu mengatasi perlawanan skuad Indonesia.
Meski demikian, Pornpun memberikan perhatian khusus kepada Megawati. Menurut pernyataan yang disampaikan dalam transkrip, keberadaan opposite hitter asal Indonesia itu dapat memberikan perbedaan besar dalam sebuah pertandingan.
Baca Juga: Aquascape Anti Gagal Modal di Bawah Rp200 Ribu, Begini Cara Bikin Tank Simpel tapi Estetik
“Namun yang jelas Indonesia masih punya Megawati. Jika saja tim Indonesia kemarin diperkuat Megawati, belum tentu kita bisa merayakan kemenangan ini,” kata Pornpun.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana Megawati masih mendapatkan respek dari pemain voli Thailand. Pengalamannya bermain di kompetisi Asia dan kemampuan menyerangnya membuat namanya tetap diperhitungkan.
Pornpun sendiri bukan sosok asing bagi penggemar voli Indonesia. Dalam transkrip disebutkan bahwa setter asal Thailand tersebut pernah memperkuat Jakarta Popsivo Polwan dan memiliki kedekatan dengan Megawati. Keduanya juga sama-sama mempunyai pengalaman bermain di level tinggi Asia.
Baca Juga: Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Jangan Langsung Masukkan Banyak Ikan
Kisah Megawati dan Kohijin
Selain komentar Pornpun, nama Megawati juga kembali dikaitkan dengan kisah perpisahannya bersama Red Sparks. Dalam cerita yang disampaikan melalui video, Kohijin disebut memberikan klarifikasi mengenai alasan dirinya melarang Megawati kembali ke klub Korea tersebut.
Megawati sebelumnya disebut masih memegang janji untuk kembali mengenakan seragam Red Sparks. Bahkan, ia dikisahkan pernah berpesan agar nomor punggungnya tidak diberikan kepada pemain lain.
Namun, situasi berubah ketika Kohijin memutuskan meninggalkan Red Sparks. Ia disebut merasa bertanggung jawab atas kondisi klub setelah serangkaian hasil yang mengecewakan serta persoalan internal yang mencoreng nama tim.
Baca Juga: 10 Ikan Hias Warna-Warni untuk Akuarium, Guppy hingga Discus yang Paling Mencolok
Keputusan tersebut membuat Megawati kecewa. Dalam cerita itu, Megawati bahkan disebut sempat tidak menjawab panggilan telepon Kohijin selama beberapa hari.
Hubungan keduanya disebut tidak sekadar sebatas pelatih dan pemain. Megawati dikisahkan menganggap Kohijin seperti ayahnya sendiri. Sebaliknya, Kohijin dan istrinya disebut sudah menganggap Megawati seperti anak.
Kohijin kemudian disebut menghubungi Kang Sung Hong dari Hyundai Hillstate. Tujuannya membantu mencarikan jalan bagi Megawati agar tetap bisa melanjutkan kariernya di Korea tanpa harus kembali ke situasi Red Sparks yang dinilai masih membutuhkan waktu untuk pulih.
Baca Juga: 10 Ikan Hias Kecil Cantik untuk Akuarium Air Tawar, Cupang hingga Neon Tetra
Cerita tersebut memberikan gambaran lain mengenai kepindahan Megawati. Di tengah perubahan klub dan persaingan voli Asia, namanya tetap mendapatkan perhatian, termasuk dari pemain Thailand yang baru saja membawa negaranya mencetak sejarah menuju Olimpiade 2028.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=WK0RtY2qObw
Editor : Latifa Irsyadiyah