SEOUL - Megawati Hangestri Pertiwi menjadi sorotan saat memperkuat Hyundai Hillstate dalam laga eksibisi melawan Pilseng Wonder Dogs. Dalam pertandingan tersebut, permainan cepat Hyundai Hillstate disebut banyak terbantu oleh variasi serangan dan smash tajam Megawati.
Megawati tampil sebagai salah satu tumpuan utama Hyundai Hillstate dalam pertandingan yang berlangsung di Jamsil Student Gymnasium, Seoul. Performanya menjadi bagian penting dari skema permainan yang diterapkan pelatih Kang Sung-hyung.
Kehadiran Megawati membuat Hyundai Hillstate memiliki opsi serangan yang agresif. Variasi serangan dan pukulan kerasnya dinilai mampu memberikan perubahan terhadap permainan tim. Dalam narasi video, Megawati bahkan disebut mencetak 39 poin dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan
Laga kontra Pilseng Wonder Dogs juga menjadi kesempatan bagi Hyundai Hillstate untuk menguji komposisi pemain asing mereka. Megawati tidak sendirian. Ia dipasangkan dengan Jordan Wilson, pemain yang sebelumnya memperkuat Arizona Wildcats di level NCAA Division 1.
Wilson diplot sebagai outside hitter dengan peran besar pada receive dan pertahanan. Skema tersebut memberi ruang kepada Megawati untuk lebih banyak menjadi tumpuan serangan Hyundai Hillstate.
Kombinasi keduanya menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pertandingan eksibisi tersebut. Hyundai Hillstate menguji bagaimana keseimbangan antara pertahanan, receive, dan serangan dapat dibangun dengan dua pemain asing tersebut.
Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan
Wonder Dogs Dilatih Kim Yeon-koung
Di sisi lain, Pilseng Wonder Dogs merupakan tim voli putri baru asal Ansan. Tim tersebut dibentuk dan dilatih oleh legenda bola voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung.
Wonder Dogs diperkuat sejumlah pemain yang memiliki pengalaman di Liga Voli Korea. Beberapa nama yang disebut dalam narasi video adalah Pyo Seung-ju, Mun Mi-ra, dan Lee Won-jung.
Mun Mi-ra disebut pernah bermain untuk GS Caltex, sedangkan Lee Won-jung merupakan mantan pemain Hyundai Hillstate. Tim tersebut juga digambarkan sebagai klub yang berisi pemain yang masih mengejar impian untuk berkarier di dunia voli maupun mantan pemain profesional.
Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan
Dalam narasi video, Wonder Dogs diproyeksikan memiliki target untuk dapat tampil di Liga Voli Korea dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Karena itu, pertandingan melawan Hyundai Hillstate menjadi bagian dari proses mereka membangun tim.
Red Sparks Masih Berjuang
Video tersebut juga menyoroti kondisi Daejeon JungKwanJang Red Sparks setelah tidak lagi diperkuat Megawati. Tim disebut mengalami penurunan performa dan kesulitan mempertahankan ritme permainan yang sebelumnya terbentuk.
Di tengah situasi tersebut, libero Noh Ran menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan. Ia digambarkan tampil penuh perjuangan dalam menjaga pertahanan Red Sparks. Sejumlah penyelamatan dilakukan untuk menahan serangan lawan, termasuk aksi yang membuatnya harus mengorbankan tubuh.
Noh Ran juga disebut sempat menunjukkan frustrasi akibat tekanan dan hasil pertandingan. Namun, ia kembali fokus untuk membantu tim di lapangan.
Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan
Setelah pertandingan, Noh Ran menyampaikan bahwa dirinya selalu mengevaluasi kekurangan dari setiap laga. Ia juga mengapresiasi kontribusi yang pernah diberikan Megawati kepada Red Sparks dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi tim.
Selain performanya di lapangan, narasi video turut menyinggung latar belakang keluarga Noh Ran. Ia disebut merupakan putri seorang CEO. Meski demikian, Noh Ran tetap memilih menjalani karier sebagai pemain voli dan memberikan kemampuan terbaiknya.
Performa Megawati di Hyundai Hillstate dan perjuangan Noh Ran bersama Red Sparks memperlihatkan dua cerita berbeda dalam perkembangan karier para pemain yang menjadi sorotan voli Korea. Bagi Hyundai Hillstate, laga eksibisi tersebut menjadi kesempatan menguji komposisi baru, sementara Red Sparks masih harus mencari kembali konsistensi permainan setelah kehilangan salah satu mesin poinnya.
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila